Ads

Ads
Sprei Handmade Jogja

Featured Posts

Tuesday, 6 December 2016

Mides, Makanan enak khas Pundong, Bantul

Posted by lamiati Saputra at 16:54 0 Comments

Menu ini namanya Mides, merupakan menu olahan mie khas daerah Pundong, Bantul, Yogyakarta. Ada juga yg menyebut mie bomber.

Mie nya di buat secara khusus ya, jd bukan mie kuning di pasaran. Mie nya besar2, bentuknya kotak gitu (yg biasa sy beli) dg tekstur lebih Kenyal di banding mie telur pada umumnya.

Menu mides biasanya ditawarkan dalam dua penyajian yaitu mie goreng &  mie kuah. Yg sedang sy potret ini adalah menu mides goreng. Bumbu mides ini hampir mirip dengan mie Jowo, menggunakan terasi dalam racikan bumbunya. Di mides ini sayangnya tidak ada suwiran daging ya, hanya telur orak arik. Selain itu utk toppingnya di beri kubis iris mentah &  mentimun. Soal rasa, lidah saya langsung jatuh cinta dg menu ini,  rasanya gurih &  enak sekali. Utk dapat menikmati menu ini bisa berkunjung ke daerah Pundong, Bantul karena didaerah lain belum banyak yg jual.

Menu mides ini dapat di nikmati hanya dengan merogoh kocek sebesar Rp. 7.000 saja.  Hmmm...  Murah &  enak bukan? 😋😋  Warung mides favorit sy di mides bomber samping toko idaman,  dekat pasar pundong. Rasanya gurih, nikmat, pas sekali, sy order tanpa vitsin pun tetap enak berarti kokinya emang jago masak ya  bukan koki micin 😂😂😂

Monday, 29 December 2014

Blogger app, Cara ngeblog paling simpel

Posted by lamiati Saputra at 20:34 1 Comment

ehmmm udah lama gag ngeblog sejak memulai bisnis baru #halah, kangen jg sama aktivitas yg satu ini. Bagi saya menulis = menutrisi otak selain itu juga sebagai wahana refreshing atas segala kepenatan.



Alasan lain lama ga ngeblog juga karena saya terbiasa blogging menggunakan leptop padahal kini si lepi jarang bgt sama saya. Udah gitu saya juga ga nyoba ngeblog pake handphone coz kalo internetnya ga oke malah bikin bete....



Tibalah suatu hari keinginan untuk aktif ngeblog timbul kembali, but dengan segudang alasan dan tapi.



Untung suami tercinta selalu setia membantu hehe... sy yg udah cukup lama pake android ini dudul karena ga tau kalo di play store udah ada aplikasi yg mempermudah para blogger untuk melakukan aktivitabhs blogging secara simpel.



Tadaaaaa... berkat suami tercinta kini blogger app sudah nongkrong di dekstop smartphoneku...



Karena penasaran dan ga sabaran pengen segera blogging so langsung ajah cap cus buat nyobain.



Aseeek ternyata memang cukup simpel, mudah dan cepat. Pada page pertama kita bisa melihat daftar postingan kita maupun draft. Perhatikan icon pensil dan klik maka akan terbuka halaman untuk entry postingan. Fasilitas di halaman entry ada tanda B untuk menulis hurup tebal, I untuk tulisan miring, dan tanda rantai yang artinya kita bisa membuat link di dalam postingan kita.



Jika selesai mengetik bisa klik tanda DONE dan postingan bisa langsung dipublikasikan. Bisa juga memasukkan gambar dalam postingan, tinggal klik aja icon camera. Cukup mudah bukan?



Yang jelas, dengan hadirnya blogger app aktivitas ngeblog bisa dilakukan dimana dan kapanpun tanpa rempong bawa leptop atau pake pc hehe



Bagi blogger yang belum mengunduh aplikasi ini, cepetan dan segeralah perbanyak aktivitas bloggingmu hehhee :)

