Ads

Ads
Sprei Handmade Jogja
Showing posts with label Jelajah Gizi. Show all posts
Showing posts with label Jelajah Gizi. Show all posts

Friday, 17 May 2013

Terasi Puger, Primadona Pesisir Selatan Jember

Posted by lamiati Saputra at 07:11 18 Comments


Hayo yang suka sambel terasi, disimak…disimak…!!! Mendengar nama terasi tentunya sudah tidak asing lagi di telinga kita semua. Mayoritas orang Indonesia juga merupakan penikmat terasi. Terasi sendiri merupakan bumbu masak yang dibuat dari ikan dan/atau udang rebon yang difermentasikan, berbentuk seperti adonan atau pasta dan berwarna hitam-coklat, kadang ditambah dengan bahan pewarna sehingga menjadi kemerahan. Terasi merupakan bumbu penting dikawasan asia tenggara dan china selatan. Terasi memiliki bau yang tajam dan biasanya digunakan untuk membuat aneka masakan seperti sambal terasi, cah kangkung, nasi goreng Jawa juga ditemukan dalam berbagai resep tradisional Indonesia. 

Terasi yang banyak diperdagangkan dipasar, secara umum dapat dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan bahan bakunya, yaitu terasi udang , terasi ikan dan terasi campuran. Terasi udang biasanya memiliki warna cokelat kemerahan, sedangkan terasi ikan berwarna kehitaman dan terasi udang umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan terasi ikan.

SEJARAH TERASI DI INDONESIA
Konon, ada seorang bernama Cakrabumi yang  tinggal di suatu daerah pesisir mempunyai kebiasaan menangkap ikan dan udang rebon setiap malam hari, ia menangkapnya menggunakan jala, alat penangkap ikan dan perahu kecil. Kemudian penguasa wilayah tersebut, Rajagaluh memberlakukan pajak dalam setahun ia harus menyetor sebanyak satu pikul tumbukan rebon yang sudah halus dan berbentuk gelondongan karena sang Prabu begitu terasih (menyukai) dan ingin tahu bagaimana membuat makanan tersebut. Cakrabumipun menyanggupi permintaan tersebut dan ia juga menjelaskan bagaimana proses pembuatan makanan tersebut kepada utusan sang Prabu. “Adapun menangkapnya dengan jala tiap malam, diambilnya pagi-pagi. Rebon lalu diuyahi (digarami) lalu diperas, dijemur, setelah kering lalu ditumbuk digelondongi”, demikian penjelasan Cakrabumi kepada utusan tersebut. Pada kala itu Ki Mantri Pepitu (utusan Rajagaluh) mengumumkan kepada warga pemukiman baru itu bahwa tempat yang mereka tinggali diberi nama Dukuh Cirebon olehnya. Saat itu (tahun 1447 M) jumlah penduduk yang mendiami wilayah tersebut berjumlah 346 orang.

Kata terasi diambil dari kata terasih, karena kala waktu itu Prabu Rajagaluh sangat terasih (menyukai) bubukan rebon yang sudah halus gelondongan. Makannya sejak saat itu bubukan rebon itu dinamakan terasi (sumber).

Sumber lainnya mengatakan seperti dibawah ini :

Dennys Lombard (1996) dalam bukunya "Jaringan Asia" menyebutkan satu piagam di tahun 1387 yang dikeluarkan oleh penguasa (Lasem), berhubungan dengan pendirian "lungguh" disuatu tempat yang disebut Karang Bogem (Karang berbentuk kotak) ditepi laut. Tanah tersebut mencakup satu jung sawah, dan tambak-tambak ikannya dipakai untuk membuat terasi. [Lombard , p34].

Dalam catatan kaki di sumber yang sama, De Haan mengutip tanpa rujukan dalam "Priangan" jilid I halaman 20-22 mengenai sebuah tanah milik raja yang kecil di Pamotan yang tugasnya membuat terasi untuk keraton. Dalam teks prasasti terasi ditulis sebagai acan. Dalam bentuknya yang sekarang bisa ditemukan kembali dalam kata "blacan" yang artinya juga terasi.

