Slider 1 mini Slider 2 mini

Jumat, 17 Mei 2013

Terasi Puger, Primadona Pesisir Selatan Jember

Filled under:



Hayo yang suka sambel terasi, disimak…disimak…!!! Mendengar nama terasi tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Mayoritas orang Indonesia juga merupakan penikmat terasi. Terasi sendiri merupakan bumbu masak yang dibuat dari ikan dan/atau udang rebon yang difermentasikan, berbentuk seperti adonan atau pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi merupakan bumbu penting dikawasan asia tenggara dan china selatan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat aneka masakan seperti sambal terasi, cah kangkung, nasi goreng Jawa juga ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia. 

Terasi yang banyak diperdagangkan dipasar, secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi udang , terasi ikan dan terasi campuran. Terasi udang biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman dan terasi udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.

SEJARAH TERASI DI INDONESIA
Konon, ada seorang bernama Cakrabumi yang  tinggal di suatu daerah pesisir mempunyai kebiasaan menangkap ikan dan udang rebon setiap malam hari, ia menangkapnya menggunakan jala, alat penangkap ikan dan perahu kecil. Kemudian penguasa wilayah tersebut, Rajagaluh memberlakukan pajak dalam setahun ia harus menyetor sebanyak satu pikul tumbukan rebon yang sudah halus dan berbentuk gelondongan karena sang Prabu begitu terasih (menyukai) dan ingin tahu bagaimana membuat makanan tersebut. Cakrabumipun menyanggupi permintaan tersebut dan ia juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan makanan tersebut kepada utusan sang Prabu. “Adapun menangkapnya dengan jala tiap malam, diambilnya pagi-pagi. Rebon lalu diuyahi (digarami) lalu diperas, dijemur, setelah kering lalu ditumbuk digelondongi”, demikian penjelasan Cakrabumi kepada utusan tersebut. Pada kala itu Ki Mantri Pepitu (utusan Rajagaluh) mengumumkan kepada warga pemukiman baru itu bahwa tempat yang mereka tinggali diberi nama Dukuh Cirebon olehnya. Saat itu (tahun 1447 M) jumlah penduduk yang mendiami wilayah tersebut berjumlah 346 orang.

Kata terasi diambil dari kata terasih, karena kala waktu itu Prabu Rajagaluh sangat terasih (menyukai) bubukan rebon yang sudah halus gelondongan. Makannya sejak saat itu bubukan rebon itu dinamakan terasi (sumber).

Sumber lainnya mengatakan seperti dibawah ini :

Dennys Lombard (1996) dalam bukunya "Jaringan Asia" menyebutkan satu piagam di tahun 1387 yang dikeluarkan oleh penguasa (Lasem), berhubungan dengan pendirian "lungguh" disuatu tempat yang disebut Karang Bogem (Karang berbentuk kotak) ditepi laut. Tanah tersebut mencakup satu jung sawah, dan tambak-tambak ikannya dipakai untuk membuat terasi. [Lombard , p34].

Dalam catatan kaki di sumber yang sama, De Haan mengutip tanpa rujukan dalam "Priangan" jilid I halaman 20-22 mengenai sebuah tanah milik raja yang kecil di Pamotan yang tugasnya membuat terasi untuk keraton. Dalam teks prasasti terasi ditulis sebagai acan. Dalam bentuknya yang sekarang bisa ditemukan kembali dalam kata "blacan" yang artinya juga terasi.

Dalam "Sejarah nasional Indonesia" karya Marwati dan Nugroho Notosusanto mengutip buku Jeroen Touwen yang menyebutkan bahwa pada saat orang Tionghua mulai banyak mendiami kawasan Sumatera seperti Medan di awal abad 20, terdapat usaha perikanan yang menghasilkan ikan dan terasi. Hasil itu dikirim ke pulau Jawa dan tempat lainnya. Selain itu pembuatan terasi di Pulau Jawa umumnya menggunakan bibit terasi yang berasal dari daerah Bagansiapi-api.