#menulis=menutrisi 



Tampilan blogger app

Tuesday, 24 June 2014

Rekreasi "Sehat" dengan Rp. 50.000 :D

Posted by lamiati Saputra at 23:29 21 Comments
Libur tlah tiba...libur telah tiba...hatiku gembiraaaaaa :). Hehe siapa sih yang tidak suka liburan, apalagi kalau liburannya diisi dengan jalan-jalan atau aktivitas menyenangkan lainnya. Buat karyawan seperti saya yang kebetulan memiliki waktu kerja berbeda dengan lainnya tentu membuat saya lebih bersemangat menyambut libur yang datang. Bagaimana tidak, kalender saya ibarat kalender fotokopian alias hitam semua alias setiap hari kerja. Tanggal merah tak ada yang berlaku di tempat saya bekerja, dalam sebulan saya mendapat jatah libur 4 hari saja dan itu pun tak selalu terpakai. Cuti resmi saya terakhir adalah bulan Januari 2014 sebelum akhirnya saya kembali mengambil cuti pada bulan Mei ini. Kebayang kan gimana penat dan letihnya saya? Untuk merefresh pikiran dan jiwa saya akhirnya kesempatan libur saya gunakan untuk mudik ke Jogja dan Madiun. Nah, disela-sela waktu liburan tersebut saya tak mau mengasingkan diri dalam rumah dan mengisi hari-hari dengan refreshing. Selain itu kebetulan saya juga sedang merilis blog baru bertema wisata/perjalanan so saya mengunjungi beberapa tempat wisata maupun lokasi menarik lainnya untuk menulis artikel dan mendapatkan foto.

Eits, liburan saya kali ini temanya adalah liburan "sehat"! Loh kok? Bingung yua, hehe. Maksudnya adalah saya harus mendapatkan liburan yang benar-benar menyenangkan namun "menyehatkan". Ya sehat pikirannya (fresh), sehat matanya (dengan pemandangan indah) dan yang pualiiinng penting adalah sehat dompetnya hehehe. Maklum, kantong saya baru saja terkuras oleh banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan disini. Nah, untuk mendapatkan liburan yang saya ingini tersebut saya pun menentukan lokasi-lokasi yang akan saya kunjungi. 

Pada tanggal pertengahan mei lalu misalnya, meski seharian berkeliling Malioboro dan sekitarnya namun kantong tetap tebal loh. Pagi itu saya memulai start dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB diantar oleh si merah Yamaha Mio. Ngomong-ngomong motor ini hemat loh sehingga menunjang aktivitas rekreasi murah saya. Sebelumnya memang sempat dirawat sama bengkel langganan sih, selain jadi oke banget ternyata juga jadi hemat BBM. Jadi ngebayangin seandainya saja pakai Yamaha Mio Fino terbaru pasti lebih hemat tanpa perlu disetting. Bahkan Yamaha Mio Fino juga menempati deretan motor teririt di tahun 2014 ini menurut salah satu portal berita online. 

mieagoblog.blogspot.com
Tamansari Yogyakarta

Eits, sebelum berangkat sarapan dulu ya di rumah coz ini merupakan peraturan dari ibu atau saya tidak boleh bepergian hahaha #ancaman yang nikmat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Taman Sari yang merupakan situs bekas taman istana keraton Yogyakarta. Di tempat ini dapat ditemui mulai dari pemandian Umbul Binangun, ruang istirahat sultan hingga masjid bawah tanah. Wilayah Taman Sari ini cukup luas ya dan sebagian bercampur dengan pemukiman penduduk. Nah, agar tidak bingung mulai dari mana dan berakhir dimana kunjungan anda sebaiknya memanfaatkanlah jasa guide yang tersedia. Di tempat ini yang berperan sebagai guide adalah warga sekitar lokasi wisata yang mengais rupiah dengan menjadi pemandu para tamu. Eits jangan salah, meski warga kampung namun mereka sangat lihai melafalkan berbagai bahasa di dunia mengingat turis mancanegara yang datang kesini juga tidak sedikit. Secara kasat mata tampilan mereka memang biasa saja bahkan pakaian yang dikenakan pun seadanya alias tidak memakai seragam khusus. Saya pun akhirnya juga memakai jasa salah satu guide yang mengantarkan saya menglilingi Taman Sari ini. Untuk mendapatkan jasa guide inipun tak perlu mengeluarkan kocek terlalu dalam. Untuk turis lokal jasa mereka dihargai antara Rp.10.000-Rp.30.000, sedangkan saya kemarin mengambil nilai tengahnya yaitu Rp.20.000 hehe. Oya, untuk memasuki kawasan ini saya tidak bayar loh alias gratis, mau gratisan juga (boleh degh pm saya) hehe. 

Mieagoblog.blogspot.com
At Malioboro


Setelah puas mengunjungi lokasi wisata Taman sari, sayapun melanjutkan perjalanan ke area Malioboro. Wow, ramai sekali ketika saya berkunjung kesini mungkin karena sedang musim liburan ya. Untuk dapat berfoto di palang nama Jl. Malioboro saja saya harus keroyokan dengan anak-anak sekolahan tersebut, fiuhhtt...! Saya pun menyusuri jalan Malioboro dari ujung utara hingga selatan untuk mencari-cari info untuk artikel juga mengambil beberapa foto. Semua sudah tau donk kalau Malioboro merupakan surga belanja bagi para wisatawan yang datang ke Jogja. Rasanya belum ke Jogja kalau belum mendatangi tempat ini. Beraneka pakaian dan aksesoris murah dapat diperoleh di sepanjang jalan ini sebagai buah tangan. Di kawasan ini juga banyak penginapan murah yang dapat menjadi alternatif bagi para backpacker. Dan...dan...dan... masih banyak lagi yang dapat ditemui di tempat ini. Yang jelas untuk jalan-jalan kesini tidak perlu bayar tiket :). Kalo saya sendiri kalau sedang santai suka sekali datang ke tempat ini untuk sekedar nongkrong sambil nyari grup pengamen jalanan yang sedang beraksi dengan ketipungnya hihi.

