Ads

Ads
Sprei Handmade Jogja

Sunday, 5 May 2013

DAIHATSU PERJUANGKAN MASA DEPAN BUMI DENGAN TEKNOLOGI HIJAU

Posted by lamiati Saputra at 08:39 12 Comments



Mobil masa depan Daihatsu
Hmm…lama juga nih saya tidak melakukan aktivitas blogging, kangen pastinya J
Untuk memompa semangat menulis kembali, kali ini saya akan memposting cuap-cuap saya mengenai “Teknologi Hijau”. Namun sebelum membahas lebih jauh perihal  teknologi hijau itu sendiri, terlebih dahulu saya kemukakan alasan saya membawa tema tersebut dalam tulisan ini.

Pemanasan global atau istilah kerennya Global Warming (this is the reason)!!! Yap, isu tersebut telah lama mendengung di telingan kita semua namun kenyataannya isu tersebut tak seperti gosip-gosip para selebritis yang sering kali menguap begitu saja tertimpa gosip baru. Global Warming selalu menjadi topik yang kekinian dan tak lekang oleh waktu, setidaknya hingga hari ini.

Secara sederhana Global Warming dapat didefinisikan sebagai suatu proses meningkatnya suhu rata-rata pada atmosfer, laut, dan daratan Bumi. Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem (iklim tidak stabil), serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan, suhu global cenderung meningkat, gangguan ekologis hingga dampak sosial politik.

Penyebab utama fenomena ini sering kita sebut dengan "gas rumah kaca" dan yang paling utama adalah karbon dioksida (CO2). Berbagai macam gas diklasifikasikan sebagai gas rumah kaca atas kontribusi mereka terhadap pemanasan global, tapi yang memiliki dampak terbesar adalah Karbon dioksida (CO2). Emisi CO2 dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia sehari-hari. CO2 dilepaskan ketika bahan bakar seperti minyak dan batubara dibakar. Kita membakar bahan ini di dalam kehidupan kita sehari-hari-setiap kali kita menggunakan elektronik atau mengendarai mobil.

Selanjutnya Protokol Kyoto adalah sebuah perjanjian yang diikuti oleh banyak negara untuk mengurangi emisi dari enam gas rumah kaca termasuk CO2 untuk mencegah pemanasan global lebih lanjut. Komitmen dari Protokol Kyoto adalah negara melakukan penandatangan untuk mengurangi emisi dari sejumlah gas-gas seperti CO2, metana, N2O, HFC, PFC, dan SF6.

Namun meski telah ada Protokol Kyoto, toh tetap tak membuat emisi gas rumah kaca berkurang secara signifikan setidaknya hingga detik ini. Untuk Negara-negara berkembang emisi CO2 bahkan semakin meningkat. Bahkan negara kita tercinta ini, Indonesia termasuk dalam peringkat 10 besar negara penghasil emisi CO2 terbesar. Pantas saja ya di Indonesia makin hari makin panas saja L. Lalu apa pula makna hari bumi yang kita peringati setiap tanggal 22 April sebagai penghormatan terhadap lingkungan jika kenyataannya kita tak benar-benar ramah padanya.

Salah satu penyumbang emisi CO2 terbesar adalah kendaraan bermotor. Nah, masalahnya adalah makin berjubelnya kendaraan bermotor dijalanan dan volumenya selalu bertambah dari hari ke hari. Lha terus kita ga boleh pakai kendaraan gitu untuk  mendukung aktivitas sehari-hari??? Ga gitu juga kali :D. Justru itulah yang menjadi PR kita bersama dimana pembaharuan teknologi seharusnya berbanding lurus dengan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Seyogyanya kehadiran teknologi-teknologi baru memang merpermudah pekerjaan juga dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, untuk itu kehadirannya tidak seharusnya menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Kini setelah merasakan berbagai dampak yang ditimbulkan oleh Global Warming meski belum terlalu parah, manusia mulai menyadari pentingnya masa depan bumi. Berbagai perusahaan terutama perusahaan otomotif berlomba-lomba menciptakan produk-produk unggulan yang tentunya tidak hanya hebat secara teknologi namun juga ramah lingkungan yang selanjutnya kita sebut dengan “Teknologi Hijau”. Salah satu perusahaan otomotif yang selalu berusaha keras membuat inovasi canggih nan ramah lingkungan adalah Daihatsu.