Bagan Siapiapi mengirim komoditas ikan dan terasi ke pulau Jawa dan Madura. Angkanya jauh lebih besar daripada impor yang berasal dari Indo-China dan Thailand. Dalam "Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia" di halaman 52, tabel 3.7 terlihat jelas pada periode 1928-1931, Bagan Siapiapi mengirim sekitar 14.5-16 ribu metrik ton ke Jawa-Madura dibandingkan dengan impor dari luar negri yang hanya berkisar 1-3 ribu metrik ton.

Pembuatan terasi menggunakan bibit-bibit  terasi dan campuran bahan baku tertentu. Kemudian diproses dengan digiling, dijemur, dikemas kemudian dipasarkan. Campuran tersebut digiling, dihancurkan, dicetak, dijemur, dibungkus, lalu dipasarkan. Kadang-kadang ditambah rempah-rempah atau bumbu untuk menambah cita rasa produk yang dihasilkan.

Yap, ternyata sejarah terasi di Indonesia sangat banyak ya dan memperlihatkan bahwa orang Indonesia memang pada umumnya adalah penyuka terasi. Di Provinsi yang saya tinggali saat ini (Jawa Timur) juga menghasilkan terasi di beberapa daerah seperti Tuban dan Jember. Bahkan di Kabupaten Jember, tepatnya di Kecamatan Puger konon adalah penghasil terasi ternikmat dan terbesar di Indonesia yang terkenal dengan sebutan “Terasi Puger”.

TERASI PUGER

Saya pribadi adalah seorang penikmat terasi dan oleh karenanya saya juga sering menikmati berbagai macam jenis terasi dari berbagai daerah dan produsen hingga akhirnya bisa saya katakan bahwa terasi Pugerlah yang ternikmat (pendapat pribadi, bisa berbeda dengan orang lain). Awal menemukan cita rasa terasi nan luar biasa ini bermula dari seorang rekan kerja saya. Ia memperhatikan saya di setiap kesempatan berbelanja, saya hampir selalu memasukkan terasi ke dalam keranjang belanja saya, akhirnya ia pun menawarkan pada saya untuk mencicipi terasi Puger.

Saya pun bertanya-tanya apa beda terasi ini dengan produk sejenisnya. Well, sebagai penikmat terasi saya pun penasaran untuk menggoyangkan lidah menyelami lezatnya sambel dengan terasi Puger dan segera mencari tahu kenapa ia berharga lebih mahal dari pada terasi pada umumnya. Yap, sekedar info saja jenis terasi ini memang lebih mahal harganya daripada jenis terasi lain di pasaran. Harganya juga bervariasi mulai dari Rp. 60.000 /Kg hingga ratusan ribu untuk kualitas utama.

Eits, tapi jangan khawatir karena beberapa produsen terasi Puger sudah mengemas produk ini dengan berat yang bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan budget yang ada. Terdapat kemasan terasi Puger mulai dari 50 gram, 100, gram, 200 gram hingga 1000 gram yang tersebar di pasaran.

Puger adalah salah satu kecamatan di kabupaten Jember,  kecamatan ini cukup terkenal dengan pantai, nelayan dan karakter masyarakat yang khas. Desa Puger Kulon adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Desa Puger Kulon merupakan salah satu daerah yang sebagian besar masyarakatnya memproduksi terasi yaitu terasi Puger yang dikenal karena aroma rasanya yang khas, enak, gurih dan diolah secara tradisional tanpa bahan pengawet. Pembuatan terasi masih tradisional sehingga cita rasa masih terjaga dan kualitas bahan baku terjaga. Konon terasi Puger ini dengan kualitas tinggi dan harumnya telah terkenal hingga ke Belanda, hebat khand :D.


PENGOLAHAN TERASI PUGER

Proses penghancuran udang


Penjemuran

Penjemuran setelah Pencetakan

Terasi adalah salah satu produk olahan hasil perikanan dengan cara fermentasi, berikut adalah bahan dan cara pengolahannya.

Bahan baku :
  1. Bahan utama adalah udang ukuran kecil, seperti rebon dan udang ukuran kecil sisa sortasi ukuran.
  2. Bahan tambahan hanya garam yang kemurniannya tinggi.