Miegoblog.blogspot.com
At Museum Vredeburg


Selanjutnya, saya melanjutkan perjalanan ke arah selatan Malioboro dan parkirlah si Mio merah di halaman parkir Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg merupakan museum yang terletak di depan Gedung Agung dan berisi beraneka diorama sejarah Indonesia. Pada bagian luar sebelah selatan bangunan ini terdapat monumen 11 Maret yang dikelilingi oleh pagar besi. Selain berfungsi sebagai museum, tempat ini juga sering kali dipakai sebagai lokasi pameran juga berbagai atraksi kesenian Yogyakarta. Keasyikan jeprat-jepret di tempat ini tak terasa senja telah tiba dan mataharipun menuju ufuk barat sebagai tanda perjalanan hari itu harus diakhiri. Pengennya sih langsung pulang tapi perut dari tadi protes minta diisi karena memang belum melakukan santap siang. Akhirnya saya beranjak untuk mencari santap siang di warung mie dan bakso langganan hubby. Meski warung, namun mie dan bakso ditempat ini sangat lezat loh bahkan pemiliknya pernah mendapatkan sebuah penghargaan. Semangkuk mie ayam super lezat dan segelas es jeruk favorit menemani lunch hari ini. Meski makanan di tempat ini sudah terkenal seantero Jogja namun syukurlah harga yang dipatok penjualnya tidak melangit. Seporsi mie ayam dan es jeruk hanya dibanderol Rp.9.000 saja dan perut sudah kenyang ga karuan bahkan saya tidak menghabiskan mienya karena sudah tidak sanggup lagi.

Puas dengan semangkuk mie ayam dan segelas es jeruk akhirnya saya pun memutuskan untuk beranjak pulang. Ngomong-ngomong habis berapa ya seharian keluyuran kesana kemari, mahal ga sih? Yuk, coba kita hitung bareng-bareng hehe...

Tiket Taman Sari Rp. 0
Guide Taman Sari Rp. 20.000
Tiket parkir Malioboro Rp. 2.000
Tiket parkir Vredeburg Rp. 2.000
Mie ayam + Es jeruk Rp. 9.000
BBM Rp. 15.000
Total = Rp. 48.000

Tuh khan, cuma habis Rp.48.000 padahal destinasi yang saya kunjungi lumayan banyak. Itu pun yang membuat biaya jadi bengkak juga karena guide, coba tidak usah pakai guide segala tentu biayanya lebih murah. Hanya saja saya mengharuskan diri memakai jasa guide karena saya mengunjungi Taman Sari kan memang bukan untuk sekedar jalan-jalan melainkan untuk membuat liputan. Oleh karena tulisan yang saya sajikan nantinya harus seotentik mungkin maka keberadaan seorang pemandu sangat diperlukan.

Nah, demikian kisah jalan-jalan "sehat" saya kali ini. InsyaAllah akan ada lanjutan tulisan lagi di hari dan lokasi yang berbeda. Conclusionnya adalah kalau kita bisa happy dengan ongkos mini, ngapain cari yang mahal hehe. Thanks juga buat si Mio yang sudah menemaniku berpleasure ria :).



Thursday, 22 May 2014

Miea Best Handmade

Posted by lamiati Saputra at 08:18 5 Comments

“Aku Cinta Produk Indonesia”, “Cintai Produk Dalam Negeri”, “Cinta Produk Indonesia”, dan masih banyak lagi slogan-slogan senada yang dikampanyekan baik oleh pemerintah, komunitas hingga masyarakat Indonesia secara pribadi. Slogan seperti demikian dibuat tentu bukan tanpa maksud melainkan untuk menanamkan, memupuk dan memperkuat jiwa nasionalisme rakyat Indonesia. Di era pasar bebas seperti saat ini bukan hal yang sulit bagi kita untuk membeli, menggunakan atau mengoleksi produk-produk luar negeri yang membanjiri pasar tanah air. Di tengah serbuan produk-produk asing tersebut tidak seharusnya melunturkan rasa nasionalisme kita sebagai rakyat Indonesia. Sudah sepatutnya kita lebih bangga terhadap produk dalam negeri yang merupakan hasil kreasi anak bangsa.

Banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kita terhadap produk Indonesia. Kita dapat menggunakan, memasarkan bahkan memproduksi aneka produk kreatif Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam nusantara yang begitu melimpah. Memang tidak selalu mudah untuk memulai sebuah usaha di bidang kreatif. Namun selama kita memiliki niat yang mantap, kemauan, kemampuan serta ketekunan setidaknya kita telah memiliki modal awal untuk mewujudkan keinginan menjadi pengusaha yang berkonsep cinta tanah air.

Seperti halnya yang saya lalukan baru-baru ini dengan berjualan produk handmade perlengkapan kamar tidur. Saya memang pemain pemula dalam bidang ini tetapi saya memberanikan diri terjun ke dalam pasar bersegmen ini karena saya mempunyai keyakinan yang kuat, terus berusaha dan selalu berdoa untuk keberhasilan saya di masa mendatang. Amin.

Saya memang menyukai perniagaan sejak duduk dibangku perkualiahan dulu dan jiwa berdagang rasanya kian merasuki diri saya. Semasa kuliah saya pernah berjualan es, keliling berjualan telur asin bakar hingga memproduksi dan memasarkan nugget ikan secara door to door sambil menenteng sterefoam di tangan. Selepas kuliah saya bekerja di salah satu perusahaan pakan udang besar di Indonesia, saya ditempatkan di salah satu satu farm customer sebagai laborat di tambak udang vannamei dan lokasinya cukup terisolir. Dengan kondisi yang demikian saya pun memanfaatkan dengan berjualan pulsa elektronik kepada karyawan tambak tersebut dan berlangsung hingga kini. Saya juga pernah berjualan aneka tas dan dompet murah namun tidak berjalan lancar bahkan saya mengalami kerugian cukup besar akibat penipuan yang dilakukan oleh seorang oknum pembuat tas. Saya telah banyak mengalami kegagalan dan terus terang hal tersebut sempat membuat saya down namun saya berusaha untuk bangkit dari keterpurukan dengan mencoba hal-hal baru seperti yang saya lakukan sekarang ini. Adapun beberapa produk yang saya tawarkan ke pasar seperti berikut ini!

Sprei dan Bed Cover Handmade (Made by Order)
mieagoblog.blogspot.com
Contoh produk sprei & bed cover yang sudah jadi dan siap kirim

Memilih perlengkapan kamar tidur seperti sprei dan bed cover yang berkualitas memang menjadi bagian penting karena dapat mempengaruhi kenyamanan seseorang dalam menikmati malam panjang nan berkualitas. Mungkin aneka produk dan merk sprei ternama telah menjamur di pasaran, lalu apa alasan saya memilih menjual produk serupa tetapi handmade?

-          Bahan Berkualitas
Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kini menjadi pertimbangan utama seseorang dalam menentukan produk yang akan dibeli termasuk sprei dan bed cover. Dalam memproduksi produk sprei dan bed cover ini kami menggunakan tiga jenis bahan yang berbeda yaitu, Cotton Viscose disebut juga katun lokal/katun Korea, Satin Jepang dan Sutra Organik. Untuk katun lokal tentu kami menggunakan kain dengan kualitas terbaik di kelasnya, itulah mengapa kami berani bersaing dengan merk kenamaan. Bahan yang kami gunakan sangat halus, lembut, tidak berpasir, tidak berudul, adem, nyaman digunakan dan sesuai dengan iklim Indonesia yang tropis. Jenis kain untuk produk sprei memang beragam sehingga pelanggan juga perlu mengetahui bahan macam apa yang akan ia dapat untuk selembar sprei. Untuk kelas low end biasanya sprei yang beredar dipasaran menggunakan full polyester atau campuran antara polyester dan rayon, bahan ini cenderung kasar dan agak panas saat digunakan. Sedangkan sprei kenamaan dalam negeri kebanyakan sudah menggunakan Cotton Viscose (CVC) dengan perbandingan 65% katun dan 35% polyester. Untuk CVC sendiri perbandingan keduanya memang sangat beragam jadi anda dapat menanyakannya kepada penjual sprei akan kualitas sprei yang dibeli. Nah, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik kami menggunakan full cotton atau 90% katun & 10 % polyester. Dengan kualitas yang lebih baik tentu pelanggan juga akan suka rela mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk mendapat banyak kelebihan. Segmen ini menyasar kepada para konsumen yang lebih mementingkan kualitas dari pada sekedar label.

