Ads

Ads
Sprei Handmade Jogja

Featured Posts

Monday, 29 December 2014

Blogger app, Cara ngeblog paling simpel

Posted by lamiati Saputra at 20:34 1 Comment

ehmmm udah lama gag ngeblog sejak memulai bisnis baru #halah, kangen jg sama aktivitas yg satu ini. Bagi saya menulis = menutrisi otak selain itu juga sebagai wahana refreshing atas segala kepenatan.



Alasan lain lama ga ngeblog juga karena saya terbiasa blogging menggunakan leptop padahal kini si lepi jarang bgt sama saya. Udah gitu saya juga ga nyoba ngeblog pake handphone coz kalo internetnya ga oke malah bikin bete....



Tibalah suatu hari keinginan untuk aktif ngeblog timbul kembali, but dengan segudang alasan dan tapi.



Untung suami tercinta selalu setia membantu hehe... sy yg udah cukup lama pake android ini dudul karena ga tau kalo di play store udah ada aplikasi yg mempermudah para blogger untuk melakukan aktivitabhs blogging secara simpel.



Tadaaaaa... berkat suami tercinta kini blogger app sudah nongkrong di dekstop smartphoneku...



Karena penasaran dan ga sabaran pengen segera blogging so langsung ajah cap cus buat nyobain.



Aseeek ternyata memang cukup simpel, mudah dan cepat. Pada page pertama kita bisa melihat daftar postingan kita maupun draft. Perhatikan icon pensil dan klik maka akan terbuka halaman untuk entry postingan. Fasilitas di halaman entry ada tanda B untuk menulis hurup tebal, I untuk tulisan miring, dan tanda rantai yang artinya kita bisa membuat link di dalam postingan kita.



Jika selesai mengetik bisa klik tanda DONE dan postingan bisa langsung dipublikasikan. Bisa juga memasukkan gambar dalam postingan, tinggal klik aja icon camera. Cukup mudah bukan?



Yang jelas, dengan hadirnya blogger app aktivitas ngeblog bisa dilakukan dimana dan kapanpun tanpa rempong bawa leptop atau pake pc hehe



Bagi blogger yang belum mengunduh aplikasi ini, cepetan dan segeralah perbanyak aktivitas bloggingmu hehhee :)

#menulis=menutrisi 



Tampilan blogger app

Tuesday, 24 June 2014

Rekreasi "Sehat" dengan Rp. 50.000 :D

Posted by lamiati Saputra at 23:29 21 Comments
Libur tlah tiba...libur telah tiba...hatiku gembiraaaaaa :). Hehe siapa sih yang tidak suka liburan, apalagi kalau liburannya diisi dengan jalan-jalan atau aktivitas menyenangkan lainnya. Buat karyawan seperti saya yang kebetulan memiliki waktu kerja berbeda dengan lainnya tentu membuat saya lebih bersemangat menyambut libur yang datang. Bagaimana tidak, kalender saya ibarat kalender fotokopian alias hitam semua alias setiap hari kerja. Tanggal merah tak ada yang berlaku di tempat saya bekerja, dalam sebulan saya mendapat jatah libur 4 hari saja dan itu pun tak selalu terpakai. Cuti resmi saya terakhir adalah bulan Januari 2014 sebelum akhirnya saya kembali mengambil cuti pada bulan Mei ini. Kebayang kan gimana penat dan letihnya saya? Untuk merefresh pikiran dan jiwa saya akhirnya kesempatan libur saya gunakan untuk mudik ke Jogja dan Madiun. Nah, disela-sela waktu liburan tersebut saya tak mau mengasingkan diri dalam rumah dan mengisi hari-hari dengan refreshing. Selain itu kebetulan saya juga sedang merilis blog baru bertema wisata/perjalanan so saya mengunjungi beberapa tempat wisata maupun lokasi menarik lainnya untuk menulis artikel dan mendapatkan foto.

Eits, liburan saya kali ini temanya adalah liburan "sehat"! Loh kok? Bingung yua, hehe. Maksudnya adalah saya harus mendapatkan liburan yang benar-benar menyenangkan namun "menyehatkan". Ya sehat pikirannya (fresh), sehat matanya (dengan pemandangan indah) dan yang pualiiinng penting adalah sehat dompetnya hehehe. Maklum, kantong saya baru saja terkuras oleh banyak hal yang tidak bisa saya sampaikan disini. Nah, untuk mendapatkan liburan yang saya ingini tersebut saya pun menentukan lokasi-lokasi yang akan saya kunjungi. 

Pada tanggal pertengahan mei lalu misalnya, meski seharian berkeliling Malioboro dan sekitarnya namun kantong tetap tebal loh. Pagi itu saya memulai start dari rumah sekitar pukul 09.00 WIB diantar oleh si merah Yamaha Mio. Ngomong-ngomong motor ini hemat loh sehingga menunjang aktivitas rekreasi murah saya. Sebelumnya memang sempat dirawat sama bengkel langganan sih, selain jadi oke banget ternyata juga jadi hemat BBM. Jadi ngebayangin seandainya saja pakai Yamaha Mio Fino terbaru pasti lebih hemat tanpa perlu disetting. Bahkan Yamaha Mio Fino juga menempati deretan motor teririt di tahun 2014 ini menurut salah satu portal berita online. 

mieagoblog.blogspot.com
Tamansari Yogyakarta

Eits, sebelum berangkat sarapan dulu ya di rumah coz ini merupakan peraturan dari ibu atau saya tidak boleh bepergian hahaha #ancaman yang nikmat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Taman Sari yang merupakan situs bekas taman istana keraton Yogyakarta. Di tempat ini dapat ditemui mulai dari pemandian Umbul Binangun, ruang istirahat sultan hingga masjid bawah tanah. Wilayah Taman Sari ini cukup luas ya dan sebagian bercampur dengan pemukiman penduduk. Nah, agar tidak bingung mulai dari mana dan berakhir dimana kunjungan anda sebaiknya memanfaatkanlah jasa guide yang tersedia. Di tempat ini yang berperan sebagai guide adalah warga sekitar lokasi wisata yang mengais rupiah dengan menjadi pemandu para tamu. Eits jangan salah, meski warga kampung namun mereka sangat lihai melafalkan berbagai bahasa di dunia mengingat turis mancanegara yang datang kesini juga tidak sedikit. Secara kasat mata tampilan mereka memang biasa saja bahkan pakaian yang dikenakan pun seadanya alias tidak memakai seragam khusus. Saya pun akhirnya juga memakai jasa salah satu guide yang mengantarkan saya menglilingi Taman Sari ini. Untuk mendapatkan jasa guide inipun tak perlu mengeluarkan kocek terlalu dalam. Untuk turis lokal jasa mereka dihargai antara Rp.10.000-Rp.30.000, sedangkan saya kemarin mengambil nilai tengahnya yaitu Rp.20.000 hehe. Oya, untuk memasuki kawasan ini saya tidak bayar loh alias gratis, mau gratisan juga (boleh degh pm saya) hehe. 

Mieagoblog.blogspot.com
At Malioboro


Setelah puas mengunjungi lokasi wisata Taman sari, sayapun melanjutkan perjalanan ke area Malioboro. Wow, ramai sekali ketika saya berkunjung kesini mungkin karena sedang musim liburan ya. Untuk dapat berfoto di palang nama Jl. Malioboro saja saya harus keroyokan dengan anak-anak sekolahan tersebut, fiuhhtt...! Saya pun menyusuri jalan Malioboro dari ujung utara hingga selatan untuk mencari-cari info untuk artikel juga mengambil beberapa foto. Semua sudah tau donk kalau Malioboro merupakan surga belanja bagi para wisatawan yang datang ke Jogja. Rasanya belum ke Jogja kalau belum mendatangi tempat ini. Beraneka pakaian dan aksesoris murah dapat diperoleh di sepanjang jalan ini sebagai buah tangan. Di kawasan ini juga banyak penginapan murah yang dapat menjadi alternatif bagi para backpacker. Dan...dan...dan... masih banyak lagi yang dapat ditemui di tempat ini. Yang jelas untuk jalan-jalan kesini tidak perlu bayar tiket :). Kalo saya sendiri kalau sedang santai suka sekali datang ke tempat ini untuk sekedar nongkrong sambil nyari grup pengamen jalanan yang sedang beraksi dengan ketipungnya hihi.