Peralatan :
  1. Nyiru atau talam bambu untuk menjemur rebon
  2. Penggilingan atau lesung dengan penumbuknya (alu)
  3. Wadah atau keranjang

Pengolahan :
a. Udang/rebon dicuci bersih kemudian ditiriskan
b. Udang/rebon dijemur sampai setengah kering (1/2 hari)
c. Tambahkan garam halus dengan perbandingan 5 kg rebon : 1/4 kg garam
d. Udang ditumbuk sedikit demi sedikit sambil diberi garam
e. Setelah halus, taruh di atas talam, angin-anginkan semalaman
f. Dijemur lagi lebih kurang sehari
g. Ditumbuk lagi sambil diberi air sedikit agar tidak terlalu kering
h. Dicetak sesuai keinginan, umumnya di Puger dicetak berbentuk bulat memanjang
i. Lama proses pengolahan lebih kurang tiga hari

KANDUNGAN UNSUR GIZI TERASI
Jika kita tadi sudah berbicara mengenai sejarah hingga proses pengolahan terasi, tak lengkap rasanya jika tak menyinggung tentang kandungan gizinya. Nah, karena bahan baku terasi Puger hanya udang rebon dan garam, berikut tersaji tabel kandungan gizi untuk udang rebon.

Tabel Kandungan gizi udang rebon per 100 g
Kandungan gizi
Udang rebon kering
Udang rebon segar
Energi (kkal)
299
81
Protein (g)
59,4
16,2
Lemak (g)
3,6
1,2
Karbohidrat (g)
3,2
0,7
Kalsium (mg)
2.306
757
Fosfor (mg)
265
292
Besi (mg)
21,4
2,2
Vitamin A (SI)
0
60
Vitamin B1 (mg)
0,06
0,04
Air (g)
21,6
79,0

Sumber

Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Karena terasi merupakan udang rebon yang dikeringkan maka dapat disimak kandungan gizinya pada tabel di atas yang berkategori Udang Rebon Kering. Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa udang rebon yang kering justru memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari pada udang rebon segar, kecuali untuk Fosfor, Vitamin A dan kandungan airnya. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya yaitu garam.

TIPS MEMILIH TERASI PUGER
warna cokelat kehitaman
warna kemerahan



Untuk terasi puger ini sendiri saya juga telah mencoba beberapa merk dan ternyata meski sama-sama terasi Puger belum tentu memiliki rasa, warna atau pun kualitas yang sama. Nah selanjutnya saya akan memberikan tips memilih terasi Puger yang berkualitas baik dan nikmat rasanya. Why? Khan sama-sama terasi Puger toh? Iya sih, tapi kan produsennya beda-beda, jadi terkadang juga terdapat beberapa perbedaan pada proses pembuatannya.

Pada pembuatan terasi Puger memang tidak menggunakan pengawet karena penambahan garam juga merupakan pengawet alami, artinya kita terhindar dari mengkonsumsi bahan pengawet kimia. Lalu bagaimana dengan warnanya? Warna cerah terkadang memang lebih menarik perhatian, namun sebaiknya kita tidak mempertaruhkan kesehatan kita hanya demi sebuah warna menarik. Sayangnya tidak semua produsen terasi Puger memproduksi terasinya tanpa pewarna. Beberapa dari mereka menambahkan pewarna dalam proses pembuatan terasi, biasanya untuk menciptakan warna kemerahan. Memang ada kemungkinan mereka menggunakan pewarna makanan yang terdaftar di Departemen Kesehatan, namun siapa yang menjamin mereka memakai pawarna untuk makanan? Jadi sebaiknya kita sebagai konsumen lah yang harus mawas diri. Berikut tips memilih terasi Puger yang baik ala saya :
  • Pilihlah terasi Puger yang berwarna coklat kehitaman seperti udang rebon kering yang ditumbuk. Karena banyak terasi yang beredar memakai pewarna yang menghasilkan warna kemerahan pada terasi.
  • Pilih yang aroma udangnya kuat. Karena ada yang aromanya biasa-biasa saja.
  • Jika anda membelinya di supermarket, swalayan atau sejenisnya sebaiknya perhatikan tanggal kadaluarsa juga nomor registrasi Departemen Kesehatan (ada/tidak).
  • Jika pada kemasan terdapat nomor registrasi BPOM, silahkan cek kebenaran nomor registrasi tersebut di website resmi BPOM.
  • Harga tak pernah bohong, pernah dengar kalimat ini? Sebaiknya belilah terasi Puger kualitas utama karena meski harganya relative lebih mahal namun kualitas dan rasanya dapat dipertanggungjawabkan.
  • Terasi Puger yang asli rasanya sangat enak dan gurih, jika tidak demikian maka perlu diragukan kualitas dan keasliannya.