-          Ukuran dan Motif Sesuai Pesanan
Apa sih keuntungan made by order? Kami memang menerapkan sistem made by order dalam melayani konsumen sprei dan beed cover handmade ini. Made by order memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginannya yaitu ukuran dan motif pilihan pelanggan sendiri. Kami menyediakan ratusan motif sprei mulai dari motif anak-anak, remaja, dewasa hingga aneka motif bola. Kami juga rajin mengupdate motif terbaru agar pilihan pelanggan semakin beragam. Pelanggan juga dapat memesan motif kombinasi (misal ada dua bantal yang satu motif seperti sprei dan satunya lagi motif doty), tentu hal ini tidak dapat dilakukan jika membeli sprei di pasar.
mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif anak


mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif dewasa

-        -          Fleksibel & Suka-suka
mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif kombinasi pesanan konsumen

Sprei dan bed cover handmade ini dapat dipesan secara fleksibel dan sesuai kebutuhan pelanggan. Selain dapat memilih ukuran dan motif yang diinginkan, pelanggan juga dapat menambah jumlah sarung bantal misalnya atau bantal cinta. Pelanggan juga dapat menambah tinggi sprei atau menambahkan rumbai pada sprei yang diidamkan. Sangat fleksibel bukan?
-           
Diversifikasi Produk
Selain sprei dan bed cover kini juga telah tersedia produk lain dengan bahan kain sprei. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi permintaan pasar yang kian beragam terhadap handmade berkualitas berbahan katun super ini. Beberapa produk diversifikasi kain sprei ini diantaranya yaitu baby bed set, mukena anak, bantal lantai, tutup tv, bantal cinta, korden, set ruang tamu hingga set ruang makan. Untuk baby bed set terdiri dari kasur bayi, 1 buah bantal, dua buah guling dan dapat disertai selimut. Sedang untuk set ruang makan terdiri dari taplak meja, sarung galon, sarung Magic com, tutup tudung saji dan sarung tempat tisu. Adapun set ruang tamu terdiri atas taplak meja, 5 sarung bantal dan sarung tempat tisu. Sebagai salah satu usaha produk kreatif, diversifikasi produk akan terus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan mengikuti trend dan kondisi terkini.
mieagoblog.blogspot.com
Contoh baby bed set

mieaghoblog.blogspot.com
Contoh korden handmade
mieagoblog.blogspot.com
Contoh set ruang tamu
mieagoblog.blogspot.com
Contoh set meja makan

Kiat Promosi
Seperti yang telah saya katakan di atas bahwa saya adalah pemula dalam bisnis handmade ini. Untuk saat ini promosi yang saya lakukan baru sebatas promo melalui BBM dan mulut ke mulut. Untuk memperluas pasar kini saya sedang merilis online shop yang akan segera launching beberapa waktu ke depan. Berbagai alternative marketing juga telah dipersiapkan untuk menunjang keberhasilan usaha.
mieagoblog.blogspot.com


mieagoblog.blogspot.com
Contoh : Promosi yang berlangsung saat ini

Selain itu saya juga melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak penjualan melalui promo-promo spesial. Misalnya saja pada awal bulan Mei lalu saya mengadakan promo free ongkir untuk kawasan Situbondo dan sekarang juga sedang berlangsung promo diskon untuk pembelian bed set (sprei+bed cover). Kegiatan promo menarik tentu tidak berhenti sampai disini dan kami akan terus berinovasi dengan deal-deal menarik lainnya untuk mengatrol jumlah konsumen.

mieagoblog.blogspot.com pojokhandmade.com
Hal lain yang ingin saya lakukan adalah mengikuti pameran produk-produk UKM atau karya kreatif anak bangsa lainnya agar produk handmade kami semakin dikenal khalayak. Menurut saya pameran produk asli dalam negeri seperti pameran produk Indonesia yang akan diselenggarakan di Bandung, Harris Convention Festival CTLink, 22-25 Mei mendatang ini merupakan ajang yang patut diapresiasi karena dapat meningkatkan image positif produk dalam negeri dan meningkatkan ekonomi daerah juga pelaku usaha.

Dengan tetap mempertahan kualitas seiring meningkatnya kuantitas semoga apa yang saya usahakan dan pelaku usaha lainnya lakukan dapat tumbuh berkembang pesat. Dengan kian banyaknya pengusaha-pengusaha baru yang bermunculan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran karena tercipta banyak lapangan kerja baru. Hal ini juga merupakan salah satu upaya mengentaskan rakyat Indonesia dari jurang kemiskinan, ingat bahwa miskin bukanlah turunan!!! So, mari berwirausaha & sukses buat kita semua. Amin. Cintailah produk Indonesia seperti mencintai diri sendiri ^_^.