Miegoblog.blogspot.com
At Museum Vredeburg


Selanjutnya, saya melanjutkan perjalanan ke arah selatan Malioboro dan parkirlah si Mio merah di halaman parkir Benteng Vredeburg. Benteng Vredeburg merupakan museum yang terletak di depan Gedung Agung dan berisi beraneka diorama sejarah Indonesia. Pada bagian luar sebelah selatan bangunan ini terdapat monumen 11 Maret yang dikelilingi oleh pagar besi. Selain berfungsi sebagai museum, tempat ini juga sering kali dipakai sebagai lokasi pameran juga berbagai atraksi kesenian Yogyakarta. Keasyikan jeprat-jepret di tempat ini tak terasa senja telah tiba dan mataharipun menuju ufuk barat sebagai tanda perjalanan hari itu harus diakhiri. Pengennya sih langsung pulang tapi perut dari tadi protes minta diisi karena memang belum melakukan santap siang. Akhirnya saya beranjak untuk mencari santap siang di warung mie dan bakso langganan hubby. Meski warung, namun mie dan bakso ditempat ini sangat lezat loh bahkan pemiliknya pernah mendapatkan sebuah penghargaan. Semangkuk mie ayam super lezat dan segelas es jeruk favorit menemani lunch hari ini. Meski makanan di tempat ini sudah terkenal seantero Jogja namun syukurlah harga yang dipatok penjualnya tidak melangit. Seporsi mie ayam dan es jeruk hanya dibanderol Rp.9.000 saja dan perut sudah kenyang ga karuan bahkan saya tidak menghabiskan mienya karena sudah tidak sanggup lagi.

Puas dengan semangkuk mie ayam dan segelas es jeruk akhirnya saya pun memutuskan untuk beranjak pulang. Ngomong-ngomong habis berapa ya seharian keluyuran kesana kemari, mahal ga sih? Yuk, coba kita hitung bareng-bareng hehe...

Tiket Taman Sari Rp. 0
Guide Taman Sari Rp. 20.000
Tiket parkir Malioboro Rp. 2.000
Tiket parkir Vredeburg Rp. 2.000
Mie ayam + Es jeruk Rp. 9.000
BBM Rp. 15.000
Total = Rp. 48.000

Tuh khan, cuma habis Rp.48.000 padahal destinasi yang saya kunjungi lumayan banyak. Itu pun yang membuat biaya jadi bengkak juga karena guide, coba tidak usah pakai guide segala tentu biayanya lebih murah. Hanya saja saya mengharuskan diri memakai jasa guide karena saya mengunjungi Taman Sari kan memang bukan untuk sekedar jalan-jalan melainkan untuk membuat liputan. Oleh karena tulisan yang saya sajikan nantinya harus seotentik mungkin maka keberadaan seorang pemandu sangat diperlukan.

Nah, demikian kisah jalan-jalan "sehat" saya kali ini. InsyaAllah akan ada lanjutan tulisan lagi di hari dan lokasi yang berbeda. Conclusionnya adalah kalau kita bisa happy dengan ongkos mini, ngapain cari yang mahal hehe. Thanks juga buat si Mio yang sudah menemaniku berpleasure ria :).



Thursday, 22 May 2014

Miea Best Handmade

Posted by lamiati Saputra at 08:18 5 Comments

“Aku Cinta Produk Indonesia”, “Cintai Produk Dalam Negeri”, “Cinta Produk Indonesia”, dan masih banyak lagi slogan-slogan senada yang dikampanyekan baik oleh pemerintah, komunitas hingga masyarakat Indonesia secara pribadi. Slogan seperti demikian dibuat tentu bukan tanpa maksud melainkan untuk menanamkan, memupuk dan memperkuat jiwa nasionalisme rakyat Indonesia. Di era pasar bebas seperti saat ini bukan hal yang sulit bagi kita untuk membeli, menggunakan atau mengoleksi produk-produk luar negeri yang membanjiri pasar tanah air. Di tengah serbuan produk-produk asing tersebut tidak seharusnya melunturkan rasa nasionalisme kita sebagai rakyat Indonesia. Sudah sepatutnya kita lebih bangga terhadap produk dalam negeri yang merupakan hasil kreasi anak bangsa.

Banyak sekali cara yang dapat kita lakukan untuk menunjukkan rasa cinta kita terhadap produk Indonesia. Kita dapat menggunakan, memasarkan bahkan memproduksi aneka produk kreatif Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya alam nusantara yang begitu melimpah. Memang tidak selalu mudah untuk memulai sebuah usaha di bidang kreatif. Namun selama kita memiliki niat yang mantap, kemauan, kemampuan serta ketekunan setidaknya kita telah memiliki modal awal untuk mewujudkan keinginan menjadi pengusaha yang berkonsep cinta tanah air.

Seperti halnya yang saya lalukan baru-baru ini dengan berjualan produk handmade perlengkapan kamar tidur. Saya memang pemain pemula dalam bidang ini tetapi saya memberanikan diri terjun ke dalam pasar bersegmen ini karena saya mempunyai keyakinan yang kuat, terus berusaha dan selalu berdoa untuk keberhasilan saya di masa mendatang. Amin.

Saya memang menyukai perniagaan sejak duduk dibangku perkualiahan dulu dan jiwa berdagang rasanya kian merasuki diri saya. Semasa kuliah saya pernah berjualan es, keliling berjualan telur asin bakar hingga memproduksi dan memasarkan nugget ikan secara door to door sambil menenteng sterefoam di tangan. Selepas kuliah saya bekerja di salah satu perusahaan pakan udang besar di Indonesia, saya ditempatkan di salah satu satu farm customer sebagai laborat di tambak udang vannamei dan lokasinya cukup terisolir. Dengan kondisi yang demikian saya pun memanfaatkan dengan berjualan pulsa elektronik kepada karyawan tambak tersebut dan berlangsung hingga kini. Saya juga pernah berjualan aneka tas dan dompet murah namun tidak berjalan lancar bahkan saya mengalami kerugian cukup besar akibat penipuan yang dilakukan oleh seorang oknum pembuat tas. Saya telah banyak mengalami kegagalan dan terus terang hal tersebut sempat membuat saya down namun saya berusaha untuk bangkit dari keterpurukan dengan mencoba hal-hal baru seperti yang saya lakukan sekarang ini. Adapun beberapa produk yang saya tawarkan ke pasar seperti berikut ini!

Sprei dan Bed Cover Handmade (Made by Order)
mieagoblog.blogspot.com
Contoh produk sprei & bed cover yang sudah jadi dan siap kirim

Memilih perlengkapan kamar tidur seperti sprei dan bed cover yang berkualitas memang menjadi bagian penting karena dapat mempengaruhi kenyamanan seseorang dalam menikmati malam panjang nan berkualitas. Mungkin aneka produk dan merk sprei ternama telah menjamur di pasaran, lalu apa alasan saya memilih menjual produk serupa tetapi handmade?

-          Bahan Berkualitas
Tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas kini menjadi pertimbangan utama seseorang dalam menentukan produk yang akan dibeli termasuk sprei dan bed cover. Dalam memproduksi produk sprei dan bed cover ini kami menggunakan tiga jenis bahan yang berbeda yaitu, Cotton Viscose disebut juga katun lokal/katun Korea, Satin Jepang dan Sutra Organik. Untuk katun lokal tentu kami menggunakan kain dengan kualitas terbaik di kelasnya, itulah mengapa kami berani bersaing dengan merk kenamaan. Bahan yang kami gunakan sangat halus, lembut, tidak berpasir, tidak berudul, adem, nyaman digunakan dan sesuai dengan iklim Indonesia yang tropis. Jenis kain untuk produk sprei memang beragam sehingga pelanggan juga perlu mengetahui bahan macam apa yang akan ia dapat untuk selembar sprei. Untuk kelas low end biasanya sprei yang beredar dipasaran menggunakan full polyester atau campuran antara polyester dan rayon, bahan ini cenderung kasar dan agak panas saat digunakan. Sedangkan sprei kenamaan dalam negeri kebanyakan sudah menggunakan Cotton Viscose (CVC) dengan perbandingan 65% katun dan 35% polyester. Untuk CVC sendiri perbandingan keduanya memang sangat beragam jadi anda dapat menanyakannya kepada penjual sprei akan kualitas sprei yang dibeli. Nah, untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik kami menggunakan full cotton atau 90% katun & 10 % polyester. Dengan kualitas yang lebih baik tentu pelanggan juga akan suka rela mengeluarkan uang sedikit lebih banyak untuk mendapat banyak kelebihan. Segmen ini menyasar kepada para konsumen yang lebih mementingkan kualitas dari pada sekedar label.