Demikian ya artikel tentang terasi Pugernya, supaya dapat yang benar-benar asli ya monggo main ke Jember J. Beberapa produsen dan penjual sudah ada yang menjajakan terasi Puger secara online, so dapat dipesan dari mana saja. Hemat uang, hemat waktu! Sebenarnya saya punya merk andalan untuk terasi ini, tapi tidak di publish disini ya, takut dikira mendiskretkan merk lain, hehe….:D

Jika ada info tambahan atau kekurangan dalam artikel ini silahkan tambahkan di kolom komentar bawah ini ya ^_^














Posted By Lamiati Saputra07.11

Selasa, 14 Mei 2013

Pesan Hebat dari Ajang Srikandi Blogger 2013

image : google

Pernah mendengar nama Srikandi? Ya, Srikandi merupakan sosok wanita yang memiliki peran penting dalam epos wayang Mahabarata dan satu-satunya perempuan yang berhasil menyelesaikan tugas besar yang tidak mampu dituntaskan oleh pihak laki-laki yaitu membunuh Resi Bisma.Srikandi adalah sosok figur perempuan idaman dengan karakternya yang dikagumi dan dipuja. Sosoknya mengesankan bahwa perempuan mampu menjadi apapun, melampaui batas-batas yang selama ini menjadi sekat akan kreativitasnya. Hal penting lainnya adalah bagaimana semangat militansi perjuangan yang dimilikinya mampu memberi inspirasi bagi perempuan-perempuan Indonesia masa kini.

Jika para Srikandi jaman penjajahan, sebut saja Cut Nyak Dhien berjuang dengan senjatanya di medan perang juga R.A Kartini yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Lalu apa bentuk perjuangan kaum hawa masa kini? Banyak perjuangan perempuan di jaman emansipasi ini yang semangatnya diilhami oleh Srikandi, salah satunya ialah dengan menulis. Menulis merupakan muara isi otak yang tertuang dalam berbagai media seperti kertas maupun media digital. Dengan menulis manusia dapat menyuarakan berbagai kampanye positif kepada banyak khalayak. Kegiatan menulis juga banyak dilakoni oleh para kaum hawa dan yang paling banyak dilakukan diantaranya adalah menuangkan curahan hati maupun kegiatan harian dalam sebuah diary. Perkembangan teknologi dari jaman ke jaman semakin modern nan canggih hingga diary pun kini dapat berbentuk digital. Kebanyakan perempuan tak lagi menuangkan uneg-unegnya dalam sebuah buku diary melainkan beralih ke media komputer. Banyak dari mereka yang kemudian menyebarkan karya-karya mereka mulai dari artikel sosial hingga resep masakan melalui media yang disebut blog dengan dukungan internet dan hosting gratis layaknya blogspot (ada juga yang berbayar).

Selain curahan hari, blog juga banyak digunakan untuk media pembelajaran hingga menghasilkan pundi-pundi rupiah para pemakainya yang biasa disebut blogger. Aktivitas blogging sendiri merupakan bagian dari aktualisasi perempuan di era digital ini. Nah, para perempuan yang berjuang melalui media blog inilah yang disebut Srikandi Blogger. Berbagai macam komunitas blogger pun didirikan, salah satunya Kumpulan Emak Blogger (KEB). KEB sendiri merupakan komuniitas unik menurut saya karena selain lintas platform juga semua anggotanya terdiri dari para blogger perempuan dari berbagai usia dan daerah. Meski tersemat kata “emak” namun pada kenyataannya tidak semua anggota telah berstatus emak, salah satunya adalah saya sendiri yang baru bergabung beberapa waktu lalu J.