Dalam "Sejarah nasional Indonesia" karya Marwati dan Nugroho Notosusanto mengutip buku Jeroen Touwen yang menyebutkan bahwa pada saat orang Tionghua mulai banyak mendiami kawasan Sumatera seperti Medan di awal abad 20, terdapat usaha perikanan yang menghasilkan ikan dan terasi. Hasil itu dikirim ke pulau Jawa dan tempat lainnya. Selain itu pembuatan terasi di Pulau Jawa umumnya menggunakan bibit terasi yang berasal dari daerah Bagansiapi-api.

Bagan Siapiapi mengirim komoditas ikan dan terasi ke pulau Jawa dan Madura. Angkanya jauh lebih besar daripada impor yang berasal dari Indo-China dan Thailand. Dalam "Sejarah Statistik Ekonomi Indonesia" di halaman 52, tabel 3.7 terlihat jelas pada periode 1928-1931, Bagan Siapiapi mengirim sekitar 14.5-16 ribu metrik ton ke Jawa-Madura dibandingkan dengan impor dari luar negri yang hanya berkisar 1-3 ribu metrik ton.

Pembuatan terasi menggunakan bibit-bibit  terasi dan campuran bahan baku tertentu. Kemudian diproses dengan digiling, dijemur, dikemas kemudian dipasarkan. Campuran tersebut digiling, dihancurkan, dicetak, dijemur, dibungkus, lalu dipasarkan. Kadang-kadang ditambah rempah-rempah atau bumbu untuk menambah cita rasa produk yang dihasilkan.

Yap, ternyata sejarah terasi di Indonesia sangat banyak ya dan memperlihatkan bahwa orang Indonesia memang pada umumnya adalah penyuka terasi. Di Provinsi yang saya tinggali saat ini (Jawa Timur) juga menghasilkan terasi di beberapa daerah seperti Tuban dan Jember. Bahkan di Kabupaten Jember, tepatnya di Kecamatan Puger konon adalah penghasil terasi ternikmat dan terbesar di Indonesia yang terkenal dengan sebutan “Terasi Puger”.

TERASI PUGER

Saya pribadi adalah seorang penikmat terasi dan oleh karenanya saya juga sering menikmati berbagai macam jenis terasi dari berbagai daerah dan produsen hingga akhirnya bisa saya katakan bahwa terasi Pugerlah yang ternikmat (pendapat pribadi, bisa berbeda dengan orang lain). Awal menemukan cita rasa terasi nan luar biasa ini bermula dari seorang rekan kerja saya. Ia memperhatikan saya di setiap kesempatan berbelanja, saya hampir selalu memasukkan terasi ke dalam keranjang belanja saya, akhirnya ia pun menawarkan pada saya untuk mencicipi terasi Puger.

Saya pun bertanya-tanya apa beda terasi ini dengan produk sejenisnya. Well, sebagai penikmat terasi saya pun penasaran untuk menggoyangkan lidah menyelami lezatnya sambel dengan terasi Puger dan segera mencari tahu kenapa ia berharga lebih mahal dari pada terasi pada umumnya. Yap, sekedar info saja jenis terasi ini memang lebih mahal harganya daripada jenis terasi lain di pasaran. Harganya juga bervariasi mulai dari Rp. 60.000 /Kg hingga ratusan ribu untuk kualitas utama.

Eits, tapi jangan khawatir karena beberapa produsen terasi Puger sudah mengemas produk ini dengan berat yang bervariasi sehingga dapat disesuaikan dengan budget yang ada. Terdapat kemasan terasi Puger mulai dari 50 gram, 100, gram, 200 gram hingga 1000 gram yang tersebar di pasaran.