Bagi yang berminat dengan produk sprei handmade dan produk diversifikasinya monggo menghubungi saya di :
PIN BB : 74CF012D
HP/Whatsapp : 083835701113
Email : lamiatisaputra@yahoo.com     
Happy shopping n matur suwun 


Wednesday, 21 May 2014

Culinary Sensation at the Cafe de Fino

Posted by lamiati Saputra at 07:31 3 Comments
mieagoblog.blogspot.com
Mejeng di Cafe De Fino Jogja

Awesome and so delicious is the right word to describe the taste of the food at Café De Fino Alive Dining Fusion, Yogyakarta. Yups, setelah kemarin saya menulis sedikit review tentang Café De Fino Atmosphere di Alive Dining Fusion. Kini saya kembali mengulas tentang salah satu café branding Yamaha tersebut dengan review kuliner lezatnya. Yamaha memang benar-benar selektif dalam memilih tempat yang akan dilabeli sebagai Café De Fino olehnya. Tentunya sebuah tempat having fun yang dapat mewakili si skuter Fino dari Yamaha itu sendiri yaitu classic nan modern.

Café Alive sendiri yang tampil dengan nuansa sangat klasik terlihat tampil natural, unik namun tidak meninggalkan kesan modern yang tampak pada beberapa bagian café. Pada saat berkunjung ke café keren Jogja ini saya memilih meja no 27 di lantai dua café. Di lantai dua ini pengunjung dapat menikmati suasana café dengan view kota Jogja (bangunan sekitar lokasi) plus segarnya angin sepoi yang menghampiri. Kebetulan saya datang ketika sore hari so panas mentari udah ngilang plus dapet angin segar karena memang tempatnya terbuka.

mieagoblog.blogspot.com
Alive Passport
Sebelum datang ke Alive Café sebenarnya saya baru saja melakukan santap siang bersama hubby so kesini mau cari dessert sama cari minuman seger buat mbasahin tenggorokan yang entah kenapa hari itu kering terus. Begitu duduk, disamperin degh sama si mbak-mbak berkaus merah sambil membawakan Alive Passport. What, passport? Kayak mau keluar negeri aja hehehe. Yups, tidak hanya menyajikan tempat yang super cozy dan unique tapi di café yang satu ini memang serba unik termasuk buku menunya yang ala passport. Buku menu unik ini menampilkan seabreg menu makanan dan minuman andalan kafe yang bertengger di Jalan Timoho 49A ini. Oya, di Café De Fino satu ini juga memiliki jam buka yang unik dengan menu yang berbeda yaitu pagi/siang untuk menu Asian dan sore/malam untuk anda penggemar menu western. So, jika ingin menikmati sajian tertentu yang diidamkan silahkan perhatikan dahulu jam kunjungan anda di kafe ini.

mieagoblog.blogspot.com
Contoh Menu di Alive Cafe
Saya tidak memerlukan waktu yang lama untuk menentukan sajian lezat yang ingin saya cicipi kali ini karena sudah saya rencanakan sebelumnya. Langsung saja saya memesan menu crème brulee untuk dessertnya dan mantau untuk dimsum. Sedangkan untuk minuman saya memesan 1 Avocado Milk Juice dan 2 lime squash. Tak berapa lama kemudian pesanan kami datang dan tak sabar rasanya lidah ini menjelajah nikmatnya kudapan yang tersaji di depan mata. Langsung saja lebp…tanpa sungkan-sungkan dan ternyata rasanyaaaaa??????? Penasaran? Monggo disimak review pesanan saya di Café De Fino ini ^_^ !!!

Crème Brulee
mieagoblog.blogspot.com
Creme Brulee by Alive Cafe

Sebelum datang kesini pun saya sudah ngiler dengan dessert satu ini. Crème brulee sendiri merupakan hidangan penutup yang berasal dari Perancis berbahan utama susu, kuning telur serta gula sedangkan bagian atasnya ditutup dengan lapisan caramel yang keras. Sebelumnya saya pernah mendengar bahwa menu ini recommended di Alive Cafe dan sangat membuat saya penasaran dengan rasanya. Tanpa basa-basi saya sikat saja krim gosong nikmat ini dan “woooowwww” rasanya benar-benar luar biasa nikmat. Sangat lembut dan yummiiii menggeliat di lidah. Untuk dapat menikmati seporsi dessert ala Perancis ini saya harus merogoh kocek senilai 21K. Setelah merasakan sendiri awesome-nya crème brulee by Alive Café ini saya turut merekomendasikan menu yang satu ini bagi siapapun yang bertandang kesana. Apapun makanannya, crème brulee dessertnya :D!