-          Ukuran dan Motif Sesuai Pesanan
Apa sih keuntungan made by order? Kami memang menerapkan sistem made by order dalam melayani konsumen sprei dan beed cover handmade ini. Made by order memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mendapatkan produk yang sesuai dengan keinginannya yaitu ukuran dan motif pilihan pelanggan sendiri. Kami menyediakan ratusan motif sprei mulai dari motif anak-anak, remaja, dewasa hingga aneka motif bola. Kami juga rajin mengupdate motif terbaru agar pilihan pelanggan semakin beragam. Pelanggan juga dapat memesan motif kombinasi (misal ada dua bantal yang satu motif seperti sprei dan satunya lagi motif doty), tentu hal ini tidak dapat dilakukan jika membeli sprei di pasar.
mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif anak


mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif dewasa

-        -          Fleksibel & Suka-suka
mieagoblog.blogspot.com
Contoh motif kombinasi pesanan konsumen

Sprei dan bed cover handmade ini dapat dipesan secara fleksibel dan sesuai kebutuhan pelanggan. Selain dapat memilih ukuran dan motif yang diinginkan, pelanggan juga dapat menambah jumlah sarung bantal misalnya atau bantal cinta. Pelanggan juga dapat menambah tinggi sprei atau menambahkan rumbai pada sprei yang diidamkan. Sangat fleksibel bukan?
-           
Diversifikasi Produk
Selain sprei dan bed cover kini juga telah tersedia produk lain dengan bahan kain sprei. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi permintaan pasar yang kian beragam terhadap handmade berkualitas berbahan katun super ini. Beberapa produk diversifikasi kain sprei ini diantaranya yaitu baby bed set, mukena anak, bantal lantai, tutup tv, bantal cinta, korden, set ruang tamu hingga set ruang makan. Untuk baby bed set terdiri dari kasur bayi, 1 buah bantal, dua buah guling dan dapat disertai selimut. Sedang untuk set ruang makan terdiri dari taplak meja, sarung galon, sarung Magic com, tutup tudung saji dan sarung tempat tisu. Adapun set ruang tamu terdiri atas taplak meja, 5 sarung bantal dan sarung tempat tisu. Sebagai salah satu usaha produk kreatif, diversifikasi produk akan terus dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan mengikuti trend dan kondisi terkini.
mieagoblog.blogspot.com
Contoh baby bed set

mieaghoblog.blogspot.com
Contoh korden handmade
mieagoblog.blogspot.com
Contoh set ruang tamu
mieagoblog.blogspot.com
Contoh set meja makan

Kiat Promosi
Seperti yang telah saya katakan di atas bahwa saya adalah pemula dalam bisnis handmade ini. Untuk saat ini promosi yang saya lakukan baru sebatas promo melalui BBM dan mulut ke mulut. Untuk memperluas pasar kini saya sedang merilis online shop yang akan segera launching beberapa waktu ke depan. Berbagai alternative marketing juga telah dipersiapkan untuk menunjang keberhasilan usaha.
mieagoblog.blogspot.com


mieagoblog.blogspot.com
Contoh : Promosi yang berlangsung saat ini

Selain itu saya juga melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak penjualan melalui promo-promo spesial. Misalnya saja pada awal bulan Mei lalu saya mengadakan promo free ongkir untuk kawasan Situbondo dan sekarang juga sedang berlangsung promo diskon untuk pembelian bed set (sprei+bed cover). Kegiatan promo menarik tentu tidak berhenti sampai disini dan kami akan terus berinovasi dengan deal-deal menarik lainnya untuk mengatrol jumlah konsumen.

mieagoblog.blogspot.com pojokhandmade.com
Hal lain yang ingin saya lakukan adalah mengikuti pameran produk-produk UKM atau karya kreatif anak bangsa lainnya agar produk handmade kami semakin dikenal khalayak. Menurut saya pameran produk asli dalam negeri seperti pameran produk Indonesia yang akan diselenggarakan di Bandung, Harris Convention Festival CTLink, 22-25 Mei mendatang ini merupakan ajang yang patut diapresiasi karena dapat meningkatkan image positif produk dalam negeri dan meningkatkan ekonomi daerah juga pelaku usaha.

Dengan tetap mempertahan kualitas seiring meningkatnya kuantitas semoga apa yang saya usahakan dan pelaku usaha lainnya lakukan dapat tumbuh berkembang pesat. Dengan kian banyaknya pengusaha-pengusaha baru yang bermunculan diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah pengangguran karena tercipta banyak lapangan kerja baru. Hal ini juga merupakan salah satu upaya mengentaskan rakyat Indonesia dari jurang kemiskinan, ingat bahwa miskin bukanlah turunan!!! So, mari berwirausaha & sukses buat kita semua. Amin. Cintailah produk Indonesia seperti mencintai diri sendiri ^_^.

Bagi yang berminat dengan produk sprei handmade dan produk diversifikasinya monggo menghubungi saya di :
PIN BB : 74CF012D
HP/Whatsapp : 083835701113
Email : lamiatisaputra@yahoo.com     
Happy shopping n matur suwun 


Wednesday, 21 May 2014

Culinary Sensation at the Cafe de Fino

Posted by lamiati Saputra at 07:31 3 Comments
mieagoblog.blogspot.com
Mejeng di Cafe De Fino Jogja

Awesome and so delicious is the right word to describe the taste of the food at Café De Fino Alive Dining Fusion, Yogyakarta. Yups, setelah kemarin saya menulis sedikit review tentang Café De Fino Atmosphere di Alive Dining Fusion. Kini saya kembali mengulas tentang salah satu café branding Yamaha tersebut dengan review kuliner lezatnya. Yamaha memang benar-benar selektif dalam memilih tempat yang akan dilabeli sebagai Café De Fino olehnya. Tentunya sebuah tempat having fun yang dapat mewakili si skuter Fino dari Yamaha itu sendiri yaitu classic nan modern.

Café Alive sendiri yang tampil dengan nuansa sangat klasik terlihat tampil natural, unik namun tidak meninggalkan kesan modern yang tampak pada beberapa bagian café. Pada saat berkunjung ke café keren Jogja ini saya memilih meja no 27 di lantai dua café. Di lantai dua ini pengunjung dapat menikmati suasana café dengan view kota Jogja (bangunan sekitar lokasi) plus segarnya angin sepoi yang menghampiri. Kebetulan saya datang ketika sore hari so panas mentari udah ngilang plus dapet angin segar karena memang tempatnya terbuka.

mieagoblog.blogspot.com
Alive Passport
Sebelum datang ke Alive Café sebenarnya saya baru saja melakukan santap siang bersama hubby so kesini mau cari dessert sama cari minuman seger buat mbasahin tenggorokan yang entah kenapa hari itu kering terus. Begitu duduk, disamperin degh sama si mbak-mbak berkaus merah sambil membawakan Alive Passport. What, passport? Kayak mau keluar negeri aja hehehe. Yups, tidak hanya menyajikan tempat yang super cozy dan unique tapi di café yang satu ini memang serba unik termasuk buku menunya yang ala passport. Buku menu unik ini menampilkan seabreg menu makanan dan minuman andalan kafe yang bertengger di Jalan Timoho 49A ini. Oya, di Café De Fino satu ini juga memiliki jam buka yang unik dengan menu yang berbeda yaitu pagi/siang untuk menu Asian dan sore/malam untuk anda penggemar menu western. So, jika ingin menikmati sajian tertentu yang diidamkan silahkan perhatikan dahulu jam kunjungan anda di kafe ini.

mieagoblog.blogspot.com
Contoh Menu di Alive Cafe
Saya tidak memerlukan waktu yang lama untuk menentukan sajian lezat yang ingin saya cicipi kali ini karena sudah saya rencanakan sebelumnya. Langsung saja saya memesan menu crème brulee untuk dessertnya dan mantau untuk dimsum. Sedangkan untuk minuman saya memesan 1 Avocado Milk Juice dan 2 lime squash. Tak berapa lama kemudian pesanan kami datang dan tak sabar rasanya lidah ini menjelajah nikmatnya kudapan yang tersaji di depan mata. Langsung saja lebp…tanpa sungkan-sungkan dan ternyata rasanyaaaaa??????? Penasaran? Monggo disimak review pesanan saya di Café De Fino ini ^_^ !!!