Pada ulang tahunnya yang pertama Kumpulan Emak Blogger (KEB) mengangkat tema “Aktualitas Perempuan di Era Digital” dan akan memberikan apresiasi kepada para blogger Perempuan Indonesia dalam ajang pemilihan Srikandi Blogger  2013 yang akan memilih blogger perempuan yang bisa menyampaikan dan mengaktualisasikan kegiatan atau aktivitasnya secara online maupun offline.
Seperti dilansir dari website resmi KEB, berikut adalah syarat pendaftaranya :
  1. Perempuan.
  2. Umur min. 20 tahun.
  3.  Blogger (mempunyai blog aktif dan update min. 2 tahun).
  4. Terverifikasi di grup KEB, like fan page KEB, dan follow twitter KEB.
  5. Lomba terbuka untuk seluruh member KEB di seluruh Indonesia.
  6. Membuat resume singkat tentang diri pribadi, blog, dan kegiatannya dalam bentuk attachment.
  7. Mengirimkan pendaftaran ke e-mail panitia KEB.SB2013@gmail.com dengan subjek: Pendaftaran Srikandi Blogger 2013, dan mencantumkan link blog di badan e-mail.
  8. Pendaftaran ditunggu paling lambat tanggal 2 April 2013.

Predikat yang diperebutkan  dalam ajang ini cukup menggiurkan yaitu :
  • Srikandi Award 2013
  • Srikandi Terfavorit 2013
  • Srikandi Persahabatan 2013
Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 memang telah usai, namun kesan dan pesan yang tergurat dalam ajang ini masih terasa gaungnya. Saya memang tidak mengikuti maupun menyaksikan acara ini secara langsung dan hanya membaca review yang ditulis makmin di website resmi KEB. Meski hanya menikmati baris kata-kata itu namun bagi saya ajang ini sungguh luar biasa maknanya. Dari beberapa makna positif yang tersembunyi dibalik ajang ini dapat saya terjemahkan sebagai berikut :

EDUKATIF
Meski pengumuman pendaftaran Srikandi Blogger 2013 telah menggema, namun ternyata banyak para emak yang meragukan kemampuan dirinya untuk mengikuti ajang ini.Tidak sedikit yang mengatakan “tidak PD” untuk ajang bergengsi ini. Namun para emak panitia tak kehilangan akal dalam mensupport para member agar membuang jauh rasa cemas yang tak penting tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan oleh makpon Mira Sahid ini, beliau yang mengetahui situasi ketidakPeDean para emak ini langsung tancap gas  “mengedukasi” mereka dengan menerbitkan catatan kecil yang ternyata dapat mengunggah semangat para emak untuk mendaftar. Senjata yang digunakan makpon adalah tulisan mengenai “percaya diri”, beliau memaparkan apa itu “nggak PD” hingga bagaimana mengatasinya. Menurut saya pribadi tulisan beliau begitu edukatif dalam hal pengembangan rasa percaya diri, tulisan beliau begitu solutif, berikut adalah kutipan tips membangun rasa percaya diri dari beliau :

1. Hindari ucapan “ah, engga PD.” -> ingat, apa yang kita ucapkan sangat mempengaruhi kita bertindak
2. Berteman dengan orang-orang positif, dan batasi untuk hal yang negatif
3. Kuatkan tekad (kalau udah niat, lanjut kerjakan)
4. Yakin dengan kemampuan diri yang dimiliki, respek terhdap diri sendiri.
5. Rendah hati dan tetap mau belajar

Nah lo, masih ga pede juga?

Belum cukup dengan senjata makpon? Tuh si makpun Indah Juli juga mengeluarkan jurus maut dengan twit-twitnya yang luar biasa membangun mentalitas para emak. Inilah beberapa senjata nuklir dari mak Indah Juli.

Pokoknya, untuk #SrikandiBlogger ini, emak-emak dibuat senyaman mungkin, nggak berat syaratnya, nggak pakai bayaran daftarnya #eh 
“Jadi, nggak ada lagi, kata2 nggak pede, belum cukup umur, belum ada prestasi, belum bisa ini itu. Yg penting semangat #SrikandiBlogger 
“Ditunggu pendaftarannya, Mak. Kalau malu daftar sendiri, minta didaftar sm teman blogger atau komunitas blogger yg diikuti #SrikandiBlogger

Well, ternyata mantra-mantra makpon dan makpun cukup ampuh untuk mendobrak minat para emak. Terbukti dengan banyaknya emak yang daftar yang selanjutnya “menyibukkan” para juri untuk memilih 50 kandidat terbaik, bisa dilihat disini ya siapa yang lolos 50 besar J.