Puger adalah salah satu kecamatan di kabupaten Jember,  kecamatan ini cukup terkenal dengan pantai, nelayan dan karakter masyarakat yang khas. Desa Puger Kulon adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Desa Puger Kulon merupakan salah satu daerah yang sebagian besar masyarakatnya memproduksi terasi yaitu terasi Puger yang dikenal karena aroma rasanya yang khas, enak, gurih dan diolah secara tradisional tanpa bahan pengawet. Pembuatan terasi masih tradisional sehingga cita rasa masih terjaga dan kualitas bahan baku terjaga. Konon terasi Puger ini dengan kualitas tinggi dan harumnya telah terkenal hingga ke Belanda, hebat khand :D.


PENGOLAHAN TERASI PUGER

Proses penghancuran udang


Penjemuran

Penjemuran setelah Pencetakan

Terasi adalah salah satu produk olahan hasil perikanan dengan cara fermentasi, berikut adalah bahan dan cara pengolahannya.

Bahan baku :
  1. Bahan utama adalah udang ukuran kecil, seperti rebon dan udang ukuran kecil sisa sortasi ukuran.
  2. Bahan tambahan hanya garam yang kemurniannya tinggi.

Peralatan :
  1. Nyiru atau talam bambu untuk menjemur rebon
  2. Penggilingan atau lesung dengan penumbuknya (alu)
  3. Wadah atau keranjang

Pengolahan :
a. Udang/rebon dicuci bersih kemudian ditiriskan
b. Udang/rebon dijemur sampai setengah kering (1/2 hari)
c. Tambahkan garam halus dengan perbandingan 5 kg rebon : 1/4 kg garam
d. Udang ditumbuk sedikit demi sedikit sambil diberi garam
e. Setelah halus, taruh di atas talam, angin-anginkan semalaman
f. Dijemur lagi lebih kurang sehari
g. Ditumbuk lagi sambil diberi air sedikit agar tidak terlalu kering
h. Dicetak sesuai keinginan, umumnya di Puger dicetak berbentuk bulat memanjang
i. Lama proses pengolahan lebih kurang tiga hari

KANDUNGAN UNSUR GIZI TERASI
Jika kita tadi sudah berbicara mengenai sejarah hingga proses pengolahan terasi, tak lengkap rasanya jika tak menyinggung tentang kandungan gizinya. Nah, karena bahan baku terasi Puger hanya udang rebon dan garam, berikut tersaji tabel kandungan gizi untuk udang rebon.

Tabel Kandungan gizi udang rebon per 100 g
Kandungan gizi
Udang rebon kering
Udang rebon segar
Energi (kkal)
299
81
Protein (g)
59,4
16,2
Lemak (g)
3,6
1,2
Karbohidrat (g)
3,2
0,7
Kalsium (mg)
2.306
757
Fosfor (mg)
265
292
Besi (mg)
21,4
2,2
Vitamin A (SI)
0
60
Vitamin B1 (mg)
0,06
0,04
Air (g)
21,6
79,0

Sumber

Unsur gizi yang terkandung di dalam terasi cukup lengkap dan cukup tinggi. Karena terasi merupakan udang rebon yang dikeringkan maka dapat disimak kandungan gizinya pada tabel di atas yang berkategori Udang Rebon Kering. Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa udang rebon yang kering justru memiliki kandungan gizi yang lebih tinggi dari pada udang rebon segar, kecuali untuk Fosfor, Vitamin A dan kandungan airnya. Di samping itu dalam terasi udang terkandung yodium dalam jumlah tinggi yang berasal dari bahan bakunya yaitu garam.

TIPS MEMILIH TERASI PUGER
warna cokelat kehitaman
warna kemerahan



Untuk terasi puger ini sendiri saya juga telah mencoba beberapa merk dan ternyata meski sama-sama terasi Puger belum tentu memiliki rasa, warna atau pun kualitas yang sama. Nah selanjutnya saya akan memberikan tips memilih terasi Puger yang berkualitas baik dan nikmat rasanya. Why? Khan sama-sama terasi Puger toh? Iya sih, tapi kan produsennya beda-beda, jadi terkadang juga terdapat beberapa perbedaan pada proses pembuatannya.