Crème Brulee
mieagoblog.blogspot.com
Creme Brulee by Alive Cafe

Sebelum datang kesini pun saya sudah ngiler dengan dessert satu ini. Crème brulee sendiri merupakan hidangan penutup yang berasal dari Perancis berbahan utama susu, kuning telur serta gula sedangkan bagian atasnya ditutup dengan lapisan caramel yang keras. Sebelumnya saya pernah mendengar bahwa menu ini recommended di Alive Cafe dan sangat membuat saya penasaran dengan rasanya. Tanpa basa-basi saya sikat saja krim gosong nikmat ini dan “woooowwww” rasanya benar-benar luar biasa nikmat. Sangat lembut dan yummiiii menggeliat di lidah. Untuk dapat menikmati seporsi dessert ala Perancis ini saya harus merogoh kocek senilai 21K. Setelah merasakan sendiri awesome-nya crème brulee by Alive Café ini saya turut merekomendasikan menu yang satu ini bagi siapapun yang bertandang kesana. Apapun makanannya, crème brulee dessertnya :D!

Mantau
mieagoblog.blogspot.com
Mantau by Alive Cafe

Menu berikutnya yang saya  pesan adalah Mantau. Di Alive café and resto sendiri menawarkan berbagai menu dimsum yang dapat dipesan sesuai selera. Kebetulan lagi kepengen yang manis-manis jadi pesan Mantau saja yang terdiri dari bakpau steam dan susu kental manis. Untuk tampilan penyajiannya cukup menarik ya, antara mantau dan susu kental manisnya juga ditempatkan secara terpisah, coba aja lirik foto di bawah ini! Sedangkan rasanya juga lumayan enak, kalau mau ga terlalu manis langsung aja lahap mantaunya but kalau mau manis tinggal cocol saja ke susu kental manisnya. Seporsi mantau di kafe ini dihargai 14K dan anda akan mendapatkan 3 buah mantau berukuran sedang J.

Lime squash alias es jeruk
mieagoblog.blogspot.com
Lime Squash by Alive Cafe

Saya adalah pecinta minuman ber-flavour jeruk tapi bukan yang sintetis loh ya. Hampir setiap makan di warung, rumah makan, kafe maupun restoran saya memesan es atau jus jeruk. Bahkan sebelum berangkat ke Alive Café sebenarnya saya baru saja minum es jeruk. Namun, lagi-lagi es jeruklah yang saya pesan di Café De Fino ini. Saya memang sering membandingkan taste minuman jeruk dari berbagai tempat yang berbeda untuk mengetahui minuman rasa jeruk yang recommended bagi saya. Well, rasa lime squash aka es jeruk yang disajikan Alive Café cukup nendang rasanya, begitu alami dan sangat segar. Pengunjung juga dapat memutuskan sendiri ingin minum es jeruk tanpa gula atau dengan gula karena gula cair disajikan secara terpisah. Penyajian seperti ini bagus menurut saya karena di era kekinian banyak orang yang menghindari asupan gula dalam jumlah tinggi sehingga keputusan penggunaan gula benar-benar ada di tangan pelanggan. Segelas kesegaran es jeruk ala Alive Café dapat diperoleh dengan harga 12K.

Avocado Milk Juice Alias Jus Alpukat
mieagoblog.blogspot.com
Avocado Milk Juice by Alive Cafe
Kalau yang ini sih pesenan hubby yang kebetulan penggemar berat jus alpukat. Untuk jus alpukatnya kata hubby (karena saya ga ikut minum) sangat kental mungkin karena buah alpukat yang digunakan banyak ya alias ga  sekedar air rasa alpukat doank. Kalau berbicara soal kualitas tentu jus yang kental sangat bermutu karena mengindikasikan banyaknya buah yang terpakai dalam jus. Nah, lain lagi kalau ngomongin soal haus hehehe. Karena suami saya lagi haus akhirnya ga lega menenggak jus alpukat yang super kental dan manis ini :D. Akhirnya ngikutin jejak saya degh memesan lime squash yang memang super segar hehehe. Untuk jus alpukatnya saya kira sesuai selera ya, bagi yang hobby minuman super manis mungkin bisa menjadi pilihan. Jus alpukat susu ini dapat dinikmati dengan membayar 18K.


Conclusion
Demikian ya review 4 menu dari Café De Fino Alive Dining Fusion. Sebenarnya penasaran juga sih dengan seabreg menu lainnya but kapan-kapan degh kesana lagi. Overall menu yang saya pesan its good taste terutama crème brulee-nya. Untuk harganya monggo dilihat dan dinilai sendiri apakah termasuk low price or expensive tapi ingat kenyamanan tempatnya juga merupakan nilai plus tersendiri karena tidak banyak tempat dengan konsep seunik ini setidaknya menurut saya.


Nah, buat yang mau nongkrong di Alive Café sambil ditemeni si motor classic Yamaha Mio Fino silahkan mangkal aja di lantai satu. Disana kamu bakal ditemenin sama skutik baru by Yamaha bernopol AB 115 FI. Yang jelas di tempat bernuansa ambience country ini kamu juga akan ngerasain ke-klopan antara style Mio Fino dan Alive Dining Fusion yang so classic, retro but modern.

Monday, 5 May 2014

Retro Atmosphere on Alive Fusion Dining (Cafe de Fino)

Posted by lamiati Saputra at 09:27 6 Comments
Cafe de Fino, Alive Fusion Dining


Hoaaaammm….! Rasa capek dan kantuk menghampiri ketika ngetik tulisan ini tapi mau gimana lagi udah mepet waktunya alias menjelang deadline. Sebenarnya saya cukup kesal dengan diri sendiri karena telat mengetahui writing blog contest dari pojokyamaha.com apalagi sejak akhir April kemarin kerjaan saya menggunung. Namun saya tetap ingin berkontribusi dalam ajang ini karena selain ini merupakan ajang menarik juga karena saya mencintai segala sesuatu tentang my Jogja (kecuali yang negatif loh ya :D). Udah gitu pihak pojokyamaha.com mengajukan tema yang berbeda tiap dua minggu selama periode lomba. Artinya, saya tidak harus mereview secara keseluruhan dalam sekali waktu atau cukup sesuai tema yang berlaku pada saat itu saja. Hal ini sangat…sangat… menolong saya mengingat saya terbiasa mendetail dalam menulis khususnya dalam hal review.

Mungkin ada yang bingung ya dengan prolog saya di atas, saya ini ngomongin apa sih kok ada pojokyamaha.com lah, ada review lah, emang maksudnya apa sih? Oke…oke…sedikit saya jelaskan disini. Pojokyamaha.com itu sendiri merupakan new portal by Yamaha yang merupakan tempat para blogger pecinta Yamaha berkumpul. Nah, mereka sedang mengadakan kontes review berkenaan dengan Café De Fino yang  dua diantaranya café yang di branding  tuh ada di Jogja. Menilik nama Café De Fino, kebanyakan dari kita pasti sudah menafsirkan bahwa penamaan tersebut berkaitan dengan salah satu produk unggulan Yamaha yaitu Mio Fino. Yup bener, memang begitu kenyataannya bahkan di café dengan label de Fino tersebut juga terpajang koleksi Mio Fino terbaru. Denger-denger sih yang ini sudah injeksi (YMJet-FI) gitu juga banyak kelebihannya dibanding pendahulunya yang masih karburator. Misalnya saja volume tangki yang lebih besar kemudian dilengkapi juga dengan Smart Lock System, Smart Side Stand Switch, dan Integrated Key Shutter. Eits, untuk membuktikan kebenarannya silahkan hubungi dealer Yamaha ya hehehe :D

Nah, jujur saja ada yang membuat saya bingung terkait Café De Fino ini. Diantaranya seabreg café di kota gudeg ini kenapa kok yang dipilih Tickles dan Alive Dining Fusion? Namun setelah melihat kafe-kafe tersebut saya cukup mengerti  kenapa Yamaha memilih kedua kafe tersebut untuk dilabeli sebagai Café De Fino. Untuk review yang pertama ini saya ingin bergumam mengenai Café De Fino on Alive Dining Fusion. Menurut saya, gaya, aroma dan atmosfer kafe tersebut “Fino banget”!!! why? Tau kan gimana gaya skutik Yamaha Mio Fino? Mio Fino style is so classic, unique, retro, trendy and super cozy. Gaya Mio Fino seolah terwakili oleh konsep Alive Dining Fusion yang ambience country style.