Kemudian dari 50 kandidat emak-emak hebat ini disaring lagi menjadi 10 terbaik yang dinilai berdasarkan resume opini tentang Srikandi Blogger 2013 yang postingannya dapat disimak di blog mereka masing-masing. Resume yang mereka buat keren-keren loh, makanya mereka pantas masuk nominasi 10 besar. Visi dan misi mereka seandainya terpilih menjadi Srikandi Blogger 2013 itu loh yang mengagumkan, secara garis besar tujuan mereka sama yaitu mengedukasi, menginspirasi dan berbagi dengan para perempuan tanah air khususnya para blogger member KEB. Klik disini ya untuk melihat 10 besar nominasi Srikandi Blogger 2013 beserta resume opini mereka.

INSPIRATIF
KEB itu BEB! Kumpulan Emak Blogger itu menurut saya adalah perkumpulan yang membernya Bukan Emak Biasa. Selain saling menularkan bakat menulis, memperbesar komunitas juga berbagi banyak inspirasi mengenai banyak hal mulai dari kuliner, parenting, lingkungan, cerpen dan masih banyak lagi lainnya. Semangat berbaginya kian hari kian melangit nan pantang surut bak semangat yang dimiliki dan berusaha digapai oleh para kandidat dalam 10 besar kali ini. Simaklah betapa luar biasanya mereka!

Mak Anazkia, beliau ini sangat gemar berbagi terutama berbagi buku. Beliau dan para blogger lainnya pernah menghibahkan buku ke berbagai daerah yang ada di Indonesia. Selain itu beliau juga memiliki cita-cita mulia lainnya seperti mendirikan KEBpublishing yang tujuannya agar para emak dapat menerbitkan bukunya, WOW.

Finalis selanjutnya, mak Dina Begum ini memiliki seabreg rutinitas harian yang dijalaninya. Misinya sih simple banget “walk the talk”, namun belum tentu loh semua orang dapat melakukannya. Baginya menulis adalah melestarikan peradaban dan karenanya “jangan berhenti menulis” begitu kata mak Dina Begum. Beliau juga menginspirasi readersnya bahwa perpenghasilan dari rumah itu tidak mustahil seperti yang dilakukannya. Selain itu menurutnya orangtua harus melek dunia maya, tahu tatakrama menulis dan bergaul di internet agar bias membimbing anak-anak supaya cerdas berinternet.

Kandidat yang tak kalah keren adalah mak Shinta Ries, baginya “sharing is caring”. Emak yang satu ini gaul banget dan pinter web design loh. Eits, tapi beliau tidak pelit dan membagi-bagikan ilmunya itu secara GRATIS karena beliau ingin agar para emak blogger tidak gaptek sehingga tampilan blog para emak cantik seperti yang punya J.

AYO MENULIS! Begitu kata mak Myra Anastasia, menurut beliau semua perempuan bisa kok menulis, asalkan punya keyakinan dan mau melakukannya. Mak yang ini produktif banget dan memiliki banyak blog, salah satunya berisi cerita tentang anak-anak dan parenting. Baginya menulis itu seperti pisau semakin rajin diasah akan semakin tajam dan jika tak dipakai ya tak akan berfungsi. Maka dari itu beliau mengkampanyekan AYO MENULIS!

Berikutnya ada mak Diadjeng Laraswati. Beliau ini hobi fotografi, travelling dan tentunya menulis donk. Beliau memiliki kepedulian kepada sesama lewat tulisan yang ia posting di blog mengenai kesehatan, keluarga, travelling yang ia lakukan dan lain-lain. Mak Laraswati juga  ingin terus berbagi & mengedukasi perempuan untuk berbagi melalui tulisan atau menulis catatan. Edukasi tulis menulis yang beliau lakukan telah terbukti dengan terbitnya buku pertama sang buah hati, good jobs.