Pada pembuatan terasi Puger memang tidak menggunakan pengawet karena penambahan garam juga merupakan pengawet alami, artinya kita terhindar dari mengkonsumsi bahan pengawet kimia. Lalu bagaimana dengan warnanya? Warna cerah terkadang memang lebih menarik perhatian, namun sebaiknya kita tidak mempertaruhkan kesehatan kita hanya demi sebuah warna menarik. Sayangnya tidak semua produsen terasi Puger memproduksi terasinya tanpa pewarna. Beberapa dari mereka menambahkan pewarna dalam proses pembuatan terasi, biasanya untuk menciptakan warna kemerahan. Memang ada kemungkinan mereka menggunakan pewarna makanan yang terdaftar di Departemen Kesehatan, namun siapa yang menjamin mereka memakai pawarna untuk makanan? Jadi sebaiknya kita sebagai konsumen lah yang harus mawas diri. Berikut tips memilih terasi Puger yang baik ala saya :
  • Pilihlah terasi Puger yang berwarna coklat kehitaman seperti udang rebon kering yang ditumbuk. Karena banyak terasi yang beredar memakai pewarna yang menghasilkan warna kemerahan pada terasi.
  • Pilih yang aroma udangnya kuat. Karena ada yang aromanya biasa-biasa saja.
  • Jika anda membelinya di supermarket, swalayan atau sejenisnya sebaiknya perhatikan tanggal kadaluarsa juga nomor registrasi Departemen Kesehatan (ada/tidak).
  • Jika pada kemasan terdapat nomor registrasi BPOM, silahkan cek kebenaran nomor registrasi tersebut di website resmi BPOM.
  • Harga tak pernah bohong, pernah dengar kalimat ini? Sebaiknya belilah terasi Puger kualitas utama karena meski harganya relative lebih mahal namun kualitas dan rasanya dapat dipertanggungjawabkan.
  • Terasi Puger yang asli rasanya sangat enak dan gurih, jika tidak demikian maka perlu diragukan kualitas dan keasliannya.

Demikian ya artikel tentang terasi Pugernya, supaya dapat yang benar-benar asli ya monggo main ke Jember J. Beberapa produsen dan penjual sudah ada yang menjajakan terasi Puger secara online, so dapat dipesan dari mana saja. Hemat uang, hemat waktu! Sebenarnya saya punya merk andalan untuk terasi ini, tapi tidak di publish disini ya, takut dikira mendiskretkan merk lain, hehe….:D

Jika ada info tambahan atau kekurangan dalam artikel ini silahkan tambahkan di kolom komentar bawah ini ya ^_^