Jarak kafe ini dari rumah sekitar 16 KM dan ditempuh selama 30 menit dengan berkendara santai. Suasana sih boleh di bilang old atmosphere tapi justru tempat ini merupakan jujugan anak muda buat hang out. Suasananya begitu klasik dengan berbagai furnitur dari kayu, bener-bener woody banget degh. Kalau dipikir-pikir ini nih kayak di film koboy itu loh, emang sih nuansa Eropanya nendang banget. Nah, nuansa yang seperti ini menjadi semakin kental ketika dibarengkan dengan menu makanan yang juga ala western (ada Asianya juga sih).

Terus terang saya acungkan jempol kepada Yamaha yang telah memprogram acara seperti ini. setau saya belum ada brand lain yang membuat aktivitas serupa. Namun sayang, menurut informasi Café De Fino ini hanya berlangsung hingga Juni mendatang padahal ini merupakan ajang yang asyik dan keren (semoga saya salah info). Dengan beragamnya program yang dirangkai Yamaha tentu akan menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi kawula muda khususnya para Yamaha Lovers.  Bahkan Café De Fino bisa menjadi tongkrongan club, blogger atau perkumpulan pecinta Yamaha khususnya Mio Fino. Café De Fino juga akan menaikkan pamor skutik kabanggaan Yamaha ini sebagai motor bagi mereka yang berjiwa muda, gaul dan atraktif. Melekatnya citra Mio Fino dan anak muda tentu akan mengatrol penjualan skutik baru  YMJet-FI ini. Sehingga keberadaan Café De Fino ini bersifat mutualisme bagi pihak Yamaha maupun para anak muda gaul tanah air.

Demikianlah pendapat saya tentang Café De Fino atmosphere ini. Sampai jumpa di review berikutnya. ini pendapat pribadi saya, bagaimana dengan pendapat teman-teman?














Tuesday, 29 April 2014

Culinary Tourism of Banda Aceh

Posted by lamiati Saputra at 23:35 53 Comments

Sebagai pecinta kuliner khas Indonesia, saya mempunyai hobi unik yakni berburu makanan khas dari berbagai daerah. Selain elok alamnya, bumi pertiwi ini sungguh luar biasa  ragam budayanya tak terkecuali kuliner khas setiap daerahnya. Beda daerah, beda budaya maka berbeda juga tradisi makan dan minumnya. Alasan tersebut membuat saya selalu ingin mencicipi makanan khas tiap sudut nusantara ini. Kebiasaan makan yang berbeda antara daerah satu dengan lainnya dapat dilihat dari jenis makanan, pengolahan, penyajian, rasa dan aromanya, serta cara menghidangkannya. Hal ini sama seperti yang diutarakan oleh Kalangi (1985 dalam Wibowo 2009) sebagai berikut :

"Makanan adalah suatu konsep kebudayaan yang merupakan bahan yang telah diterima dan diolah secara budaya untuk dimakan sesudah melalui proses penyiapan dan penyuguhan yang juga secara budaya supaya dapat hidup dan berada dalam kondisi kesehatan yang baik".

Pada jaman yang serba modern ini ternyata tak membuat popularitas makanan tradisonal lenyap begitu saja. Justru setiap daerah berusaha keras memperkenalkan dan memasarkan produk asli daerah mereka dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Pemasaran produk khas suatu daerah juga sering kali dibarengkan dengan dengan promosi pariwisata daerah setempat. Wisatawan yang berkunjung ke sebuah daerah tujuan wisata dapat menikmati berbagai jenis makanan dan minuman dengan rasa dan aroma yang khas yang disediakan oleh tuan rumah. Bahkan kini banyak digalakkan publisitas kuliner bertajuk wisata atau sering kali disebut “wisata kuliner”. Melalui promosi wisata kuliner selain jenis pariwisata lainnya, masyarakat lokal dapat menambah pendapatan, membangun tanggung jawab moral untuk memelihara khazanah masakan khas daerah, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Potensi Wisata Kuliner Banda Aceh
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas makanan khas daerah Banda Aceh yang merupakan bagian kawasan paling barat Republik Indonesia. Kota Banda Aceh adalah salah satu kota sekaligus ibu kota provinsi Aceh, Indonesia. Sebagai pusat pemerintahan, Banda Aceh menjadi pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Banda Aceh sebagai bekas ibukota kerajaan Islam terbesar di Nusantara memiliki banyak objek mulai dari wisata sejarah, wisata religi, wisata heritage, wisata bahari, wisata tsunami hingga wisata kuliner. Berikut saya sertakan peta pariwisata untuk memudahkan bagi wisatawan yang ingin mengunjungi kota Banda Aceh.


Peta Wisata Banda Aceh

Kota Banda Aceh memiliki beraneka ragam jenis masakan yang unik dan menarik untuk dicoba,   terutama masakan Aceh. Menurut salah satu sumber, masakan Aceh merupakan perpaduan berbagai macam kebudayaan seperti Arab, India, Siam, Spanyol hingga Belanda. Masakan Aceh cenderung menggunakan banyak bumbu dan rempah. Aceh memiliki berbagai jenis masakan tradisional dengan resep masakan berasal dari warisan nenek moyang “indatu”. Cita rasa panganan khas Aceh untuk bumbu masakan didominasi oleh rasa pedas, asam dan asin. Sedangkan untuk panganan kue tradisional didominasi oleh rasa manis. Dengan banyaknya ragam kuliner khas yang dimiliki, Banda Aceh merupakan surga bagi para pelancong yang ingin memuaskan hasrat berwisata kuliner. Nah di bawah ini disebutkan ragam kuliner khas Aceh yang dapat anda nikmati ketika berwisata kuliner ke Banda Aceh dan sekitarnya.

Ragam Masakan Khas di Banda Aceh
mieagoblog.blogspot.com

Sie reuboh
Sie Reuboh adalah daging rebus yang dibumbui bawang merah, bawang putih,cabe rawit, cabe merah dan merica. Semua bumbu ini dihaluskan lalu dimasukkan kedalam rebusan daging. Sembari daging direbus dilakukan penambahan bahan lain yaitu cuka kedalam masakan, pemberian cuka ini dilakukan secara bertahap sambil masakan diaduk-aduk perlahan sehingga semua bumbu meresap kedalam daging. Bahan utama masakan ini biasanya menggunakan daging kambing/sapi/kerbau. Santapan yang satu ini lebih mantap disajikan selagi hangat.

Sie Teulheu
Sie Teulheu merupakan hidangan khusus yang terbuat dari daging sapi cincang dan dimasak dalam panci tradisional yang terbuat dari tanah liat (kuali dalam bahasa jawa). Sie Teulheu terbuat dari campuran berbagai bumbu masak tertentu seperti kelapa gongseng, bawang merah, bawang putih, jahe, dll, sehingga membuat makanan tersebut menjadi sangat istimewa bagi pecinta makanan pedas.

Sie Asam Keueng
Asam Keueung merupakan salah satu masakan khas Aceh dengan sensasi rasa asam dan pedas. Menurut salah satu sumber masakan ini hanya terdapat di Aceh dan setiap daerah memiliki bumbu Asam Keueng khas tersendiri serta penyajiannyapun juga berbeda. Aceh Besar merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya mempunyai makanan yang bersumber dari ikan laut. Ikan-ikan yang diperoleh tersebut ketika dipilah akan menjadi Asam Keueng yang rasanya akan sangat berbeda antara daerah satu dengan lainnya.


mieagoblog.blogspot.com


Engkot asam keueng
Menu khas Aceh yang satu ini bisa juga disebut sayur asam pedas. Bahan dasar masakan ini adalah ikan tongkol yang ditambah bumbu seperti air jeruk nipis, kunyit, asam sunti, cabai, bawang putih, merica dan garam. Meski cara memasak menu ini cukup mudah namun tetap perlu memperhatikan kombinasi bumbu dan cara memasaknya karena dapat mempengaruhi cita rasa masakan.

Kari Kameng
Kari kameng adalah menu masakan khas Aceh berbahan dasar daging kambing atau bisa disebut juga kari kambing dalam bahasa Indonesia. kari kameng diolah sedemikian rupa dengan menggunakan rempah dan resep khas Aceh sehingga menghasilkan gulai kambing yang berbeda dengan menu sejenis di tempat lain.