Mantau
mieagoblog.blogspot.com
Mantau by Alive Cafe

Menu berikutnya yang saya  pesan adalah Mantau. Di Alive café and resto sendiri menawarkan berbagai menu dimsum yang dapat dipesan sesuai selera. Kebetulan lagi kepengen yang manis-manis jadi pesan Mantau saja yang terdiri dari bakpau steam dan susu kental manis. Untuk tampilan penyajiannya cukup menarik ya, antara mantau dan susu kental manisnya juga ditempatkan secara terpisah, coba aja lirik foto di bawah ini! Sedangkan rasanya juga lumayan enak, kalau mau ga terlalu manis langsung aja lahap mantaunya but kalau mau manis tinggal cocol saja ke susu kental manisnya. Seporsi mantau di kafe ini dihargai 14K dan anda akan mendapatkan 3 buah mantau berukuran sedang J.

Lime squash alias es jeruk
mieagoblog.blogspot.com
Lime Squash by Alive Cafe

Saya adalah pecinta minuman ber-flavour jeruk tapi bukan yang sintetis loh ya. Hampir setiap makan di warung, rumah makan, kafe maupun restoran saya memesan es atau jus jeruk. Bahkan sebelum berangkat ke Alive Café sebenarnya saya baru saja minum es jeruk. Namun, lagi-lagi es jeruklah yang saya pesan di Café De Fino ini. Saya memang sering membandingkan taste minuman jeruk dari berbagai tempat yang berbeda untuk mengetahui minuman rasa jeruk yang recommended bagi saya. Well, rasa lime squash aka es jeruk yang disajikan Alive Café cukup nendang rasanya, begitu alami dan sangat segar. Pengunjung juga dapat memutuskan sendiri ingin minum es jeruk tanpa gula atau dengan gula karena gula cair disajikan secara terpisah. Penyajian seperti ini bagus menurut saya karena di era kekinian banyak orang yang menghindari asupan gula dalam jumlah tinggi sehingga keputusan penggunaan gula benar-benar ada di tangan pelanggan. Segelas kesegaran es jeruk ala Alive Café dapat diperoleh dengan harga 12K.

Avocado Milk Juice Alias Jus Alpukat
mieagoblog.blogspot.com
Avocado Milk Juice by Alive Cafe
Kalau yang ini sih pesenan hubby yang kebetulan penggemar berat jus alpukat. Untuk jus alpukatnya kata hubby (karena saya ga ikut minum) sangat kental mungkin karena buah alpukat yang digunakan banyak ya alias ga  sekedar air rasa alpukat doank. Kalau berbicara soal kualitas tentu jus yang kental sangat bermutu karena mengindikasikan banyaknya buah yang terpakai dalam jus. Nah, lain lagi kalau ngomongin soal haus hehehe. Karena suami saya lagi haus akhirnya ga lega menenggak jus alpukat yang super kental dan manis ini :D. Akhirnya ngikutin jejak saya degh memesan lime squash yang memang super segar hehehe. Untuk jus alpukatnya saya kira sesuai selera ya, bagi yang hobby minuman super manis mungkin bisa menjadi pilihan. Jus alpukat susu ini dapat dinikmati dengan membayar 18K.


Conclusion
Demikian ya review 4 menu dari Café De Fino Alive Dining Fusion. Sebenarnya penasaran juga sih dengan seabreg menu lainnya but kapan-kapan degh kesana lagi. Overall menu yang saya pesan its good taste terutama crème brulee-nya. Untuk harganya monggo dilihat dan dinilai sendiri apakah termasuk low price or expensive tapi ingat kenyamanan tempatnya juga merupakan nilai plus tersendiri karena tidak banyak tempat dengan konsep seunik ini setidaknya menurut saya.


Nah, buat yang mau nongkrong di Alive Café sambil ditemeni si motor classic Yamaha Mio Fino silahkan mangkal aja di lantai satu. Disana kamu bakal ditemenin sama skutik baru by Yamaha bernopol AB 115 FI. Yang jelas di tempat bernuansa ambience country ini kamu juga akan ngerasain ke-klopan antara style Mio Fino dan Alive Dining Fusion yang so classic, retro but modern.