Wednesday, 24 October 2012

The Power of Nasi Pecel Madiun

Posted by lamiati Saputra at 06:48 1 Comment



Apa kabar semuanya, hmm pastinya sehat semua donk J, amin…
Mau nulis artikel lagi neh, sekalian promosi makanan gitu, asyiiik kan. Artikel saya kali ini membahas soal masakan khas Kabupatenku tercinta, Madiun. Selain Brem Kabupaten Madiun memiliki makanan  khas lainnya yang tak kalah nikmat sekaligus sehat yaitu pecel. Kalian semua pastinya sudah tidak asing lagi kan mendengar kata pecel Madiun. Saya sendiri tidak begitu tahu terhadap asal-usul nasi pecel ini, karena serasa menyebar begitu saja dikalangan masyarakat terutama Madiun. Namun saya sempat membaca literatur bahwa nasi pecel dibuat oleh seseorang bernama Mbok Pecel yang selanjutnya memberi nama hidangan tersebut sesuai dengan namanya sendiri (sumber). Makanan ini sudah ada semenjak masa penjajahan Belanda. Buktinya, di Suriname, wilayah bekas jajahan Belanda juga terdapat pecel, meskipun ada perbedaan rasa di bumbu dan isinya, karena mengikuti selera dan keadaan di sana (Suriname) (sumber).
Pecel merupakan makanan sejenis salad yaitu campuran beberapa jenis sayuran yang kemudian diberi topping, bedanya kalau salad toppingnya mayonnaise sedangkan pecel sendiri menggunakan sambel pecel. Disebut nasi pecel karena umumnya dihidangkan dengan nasi putih. Namun apabila anda sedang menjalani diet tertentu maka nasi putih dapat diganti dengan nasi merah. Jika yang disajikan hanya berupa sayuran dan sambel pecel maka disebut pecelan saja. Cara penyajian bisa dalam piring atau dalam pincuk (daun pisang yang dilipat).
Sambel pecel merupakan bagian utama yang memegang peranan penting dalam menentukan enak atau tidaknya rasa seporsi nasi pecel Madiun. Banyak juga yang menyebut sambel pecel ini dengan sebutan sambel kacang karena berbahan dasar kacang tanah. Sambel pecel sendiri terbuat dari beberapa bahan diantaranya kacang tanah, cabe rawit, daun jerut purut, bawang, asam jawa, kencur, lada, gula dan garam. Sebelum digunakan untuk membuat sambel, terlebih dahulu kacang tanah digoreng atau disangrai. Aroma daun jeruk purut merupakan ciri khas yang terdapat pada sambel pecel Madiun. Untuk tingkat kepedasan dapat disesuaikan dengan selera masing-masing. Simple khan? :D
Sedangkan untuk sayuran biasanya terdiri dari bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, bunga turi, mentimun atau sayuran lainnya sesuai selera. Sebelum dihidangkan sayuran direbus dahulu, namun alangkah lebih baik jika sayuran hanya dicelupkan ke dalam air panas selama + lima menit saja agar sayuran tetap hijau dan segar. Sebagian penikmat nasi pecel tidak merebus beberapa sayur seperti kemangi dan mentimun karena lebih segar jika disajikan mentah. Bagaimana dengan anda?
Selain sayuran dan sambal pecel, nasi pecel juga dilengkapi dengan lauk. Lauk untuk nasi pecel sangat bervariasi, namun yang paling sederhana dan paling umum ditemui adalah tempe goreng, rempeyek kacang/ebi/kedelai/teri atau lempeng beras. Ada juga yang menyajikan dengan lauk tahu, bakwan jagung, telur, ayam goreng atau sesuai selera.
Lalu bagaimanakah dengan kandungan gizi pada nasi pecel Madiun? Jika dilihat dari komposisinya yang terdiri dari nasi, sayuran, sambel pecel serta lauk sudah tentu makanan ini memiliki banyak kandungan gizi. Namun seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa seporsi nasi pecel yang dinikmati antara satu orang dengan orang lain bisa berbeda berdasarkan variasi sayuran maupun lauk yang mereka konsumsi. Hal ini tentu saja dapat mempengaruhi porsi gizi yang diperoleh tiap orang, dengan kata lain gizi yang diperoleh nilainya bisa berbeda-beda tergantung dari yang mereka makan. Untuk melihat kandungan gizi pada nasi pecel, saya akan memberi contoh menu beserta kandungan gizinya sebagai berikut :  

Menu
Kandungan Gizi

-          Nasi putih 100 gram/1 centong
-          Pecel sayuran 100 gram/2 sendok sayur
-          Peyek 25 gram/3 buah
-          Dendeng ragi 50 gram/1 potong daging
-          Jus stroberi 1 gelas


-          Energi 464.9 kalori
-          Protein 23.1 gram
-          Lemak 20.1 gram
-          Karbohidrat 49.7 gram
Sumber : (Yayuk Estuningsih, ahli gizi RSAL dr Ramelan Surabaya, Jawa Pos edisi 18 Juli 2012).