Ayam Tangkap
Ayam tangkap atau ayam tsunami adalah masakan khas Aceh yang terbuat dari ayam yang digoreng dengan bumbu dan rempah-rempah khas. Pengolahan ayam ini tidaklah sulit yaitu hanya dengan menggoreng setelah sebelumnya sudah terlebih dahulu dibumbui dengan bawang putih, lada, kemiri, garam, dan jahe. Pemasakan berselang antara sekitar 5–10 menit dan pada saat yang bersamaan, dimasukkan pula beberapa genggam daun kari/pandan/salam koja sehingga rasa rempah dedaunan turut meresap ke dalam daging ayam. Dedaunan itu pula yang kemudian menutupi sajian ayam tangkap pada setangkup piring. Dedaunan ini selain sebagai daya tarik hidangan, sekaligus bisa dijadikan sebagai lalapan kering pelengkap potongan ayam. Jika masih dalam keadaan hangat, dedaunan ini bercita rasa kering layaknya kerupuk.

Engkot paya
Masakan khas Aceh ini sedang menjadi trending topic perburuan kuliner para wisatawan. Bahan utama menu ini adalah ikan payau yang biasa hidup di sungai atau rawa-rawa air tawar. Jenis yang banyak digunakan adalah ikan gabus atau eungkot bache dalam bahasa Aceh, ikan lele atau seungkoe, sepat serta kruep. Menu ini diramu dengan resep asli turunan indatu dan untuk menambah cita rasa gule eungkot paya, sering pula ditambahkan rebung kala, jantung pisang, atau pisang kepok. Cita rasa eungkot paya olahan khas Aceh berasal dari ketumbar sangrai dan kelapa sangrai yang telah ditumbuk halus. Ciri khas lainnya adalah tidak menggunakan santan untuk kuahnya. Didominasi oleh rasa asam layaknya Tom Yam, tapi bersantan rempah layaknya masakan India.

Keumamah
Keumamah atau eungkot kayee atau ikan kayu atau katshiobushi merupakan makanan tradisional Aceh yang terbuat dari ikan tuna yang telah direbus, kemudian dikeringkan dan diiris-iris kecil. Biasa dimasak dengan menggunakan santan kelapa, kentang, cabai hijau dan rempah lainnya. Ikan kayu ini tahan lama untuk dibawa perjalanan jauh, sehingga dapat dijadikan bekal dalam perjalanan atau dijadikan buah tangan. Menurut sejarah, selama perang Aceh melawan Belanda di hutan, jenis makanan ini sangat terkenal karena sangat mudah dibawa dan dimasak.


mieagoblog.blogspot.com





Gule Pliek ‘U
Kuah pliek 'u adalah sejenis makanan gulai bersantan yang cukup digemari di Aceh dan dapat dijumpai pada menu sehari-hari masyarakat  Aceh. Bahan baku utama yang menjadi asal penamaan gulepliek 'u adalah Pliek sejenis ampas pembuatan minyak kelapa dengan proses pembusukan dan pemerasan kandungan minyaknya. Ampas yang telah tidak mengandung minyak tersebut lalu dikeringkan dan selanjutnya dijadikan bahan utama pembuatan kuah pliek 'u. Masyarakat Aceh mempercayai gulai ini bisa meningkatkan gairah dan kekebalan tubuh karena kandungan vitamin dan gizi yang terkandung dari bahan alami makanan ini. Selain itu proses memasak gulai ini seringkali dilakukan secara komunal oleh ibu-ibu yang bertempat tinggal berdekatan membuat kuah ini dilambangkan sebagai makanan perekat tali persaudaraan dan kekompakan antar keluarga.


Dendeng Aceh
Dendeng  Aceh merupakan jenis makanan yang terbuat dari daging sapi dan daging rusa. Proses pembuatannya, daging segar diiris tipis dan kemudian dikeringkan. Saat proses pengeringan, daging dicampur dengan olahan rempah-rempah dan bumbu tradisional lainnya. Dendeng Aceh memiliku varian rasa, manis, asin dan rasa kari. Cocok untuk disajikan sebagai menu makan dengan digoreng dan disambal lado atau dimasak sesuai selera lainnya. Dendeng diolah tanpa pengawet dan dapat bertahan selama tiga bulan. Konon dendeng sapi telah lama menjadi resep nenek moyang. Masa kerajaan dulu, para pelaut Aceh membawanya untuk lauk selama berlayar.

Dendeng Ikan
Dendeng Ikan khas Aceh ini terbuat dari ikan pilihan, diracik dengan bumbu-bumbu khas aceh menjadikan dendeng ikan ini sangat gurih dan nikmat. Sangat cocok menemani santapan masakan keluarga Anda sehari-hari karena kandungan gizinya yang sangat baik. 

Mie Aceh
Mie Aceh adalah mie pedas khas Aceh yang terbuat dari mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut (udang dan cumi) disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Mie Aceh tersedia yang terdiri dari Mie Rebus, Mie Goreng dan Mie Goreng Basah diberi campuran sayuran dan berbagai bahan rempahan lainnya, seperti bawang putih, bawang, cabai merah, dll. Untuk menambah kenikmatan, Mie Aceh juga dapat dicampur dengan kepiting, udang, telur, cumi-cumi dan daging sapi sesuai selera konsumen. Biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.


mieagoblog.blogspot.com



Sie Masak Puteh
Masakan yang disebut sie masak puteh ini memiliki warna putih dan rasanya juga berbeda dengan gulai lainnya. Bila kuah khas Aceh lain lebih didominasi rasa asam dan pedas, masakan sie masak puteh ini berasa gurih. Sebagian orang menyebut gulai yang mirip opor ini dengan sebutan gulee puteh atau kari putih. Bahkan, ada juga yang menyebutnya gulee korma atau gulai masak kurma tidak memakai kurma sebagai bahan maupun bumbu. Masakan ini bisa dipadu dengan bahan baku daging sapi, ayam, bebek, dan juga ikan.  Aroma yang sangat menonjol pada masakan ini dikontribusikan oleh oen temurui atau salam koja. Sebenarnya, rempah-rempah yang digunakan pada gulee sie masak puteh ini sama dengan makanan khas Aceh lain. Bedanya, khusus gulee sie masak puteh, menghindari cabai dan merica. Untuk menonjolkan kegurihannya, sie masak puteh ditambah kemiri.

Sambai Asam Udeueng
Sambai asam udeueng atau sambal asam udang populer juga dengan sebutan sambal ganja. Bukan karena mengandung ganja melainkan karena sambal ini membuat ketagihan orang yang menyantapnya. sambai asam udeueng ini terbuat dari udang rebus yang dirajang kecil atau ebi yang dimasukan ke dalam bumbu yang telah dikombinasikan dengan bumbu dapur, belimbing wuluh, serta daun jeruk. Pencampuran dengan bumbu ini menghasilkan cita rasa pedas, gurih, dan sedikit asam. Selain sambal asam udeung biasa, sambal ini juga bisa digoreng lagi dengan mengganti belimbing wuluh dengan asam sunti terlebih dulu. Bahan-bahan lain yang digunakan yakni cabe merah, bawang merah, garam secukupnya, dan minyak goreng secukupnya.


mieagoblog.blogspot.com


Beulacan
Beulacan terbuat dari parutan kelapa yang diberi bumbu kemudian dibungkus dengan daun pisang muda dan dibakar hingga matang. Parutan kelapa dibumbui dengan bawang merah, serai, temurui, bawang putih, jintan, ketumbar, cabai, kunyit, belimbing sayur, garam, daun jeruk dan dicampur minyak goreng dan ikan asin/teri. Semua bahan tadi dimasak sampai agak kering lalu bungkus dengan daun pisang muda kemudian dipanggang.

Bu Briani
Bu Briani adalah nasi yang dikukus dengan berbagai macam bumbu dan rempah. Walaupun sudah komplit dengan daging dan bumbu lainnya, Biasanya Nasi Briani dilengkapi dengan Acar, Dalcan, dan Kerupuk Meuling (Kerupuk Melinjo).





Bubur Kanji Rumbi
Kanji Rumbi adalah sejenis bubur bercitarasa unik khas Aceh sekilas mirip dengan bubur ayam Jakarta. Kanji Rumbi terbuat dari beras pulen yang ditumbuk kasar, kemudian direbus dan dicampur dengan bumbu seperti ketumbar, lada, bawang merah, jahe, biji pala dan adas manis. Biasanya disajikan dengan ayam dan udang, bila suka ada juga yang disajikan dengan telur setengah matang di atasnya. Selain itu bubur ini juga dapat ditambahkan sayur-sayuran berupa wortel dan kentang yang dipotong dadu dan dimasak bersama rebusan beras ketika memasaknya. Bubur ini mudah ditemui terutama pada saat bulan puasa bahkan ada yang menyediakan gratis untuk berbuka puasa.