Monday, 5 May 2014

Retro Atmosphere on Alive Fusion Dining (Cafe de Fino)

Posted by lamiati Saputra at 09:27 6 Comments
Cafe de Fino, Alive Fusion Dining


Hoaaaammm….! Rasa capek dan kantuk menghampiri ketika ngetik tulisan ini tapi mau gimana lagi udah mepet waktunya alias menjelang deadline. Sebenarnya saya cukup kesal dengan diri sendiri karena telat mengetahui writing blog contest dari pojokyamaha.com apalagi sejak akhir April kemarin kerjaan saya menggunung. Namun saya tetap ingin berkontribusi dalam ajang ini karena selain ini merupakan ajang menarik juga karena saya mencintai segala sesuatu tentang my Jogja (kecuali yang negatif loh ya :D). Udah gitu pihak pojokyamaha.com mengajukan tema yang berbeda tiap dua minggu selama periode lomba. Artinya, saya tidak harus mereview secara keseluruhan dalam sekali waktu atau cukup sesuai tema yang berlaku pada saat itu saja. Hal ini sangat…sangat… menolong saya mengingat saya terbiasa mendetail dalam menulis khususnya dalam hal review.

Mungkin ada yang bingung ya dengan prolog saya di atas, saya ini ngomongin apa sih kok ada pojokyamaha.com lah, ada review lah, emang maksudnya apa sih? Oke…oke…sedikit saya jelaskan disini. Pojokyamaha.com itu sendiri merupakan new portal by Yamaha yang merupakan tempat para blogger pecinta Yamaha berkumpul. Nah, mereka sedang mengadakan kontes review berkenaan dengan Café De Fino yang  dua diantaranya café yang di branding  tuh ada di Jogja. Menilik nama Café De Fino, kebanyakan dari kita pasti sudah menafsirkan bahwa penamaan tersebut berkaitan dengan salah satu produk unggulan Yamaha yaitu Mio Fino. Yup bener, memang begitu kenyataannya bahkan di café dengan label de Fino tersebut juga terpajang koleksi Mio Fino terbaru. Denger-denger sih yang ini sudah injeksi (YMJet-FI) gitu juga banyak kelebihannya dibanding pendahulunya yang masih karburator. Misalnya saja volume tangki yang lebih besar kemudian dilengkapi juga dengan Smart Lock System, Smart Side Stand Switch, dan Integrated Key Shutter. Eits, untuk membuktikan kebenarannya silahkan hubungi dealer Yamaha ya hehehe :D

Nah, jujur saja ada yang membuat saya bingung terkait Café De Fino ini. Diantaranya seabreg café di kota gudeg ini kenapa kok yang dipilih Tickles dan Alive Dining Fusion? Namun setelah melihat kafe-kafe tersebut saya cukup mengerti  kenapa Yamaha memilih kedua kafe tersebut untuk dilabeli sebagai Café De Fino. Untuk review yang pertama ini saya ingin bergumam mengenai Café De Fino on Alive Dining Fusion. Menurut saya, gaya, aroma dan atmosfer kafe tersebut “Fino banget”!!! why? Tau kan gimana gaya skutik Yamaha Mio Fino? Mio Fino style is so classic, unique, retro, trendy and super cozy. Gaya Mio Fino seolah terwakili oleh konsep Alive Dining Fusion yang ambience country style.

Jarak kafe ini dari rumah sekitar 16 KM dan ditempuh selama 30 menit dengan berkendara santai. Suasana sih boleh di bilang old atmosphere tapi justru tempat ini merupakan jujugan anak muda buat hang out. Suasananya begitu klasik dengan berbagai furnitur dari kayu, bener-bener woody banget degh. Kalau dipikir-pikir ini nih kayak di film koboy itu loh, emang sih nuansa Eropanya nendang banget. Nah, nuansa yang seperti ini menjadi semakin kental ketika dibarengkan dengan menu makanan yang juga ala western (ada Asianya juga sih).

Terus terang saya acungkan jempol kepada Yamaha yang telah memprogram acara seperti ini. setau saya belum ada brand lain yang membuat aktivitas serupa. Namun sayang, menurut informasi Café De Fino ini hanya berlangsung hingga Juni mendatang padahal ini merupakan ajang yang asyik dan keren (semoga saya salah info). Dengan beragamnya program yang dirangkai Yamaha tentu akan menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi kawula muda khususnya para Yamaha Lovers.  Bahkan Café De Fino bisa menjadi tongkrongan club, blogger atau perkumpulan pecinta Yamaha khususnya Mio Fino. Café De Fino juga akan menaikkan pamor skutik kabanggaan Yamaha ini sebagai motor bagi mereka yang berjiwa muda, gaul dan atraktif. Melekatnya citra Mio Fino dan anak muda tentu akan mengatrol penjualan skutik baru  YMJet-FI ini. Sehingga keberadaan Café De Fino ini bersifat mutualisme bagi pihak Yamaha maupun para anak muda gaul tanah air.

Demikianlah pendapat saya tentang Café De Fino atmosphere ini. Sampai jumpa di review berikutnya. ini pendapat pribadi saya, bagaimana dengan pendapat teman-teman?














Recent Articles

Blogroll

Recent News

Tank's for Visited
back to top