Variasi menu pecel lainnya tentu akan memberikan nilai gizi berbeda, namun yang pasti nasi pecel memiliki banyak kandungan gizi sesuai dengan menu yang dihidangkan. Sayuran yang beranekaragam dalam nasi pecel tentu tak kalah penting dalam pemenuhan asupan gizi bagi pengonsumsinya. Seperti yang kita tahu bahwa sayuran maupun daging/telur memiliki kandungan gizi yang tinggi, tiap jenis sayuran juga berbeda-beda kandungan gizinya. Menyantap nasi pecel tentu banyak memberi keuntungan karena kita dapat mengonsumsi beberapa sayuran sekaligus sehingga semakin banyak pula asupan gizi yang kita dapat.
Kapan waktu yang tepat untuk menikmati nasi pecel Madiun? Nasi pecel Madiun dapat kita nikmati kapan saja baik sebagai sarapan, makan siang maupun makan malam karena variasi sayur dan lauknya dapat disesuaikan. Kalau untuk saya pribadi dan warga di kampung saya seringnya menjadikan nasi pecel Madiun ini sebagai sarapan. Nasi pecel Madiun juga cocok bagi para vegetarian yang ingin memenuhi kecukupan gizi namun tanpa kehilangan sensasi nikmat sebuah sajian. Bagi anda yang sedang berdiet dapat mengombinasikan sayur dan lauk serta menghilangkan nasi pada tiap porsinya alias pecelan saja. Inilah salah satu kelebihan pecel Madiun, dapat dikreasikan sesuai selera anda sekalipun bagi anda yg berdiet untuk tetap dapat menikmatinya. Intinya yang tidak boleh ketinggalan yaitu sambel pecelnya, hehehe…
Nasi pecel Madiun begitu popular sehingga tidak hanya bisa ditemui di Madiun saja, namun dapat ditemui diberbagai wilayah khususnya di Indonesia karena makanan khas Madiun ini selain lezat disantap juga harganya merakyat, bisa untuk rakyat kalangan bawah, menengah maupun rakyat kalangan atas,hehe....! ya begitulah adanya, nasi pecel Madiun memang disuka oleh semua kalangan masyarakat Indonesia. Disetiap daerah yang disinggahi pastilah ditemui yang namanya nasi pecel Madiun ini, memang kadang rasanya agak sedikit berbeda dengan yang ada di Madiun namun hal ini tak mengurangi gizi dan rasa nikmat jika sudah menyantap sajian super lezat ini.
Itulah sederet alasan saya kenapa memberi judul artikel ini The Power of  Nasi Pecel Madiun karena makanan khas ini memiliki “kekuatan” yang luar biasa. Nasi pecel Madiun merupakan santapan lezat yang syarat gizi artinya nasi pecel Madiun merupakan sumber gizi. Nikmatnya nasi pecel Madiun membuat semua orang dari berbagai kalangan ingin mencicipinya sehingga tersebarlah nasi pecel Madiun ini ke seluruh pelosok tanah air, hal ini berarti nasi pecel Madiun telah turut serta dalam memenuhi asupan gizi masyarakat Indonesia yang mengonsumsinya. Selain itu nasi pecel Madiun juga dapat memperat tali persaudaraan diantara sesama. Setiap pagi, siang atau malan hari banyak orang dari bermacam-macam profesi dan suku berduyun-duyun mendatangi warung pecel langganan mereka dan disana sambil menikmati nasi pecel mereka bercengkerama satu sama lain, bukan tidak mungkin jika akhirnya terjalin pertemanan, bisnis atau bahkan mungkin persaudaraan di antara mereka.
Saya sangat senang banyak orang menyukai makanan khas Madiun ini. Dengan menyebarnya makanan ini di berbagai wilayah di Indonesia, hal itu berarti nasi pecel Madiun turut serta memberikan “Nutrisi Untuk Bangsa”. Ayo melek gizi masyarakat Indonesia, jangan lupa nasi pecel Madiunnnya ya. Semoga kasus gizi buruk tidak ada lagi di Indonesiaku tercinta ini. Amin. Go…go…go… nasi pecel Madiun.




Recent Articles

Blogroll

Recent News

Tank's for Visited
back to top