Tumeh Tirom
Salah satu masakan favorit masyarakat Aceh adalah tumeh tirom atau tumis tiram dalam bahasa Indonesia. Dilihat dari namanya dapat diketahui bahan utama masakan ini adalah tiram. Tidak seperti masakan Aceh lainnya yang kaya akan rempah, masakan ini justru menggunakan sedikit bumbu agar citarasa asli tiram tetap terjaga. Adapun bahan tambahan lainnya yaitu kentang, cabe hijau dan sedikit Asam sunti.




Bu Guri
Bu guri adalah masakan semacam nasi uduk yang diolah dengan santan dan beragam rempah-rempah. Kombinasi kapulaga putih, bunga lawang, cengkeh, kayu manis dan daun pandan yang berpadu dengan bau khas beras membuat nasi ini begitu aromatik. Biasanya bu guri dihidangkan beserta dengan pelengkapnya yaitu kentang goreng, sayur pelengkap (dimasak tumis dan ragamnya bergantung pada sayuran yang musim saat itu), kerupuk, sambal merah, dan bawang merah goreng.

Peleumak Udeueng
Peleumak Udeueng adalah masakan khas tanah rencong yang berbahan dasar udang. Udang dimasak layaknya gulai yaitu dengan pemberian santan sebagai bahan utama kuah. Masakan ini diracik dengan bumbu khas Aceh yang salah satunya adalah asam sunti.

Mie Caluk
Selain mie Aceh, terdapat makanan lainnya berbahan dasar mie yang menjadi makanan Khas Aceh yaitu Mie Caluk. Mie Caluk ini sangat berbeda dengan Mie Aceh karena penyajiannya menggunakan saus atau bumbu kacang. Namun makanan ini tetap menggunakan ciri khas masakan Aceh lainnya yaitu penggunaan rempah-rempah sebagai bumbunya yang menjadikan masakan ini selain mantap rasanya juga sangat khas aromanya. 

Ragam Minuman Khas di Banda Aceh
Kopi Aceh
mieagoblog.blogspot.com
Kopi Aceh memang telah menjadi andalan Indonesia dalam hal produksi dan keunggulan mutu. Pasalnya sekitar 40 persen biji kopi Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia merupakan hasil produksi dari daerah Aceh. Ada tiga jenis kopi yang terkenal di Banda Aceh yaitu  Kopi Gayo, Kopi Solong dan Ulee Kareng. Wisatawan dapat dengan mudah menemukan warung kopi di antero Banda Aceh mengingat kopi merupakan bagian hidup masyarakat Banda Aceh. Jika ingin menjadikan kopi Aceh sebagai buah tangan para wisatawan dapat membeli bubuk kopi kemasan.

Sanger


mieagoblog.blogspot.com
Sanger

Merupakan sejenis minuman racikan kopi dan susu atau bisa disebut kopi susu. Namun komposisinya 3 banding 1 antara kopi dan susu dan disaring secara tradisional bukan menggunakan mesin kopi. Sejarah penamaan kopi Sanger ini bermula dari keinginan sejumlah mahasiswa yang ingin menkmati minuman bercita rasa tinggi namun berkantong tipis pada era 1990-an. Nah, mereka berkompromi dengan pemilik warung kopi dan memohon sama-sama ngerti bahwa mahasiswa tidak memiliki cukup uang namun tetap ingin menikmati kopi dicampur susu. Kalimat “SAma-sama NGERti” kemudian disingkat menjadi “SANGER” dan akhirnya dijadikan istilah oleh para mahasiswa yang ngopi di warung kopi Jasa Ayah, Solong Ulee Kareng, untuk dapat menikmati segelas kopi susu. Kopi jenis ini disebut juga sebagai kopi tarik karena air kopi dari saringan ditarik tinggi oleh barista saring dan menghasilkan cita rasa khas.

Warung yang paling terkenal dalam menyajikan jenis minuman ini adalah warung solong di kawasan Ulee Kareng dan Chek Yuke di kawasan Mesjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Namun hampir di setiap ruas jalan di Banda Aceh pasti akan banyak kita temui warung-warung kopi sehingga memudahkan pencarian minuman ini.

Ie Boh Timon



Ie Boh Timon merupakan minuman dari parutan buah mentimun yang dicampur dengan air, gula pasir/sirup dan es batu. Boleh juga ditambahkan perasan jeruk nipis.  Ie Boh Timon ini berfungsi untuk menetralkan masakan Aceh seperti Gule Kambing yang dapat menimbulkan penyakit darah tinggi atau disajikan saat berbuka puasa maupun saat terik merupakan pilihan yang sangat pas.


Ragam Jajanan Khas di Banda Aceh


mieagoblog.blogspot.com



Timphan
Timphan adalah panganan khas Aceh berbahan dasar  tepung, pisang, dan santan. Pisang yang dipakai adalah pisang wak. Semua bahan ini kemudian diaduk-aduk sampai kenyal. Kemudian dibuat memanjang dan di dalamnya diisi dengan srikaya atau kelapa parut yang dicampur dengan gula. Selanjutnya adonan dibungkus dengan daun pisang dan dikukus selama lebih kurang 1 jam.

Bhoi
Kue Bhoi merupakan kue khas Aceh yang terbuat dari tepung beras, namun sekarang telah dimodifikasi dengan menggunakan tepung gandum/terigu. Kue bhoi dicetak dengan berbagai bentuk seperti ikan, bunga, topi dan lainnya. Kue ini biasa digunakan sebagai hantaran dari pihak perempuan pada acara perkawinan adat Aceh. Namun sekarang kue ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas Aceh.

Bada Retek
Bada retek adalah kue tradisional khas Aceh yang bahan utamanya terbuat dari tepung beras dan kacang hijau. Namun ada beberapa daerah bahan utamanya berbeda yaitu menggunakan tepung terigu dan kelapa. Kue ini biasanya disajikan untuk menemani secangkir kopi Aceh atau teh. Bada retek juga dapat dijadikan sebagai oleh-oleh dari Aceh.

Kekarah
Kue kekarah merupakan kue tradisional dengan tampilan sangat unik berbentuk seperti jalinan benang yang disusun sedemikian rupa dibentuk menyerupai sarang burung. Karena bentuk inilah kue tradisional ini ada yang menyebutnya sebagai kue sarang burung. Bahan kue kekarah ini juga terbuat dari tepung beras. Adonan kue dibentuk dengan cetakan khusus yang kemudian digoreng.





Halua Meusekat
Kudapan ini merupakan makanan khas Aceh yang dibuat dari tepung terigu dan campuran buah nanas, banyak yang menyebutnya dodol nanas khas Aceh. Paduan komposisi unik ini menghasilkan cita rasa yang khas yaitu manis dan asam. Cara pembuatannya mirip dodol, hanya saja, proses pembuatan meuseukat membutuhkan waktu lama dan ketelatenan. Dulunya kudapan ini hanya ada pada acara-acara tertentu seperti acara perkawinan di rumah mempelai pria atau wanita. Penyuguhan penganan ini untuk memuliakan tamu baru yang akan menjadi anggota keluarga dari pihak linto dan dara baroe. Selain itu, juga sebagai hantaran pengantin atau disajikan pada momen hari raya Islam. Namun saat ini para wisatawan yang berkunjung ke Banda Aceh dapat menemui panganan ini di pusat oleh-oleh khas Aceh.

Kerupuk Meuling
Kerupuk meuling merupakan jenis makanan atau camilan yang terbuat dari melinjo yang tumbuh di daerah Aceh dan daerah yang terkenal sebagai penghasil emping melinjo adalah Pidie Jaya. Makanan ringan ini diproses secara tradisional agar cita rasanya tidak berubah. Selain sebagai camilan emping melinjo juga disertakan dalam penyajian mie Aceh, nasi goreng, nasi lemak dll.