Perusahaan otomotif yang didirikan pada 1 Maret 1907 ini merupakan perusahaan mobil Jepang tertua, yang dikenal dengan produk mobil-mobilnya yang berukuran kecil/kompak. Sedangkan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) mengawali sejarahnya pada tahun 1973. Pada tahun 1973, Astra mendapatkan hak untuk mengimpor kendaraan Daihatsu ke Indonesia. Pada tahun 1976, PT Astra International ditunjuk menjadi agen tunggal, importir dan distributor tunggal kendaraan Daihatsu di Indonesia. PT Astra International, Daihatsu Motor Co., Ltd. dan Nichimen Corporation bersama-sama mendirikan pabrik pengepresan plat baja, PT Daihatsu Indonesia pada tahun 1978. Kemudian pada tahun 1983, pabrik mesin PT Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia (DEMI) didirikan. Pada tahun 1987, PT Nasional Astra Motor didirikan sebagai agen tunggal dan pengimpor kendaraan Daihatsu menggantikan posisi PT Astra International. Kemudian pada tahun 1992, PT Astra Daihatsu Motor didirikan melalui penggabungan 3 perusahaan yaitu PT Daihatsu Indonesia, PT Daihatsu Engine Manufacturing Indonesia dan PT National Astra Motor. 

Dalam jajaran produknya, Daihatsu telah menelurkan berbagai jenis produk dengan inovasi canggih nan handal pada eranya. Kini Daihatsu telah berusia 106 tahun, usia yang uzur bagi seorang manusia namun tak berlaku bagi Daihatsu. Di usia seabad lebih ini Daihatsu semakin muda. Tak berlebihan jika Daihatsu memiliki slogan  "Innovation for Tomorrow" selain matang juga selalu kreatif dan inovatif menciptakan produk-produk berkualitas tinggi yang tidak hanya membuat tebal kantong PT Astra Daihatsu Motor selaku Agen Pemegang Merek Daihatsu dan produsen kendaraan merek Daihatsu di Indonesia tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan masa depan bumi. Grup Daihatsu terus membangun dirinya menjadi "merek global yang dicintai di seluruh dunia dan "perusahaan yang memiliki kepercayaan diri dan kebanggaan", melalui produksi mobil yang inovatif dan terkemuka di setiap era. Demikian yang saya kutip dari website resmi Daihatsu Indonesia.

Daihatsu juga peka terhadap situasi sekitar termasuk salah satunya adalah terkait isu Global Warming. Sebagai produsen mobil, Daihatsu tidak hanya berfokus pada kecanggihan mesin untuk mobilnya, tetapi juga bagaimana agar produknya dapat diterima pasar tentunya dengan harga terjangkau, irit bahan bakar dan juga meminimalisir dampak negatif bagi bumi. Itulah mengapa saya ingin mengulas tentang Daihatsu padahal begitu banyak merk mobil lainnya. Menurut saya Daihatsu is not just a brand but Daihatsu is a sense of caring. Apa benar Daihatsu dapat dikatakan demikian. Mari kita simak ulasan berikut ini!

Daihatsu Cared About Social And Environmental
Loh apa hubungannya nih teknologi hijau Daihatsu dengan masyarakat dan lingkungan? Eits, jangan lupa donk kalau Daihatsu menerapkan teknologi yang akrab dengan lingkungan dan juga berguna bagi masyarakat. Ternyata Daihatsu tidak hanya “menghijaukan” mesin mobilnya saja melainkan juga menghijaukan alam sekitar. Tentunya kita tak lupa dengan pelajaran biologi di sekolah bahwa tumbuhan selain membutuhkan sinar matahari juga mengkonsumsi CO2 dalam fotosintetisnya. Nah, dengan banyaknya pohon yang tumbuh berarti emisi CO2 yang terkandung dalam udara dapat berkurang dengan adanya proses fotosintesis tumbuhan dan kondisi udara di lingkungan tersebut tentunya akan semakin segar dan sehat dengan berlimpahnya oksigen.

Dalam program Hijau Bersama Daihatsu, Daihatsu turut serta berperan dalam mengurangi dampak terhadap lingkungan dan berkontribusi membangun bisnis yang berkelanjutan. Salah satu program hijau bersama Daihatsu adalah menanam 1000 pohon produktif untuk menambah ruang hijau di salah satu taman yang ada di Jakarta Timur beberapa waktu silam. Selain itu juga mengadakan sebuah kegiatan bertajuk DAIHATSU BERHIAS (Bersih-Hijau-Asri-Sehat). Kegiatan ini merupakan bagian dari program CSR Daihatsu. Yup, Daihatsu memang “hijau”, sehijau teknologi ciptaannya.

Sebagai informasi tambahan, selain penghijauan Daihatsu masih memiliki banyak program CSR lainnya mulai dari kesehatan, pendidikan hingga perekonomian sebagai bukti kepedulian Daihatsu terhadap lingkungan dan masyarakat.