Emak inspiratif selanjutnya adalah mak Octaviani Nur Hasanah. Selain ngeblog, beliau ini pernah magang menjadi penulis scenario FTV loh. Emak ini menekankan 1 hal penting ketika menulis yaitu “positivity”. Menurut beliau apa yang kita tulis itu mempengaruhi orang lain, jadi sebaiknya kita menulis yang baik, positif  dan penuh semangat.  Beliau juga mengkampanyekan berantas kebiasaan mengeluh di blog & sosial media, lebih bersyukur dan ceria menikmati hidup J.

Jika mak Anazkia ingin mendirikan publishing untuk membantu para emak menerbitkan buku, maka emak ini malah sudah memilikinya. Layaknya mak Myra Anastasia yang berkata bermodal MAU maka kita BISA, menulis itu seperti pisau makin sering diasah semakin tajam, emak ini juga berkata demikian. Bagi emak ini menulis adalah terapi jiwa. Siapakah emak ini? Beliau adalah mak Alaika Abdullah :D .

Wuih, finalis Srikandi Blogger 2013 ada yang sudah menerbitkan buku loh dan & ada yang sudah cetak segera launching dalam waktu dekat. Dia adalah mak Winda Krisnadefa, keren ya J. Beliau Ingin sekali bisa punya akses, SDM dan dana untuk mengadakan pelatihan menulis fiksi untuk anak-anak usia sekolah. Sungguh cita-cita yang mulia, semoga terkabul ya mak, amin.

Bagi mak Nchie Hanie ngeblog adalah sampah emosionalnya, terapi jiwa sekaligus bisa menyeimbangkan jiwanya dalam kehidupan sehari hari. Beliau hanya ingin jadi diri sendiri, mandiri tanpa ketergantungan pada orang lain. Persahabatan bagi mak Nchie Hanie adalah saling menghargai satu sama lain “TAK PERLU” menuntut imbalan.

Cita-cita mulia lainnya juga dimiliki oleh mak Eka Putri. Melalui media blog beliau ingin mengkampanyekan “stop kekerasan pada anak”. Menulis di blog tentang buah hati juga juga dapat meredam marahnya dan lebih sabar. Dengan blog, beliau ingin anak-anak korban kekerasan tahu mereka harus minta bantuan, karena mereka masih punya masa depan. Dengan menulis di blog keadaan mak Eka Putri juga membaik dari depresinya dan harapan terakhirnya mengikuti Srikandi Blogger 2013 ini hanyalah ingin bisa lebih banyak berkontribusi untuk orang lain walaupun beliau hanya di rumah. Selain tiu beliau ini merupakan salah satu mentor dalam kelas online blogging yang diselenggarakan oleh KEB. Semoga harapannya terkabul ya mak, amin.

Wah, mereka benar-benar menginspirasi kita semua  ya ^_^. Apa yang mereka lakukan, tuliskan dan harapkan merupakan salah satu bentuk aktualisasi perempuan di era digital ini. Tentunya kita semua para blogger perempuan selain para finalis juga memiliki visi dan misi positif dalam dunia tulis menulis. Mari kita ikuti semangat mereka! J

Sebagai tambahan, mereka juga menginspirasi kita semua akan pentingnya persahabatan dan persaudaraan. Dapat kita simak comment-comment yang tertulis di bawah profil mereka masing-masing yang memperlihatkan bahwa ajang ini bukan sebuah kompetisi semata bagi mereka. Mereka saling mendukung satu sama lain tanpa merasa tersaingi. Persahabatan lebih penting bagi mereka juga bagi kita semua, mari kibarkan bendera KEB bersama-sama!

AJANG SILATURRAHIM
para emak KEB
Nyontek tulisan makmin dulu ah“Tanpa para emak, KEB tidak akan solid, sebagaimana yang dituliskan pakar marketing sekaligus CEO dan Founder MarkPlus, Inc., Hermawan Kartajaya dalam buku terbarunya Superhero Juga Manusia: suatu komunitas bertambah solid jika bisa memadukan aktivitas online dan offline. Sebuah komunitas online akan rapuh tanpa ada kopdar (kopi darat; pertemuan) yang teratur. Pertemuan-pertemuan offline itulah yang membuat hubungan antarmanusia di dalam komunitas semakin kuat. Komunikasi online akan makin mempererat lagi.”