Manisan Pala
Manisan pala merupakan salah satu jenis makanan ringan yang tergolong dalam kelompok manisan buah-buahan. Manisan buah pala ini termasuk industri rumah tangga yang banyak dijumpai di Kabupaten Aceh Selatan. Selain diolah menjadi manisan dan sirup, pala dapat dibuat juga menjadi minyak pala yang berkhasiat untuk mengobati luka. Saat ini juga telah dikembangkan kue dan kembang gula berbahan dasar pala.


mieagoblog.blogspot.com



Pisang Sale Aceh
Sale pisang adalah makanan hasil olahan dari buah pisang yang disisir tipis kemudian dijemur untuk mengurangi kadar air buah pisang sehingga pisang sale lebih tahan lama. Pisang sale khas Aceh banyak ditemukan dikawasan Aceh Timur yang merupakan sentra pisang sale untuk daerah Aceh. Pisang sale merupakan makanan ringan masyarakat Aceh sejak zaman indatu dulu, yang sudah menjadi buah tangan dari Aceh. Pisang sale bisa langsung dimakan atau digoreng dengan tepung terlebih dahulu.

Kembang Loyang Aceh
Kembang loyang ini terbuat dari tepung roti yang di campur dengan gula dan telur serta pati santan. Adonan ini diaduk hingga rata lalu cetakan kembang loyang dicelupkan ke dalam adonan kemudian digoreng ke dalam penggorengan. Kue ini sering kita jumpai disaat ada acara hajatan, tidak ketinggalan juga dipelosok-pelosok desa di Aceh kue sangat setia untuk menemani pada hari-hari besar agama, seperti waktu lebaran, serta cocok dinikmati pada waktu-waktu santai bersama keluarga. Kue ini mirip dengan kue matahari di pulau Jawa atau kembang goyang di adat Madura.

Lepat
Makanan ini di buat dari tepung ketan yang diisi dengan gula merah dan di bungkus dengan menggunakan daun pisang. Pada bagian tengahnya di beri kelapa parut yang telah di gongseng dengan gula yang di namakan inti (serundeng dalam bahasa Jawa) lalu di kukus hingga matang. Lepat khusus di sajikan pada hari-hari tertentu pada masyarakat Gayo terutama menjelang puasa (megang) dan lebaran, makanan ini tahan lama jika di asapi dapat bertahan sampai 2 minggu.

Rujak Aceh Samalanga
Rujak Samalanga ini disebut juga sebagai rujak Aceh. Samalanga sendiri merupakan salah satu kecataman yang terdapat di kabupaten Bireuen. Keunikan rujak Aceh terletak pada cita rasanya yang asam, manis dan pedas. Buah yang digunakan mirip dengan rujak pada umumnya seperti buah mangga, pepaya, kedondong, bengkuang,  jambu air, nanas, dan timun. Hanya saja bumbu yang digunakan memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan rumbia (salak Aceh). Biasanya pembuatan rujak ini juga memakai cobek yang sangat besar hingga dapat menampung 50 porsi rujak.

Boh rom-rom 
Boh rom-rom atau kue boh duek beudeh ini terbuat dari tepung ketan yang dibalut dengan parutan kelapa. Campurkan tepung ketan, garam dan air panas. Aduk hingga rata. Tuang air dingin, aduk hingga adonan kalis. Ambil satu sendok teh adonan isi dengan bahan isian yakni gula jawa. Bulatkan dan panaskan air bersama daun pandan hingga mendidih. Masukkan adonan, angkat, gulingkan diatas kelapa parut lalu sajikan. Di Jawa kue ini disebut klepon yang sentranya terpusat di Pasuruan bagian Barat.

Adee
Adee adalah sejenis kue berbahan dari adonan tepung, telur dan santan kelapa. Dulunya kue ini disajikan untuk acara keagamaan, pesta perkawinan, kenduri ritual adat dan bingkisan untuk kunjungan silaturahmi dengan sesama anggota keluarga dan kerabat di kalangan masyarakat Aceh, khususnya Hari Besar Islam (Hari Raya). Kini Adee dapat dijumpai dan dinikmati dimana saja di Banda Aceh dengan aroma dan rasa yang unik atau di tempat asalnya di Pidie Jaya sambil melihat langsung proses pembuatan Aceh secara tradisional.

Kue Seupet
Kue Seupet merupakan salah satu kue khas Aceh berbahan dasar tepung terigu, gula, garam dan santan. Seupet banyak disuguhkan di acara-acara tertentu seperti hari Lebaran, kenduri atau pun sebagai cemilan di hari biasa. Rasanya manis, gurih dan renyah. Kue ini biasa disajikan untuk dengan teh atau bisa juga dicelupkan ke dalam es krim.

Pusat Kuliner Banda Aceh
Banda Aceh sebagai ibu kota provinsi menjadikannya sebagai pusat segala kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya. Sebagai kawasan budaya, Banda Aceh menyajikan berbagai atraksi wisata dan salah satunya adalah wisata kuliner khas Aceh. Banda Aceh memiliki banyak lokasi wisata kuliner yang dapat dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Mulai dari toko oleh-oleh khas Aceh hingga warung-warung kopi Aceh dapat dengan mudah ditemui di kota ini. Lokasi wisata kuliner dapat dikunjungi baik siang maupun malam hari.


mieagoblog.blogspot.com
Rex Peunayong                           Sumber : http://adf.ly/lLQDM

Khusus untuk malam hari telah tersedia sebuah lokasi wisata kuliner Aceh yang diberi nama “Rex Peunayong”. Di Rex Peunayong, para wisatawan dapat menikmati suasana Banda Aceh ketika malam hari sekaligus memanjakan lidah dengan berbagai kuliner khas Aceh di tempat ini. Rex Peunayong merupakan kawasan terbuka yang lokasinya sangat strategis dan dekat dengan pusat pertokoan juga penginapan. Hal ini tentu menguntungkan wisatawan luar daerah yang ingin berwisata dan menginap di Banda Aceh. Berbagai olahan khas Aceh mulai dari mie Aceh hingga kopi Aceh dapat ditemui di tempat ini. Semoga ke depannya pemerintah setempat menciptakan pusat wisata kuliner seperti Rex Peunayong di sudut Banda Aceh lainnya.

Berikut ini terdapat data beberapa pengusaha oleh-oleh khas Aceh yang berada di Banda Aceh. Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan secara langsung produksi sekaligus berbelanja oleh-oleh khas Aceh mungkin dapat mengunjungi salah satu tempat di bawah ini.








Penutup
Berdasarkan uraian di atas dapat dilihat betapa melimpahnya ragam kuliner khas Aceh yang dapat ditemui ketika berwisata kuliner di Banda Aceh. Makanan unik serta berciri khas seperti Mie Aceh, kue Bhoi, Kekarah, Bada Retek dan lainnya tentu harus terus dilestarikan, dikembangkan dan sebarluaskan informasinya agar khayalak mengenal aneka panganan khas bumi rencong. Menggalakkan promosi pariwisata seperti yang dilakukan pemerintah Banda Aceh ini merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap budaya daerah juga bangsa. Akan tetapi produk kuliner khas daerah perlu disediakan dengan mengutamakan pelayanan menarik, unik, alami, higienis dan cepat, sehingga akan menambah kesan positif dan menarik minat wisatawan untuk datang.

Saya pribadi sangat menjunjung tinggi budaya setiap daerah yang ada di bumi pertiwi ini. Beberapa jenis kuliner khas Aceh di atas ada yang sudah saya rasakan seperti boh rom-rom, kembang Loyang dan seupit namun banyak juga yang belum pernah bergerilya di lidah saya. Kuliner  khas Aceh ini sesuai dengan selera saya yaitu pedas asin untuk makanan dan manis untuk jajanan. Semoga suatu saat nanti saya dapat berkunjung ke Banda Aceh dan merasakan ragam kuliner khas Aceh langsung dari tangan aslinya. Bissmillah! Semoga tulisan ini turut membantu memperkenalkan budaya dan wisata Banda Aceh terutama kuliner khasnya. Amin.

Berkunjung ke Banda Aceh tentu belum lengkap jika belum menyantap lezatnya kuliner  khas bumi serambi mekah ini. Monggo visit to Banda Aceh dan buktikan kebenaran tulisan saya di atas hehehe….yuk, pajo mangat di kuta Banda Aceh (maaf kalo salah, masih belajar) ^-^


Referensi :
Acehtourismagency.blogspot.com.
Fokusaceh.blogspot.com
Disbudpar.acehprov.go.id
Wikipedia.co.id
Wibowo, AB. 2009. Makanan Khas Aceh. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Aceh.
Referensi gambar : berbagai sumber




Recent Articles

Blogroll

Recent News

Tank's for Visited
back to top