Jadi menurut saya ajang Srikandi Blogger 2013 ini pas sekali menjadi sebuah implemntasi atas kutipan di atas. Selain berupa acara puncak penganugerahan acara ini juga sebagai ajang silaturrahim para member dan memperkuat tali persaudaraan sesamanya.

Penganugerahan Srikandi Blogger 2013 yang diselenggarakan tanggal 28 April 2013 di Gedung F Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta memberi kesan mendalam bagi semua hadirin saat itu.  Bahkan uraian airmata tak mampu mereka bendung atas rasa haru karena mereka bisa berada dalam satu ruangan, saling mendukung kepercayaan diri dan misi. Selain penuh semangat mereka juga sangat cantik dan menawan (lihat dari fotonya sih J ).

Saya dan para member KEB lainnya pasti juga berkeinginan sama yaitu melakukan kopdar dan melaksanakan aktivitas yang bermanfaat bagi grup maupun masyarakat.

FINALLY
Srikandi Blogger 2013 Award
Selanjutnya acara puncak yang ditunggu-tunggu pun tiba, pemegang predikat Srikandi Blogger 2013 ternyata dipegang oleh mak Alaika Abdullah. Beliau mendapatkan hadiah berupa 1 unit Acer Aspire V5-471PG (touchscreen notebook), paket Rinso (2 dus) dan Paket Wardah, serta mewakili KEB di Asean Blogger di Solo. Wow, hadiahnya amazing sekali ya, bikin ngiler aja  ^_^. Saya juga pakai laptop Acer sih tapi yang Aspire One 725 hehe (lha kok malah narsis).

Selanjutnya pemegang gelar Srikandi Favorit 2013 diraih oleh mak Anazkia dan beliau berhak membawa pulang 1 unit Acer Aspire E1-471. paket rinso (2 dus) dan wardah. Sementara itu predikat Srikandi Persahabatan 2013 didapat oleh mak Myra Anastasia, beliau berhak atas hadiah 1 unit Acer Aspire E1-471. paket rinso (2 dus) dan wardah. Wah, mak Haya Alia Zaki ternyata mendapat predikat Blogger Inspiratif loh, beliau pun membawa pulang TV, paket rinso dan wardah. Predikat tambahan lain diperoleh mak Yati Rachmat, Blogger dengan Lifetime Achievement dan membopong TV, paket rinso dan wardah kerumahnya.

Selain para peraih predikat di atas, masih ada banyak lainnya yang mendapat hadiah menarik. Ketujuh finalis  mendapatkan TV Samsung, Paket Rinso dan paket Wardah. Lomba livetweet dimenangkan oleh Ria Citinjaks, Herdis Suryatna dan Caroline Adenan yang memenangkan kulkas, Acer Iconia B1 dan blender Electrolux. Best dress dimenangkan oleh Echa dengan membawa pulang sebuah kulkas. Peserta paling jauh diberikan pada mak Anazkia yang datang dari Kuala Lumpur, mendapatkan blender Electrolux. Acara juga bertabur hadiah games dan doorprize berupa paket Wardah, Paket dus Rinso (5),  voucher Samikuring ( 3pcs x Rp 100.000), voucher Carrefour (7pcs x Rp  200.000).

Well, selamat ya untuk para pemenang, semoga hadiahnya barokah dan semakin semangat dalam menulis dan berbagi. Semoga ajang ini adalah gerbang awal bagi KEB dalam menuju kesuksesan yang lebih besar, amin.

Saya juga salut untuk para emak panitia yang telah berusaha menyukseskan acara ini, karena pada dasarnya mereka juga berhak mengikuti dan menyabet gelar Srikandi Blogger 2013 ini. Dengan mengenakan selempang Srikandi Blogger 2013 atau tidak, namun dengan dedikasi kita pada per-bloggingan sebenarnya kita semua adalah Srikandi Blogger. Yaiyalah masa Arjuna Blogger, hehe….

Sukses buat kita semua J


Posted By Lamiati Saputra05.29