Daihatsu Cared About Technology And The Future Of The Earth
Berbicara mengenai teknologi dan lingkungan maka yang terpikir adalah menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan.  Selain untuk mengurangi dampak pemanasan global juga semakin menipisnya stok  migas yang terdapat di bumi. Lalu apa yang dimaksud kendaraan ramah lingkungan? Menurut hemat saya kendaraan ramah lingkungan adalah kendaraan yang memberi sedikit dampak terhadap lingkungan atau bahkan tanpa dampak sama sekali mulai dari produksi hingga dikendarainya mobil tersebut.

Sebenarnya  beberapa tahun terakhir telah bermunculan produk-produk ramah lingkungan mulai dari mobil hybrid hingga mobil listrik. Kendaraan hibrida adalah salah satu jenis kendaraan ramah lingkungan yang mengkonsumsi jauh lebih sedikit bensin daripada kendaraan konvensional dari kelas yang sama. Namun hal ini tidak berarti bahwa mobil hibrida lebih baik dari pada semua kendaraan bensin dalam efisiensi bahan bakar. Mobil hybrid memiliki kelemahan diantaranya adalah bahwa mereka masih cukup mahal karena produksi mobil hibrida masih membutuhkan biaya yang relatif tinggi. Tingginya biaya mobil hibrida biasanya karena menggunakan material yang sangat langka dalam produksi mereka (dysprosium misalnya digunakan untuk membuat motor listrik canggih dan sistem baterai pada sistem propulsi hibrida, serta neodymium yang digunakan sebagai material penting pada magnet motor listrik. Mobil ini biasanya lebih berat dari pada mobil non-hibrida, sehingga handling-nya tidak dalam kisaran yang sama seperti halnya pada mobil konvensional sejenis. Fakta bahwa mobil hibrida biasanya lebih berat dari pada non-hibrida adalah karena aki pada mobil hibrida sangat berat. Mahalnya biaya servis jenis kendaraan ini juga menjadi kendala tersendiri. Sedangkan untuk mobil listrik harganya juga sangat mahal karena komponen baterainya memang juga mahal.

Daihatsu sebagai spesialis produsen mobil compact, telah berkiprah selama 106 tahun di dunia. Selama itu Daihatsu telah mengembangkan berbagai teknologi untuk menghadirkan produk yang berkualitas, harga terjangkau dan ramah lingkungan. Untuk mengembangkan teknologi masa depan. Daihatsu terkenal dengan mobil konsumsi BBM yang irit. Mobil-mobil terbaru mereka terutama yang masuk kategori kei car (mobil kecil) memiliki angka konsumsi BBM irit sebut saja Mira:eS, dan Move.

Sesuai dengan visi Daihatsu yaitu menjadi No. 1 di pasar mobil compact di Indonesia dan sebagai basis produksi global utama untuk Grup Daihatsu yang sama dengan standar kualitas pabrik Jepang. Juga misinya untuk memproduksi mobil compact bernilai terbaik dan menyediakan layanan terkait yang penting bagi peningkatan nilai stakeholder dan ramah lingkungan serta mengembangkan dan memberikan inspirasi kepada karyawan untuk mencapai kinerja tingkat dunia. Daihatsu senantiasa melakukan inovasi untuk menciptakan mobil compact dengan harga terjangkau yang sesuai permintaan pasar, hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Lalu mengapa mobil compact?  

1.            Compact Car is Eco-Friendly atau merupakan korelasi antara mobil compact ramah lingkungan dan lingkungan. Mobil compact mendorong untuk sadar lingkungan karena hemat bahan bakar.

Mobil compact kendatipun berbahan bakar bensin tetapi mereka memiliki body yang kecil sehingga lebih hemat bahan bakar tidak seperti mobil hybrid dengan bodynya yang besar malah membutuhkan banyak energi untuk mengendarainya sehingga berdampak pada efisiensi bahan bakar.

Jadi bisa dikatakan bahawa mobil compact = rendah konsumsi bahan bakar  = rendah emisi CO2, hal inilah yang terpenting dan mengendarai mobil compact adalah hal yang sangat ramah lingkungan yang dapat dilakukan.


2.            Mobil compact ramah lingkungan pada proses produksi (menggunakan sumber daya alam dalam jumlah sedikit)

Kendaraan hibrida mengandung neodymium dan didymium, sedangkan kaca yang menyerap sinar UV menggunakan cerium. Juga, semakin besar kendaraan, semakin banyak sumber daya alam (logam mulia) dan energi yang diperlukan untuk membuatnya. Sebaliknya, kendaraan yang compact dan sederhana lebih sedikit memanfaatkan sumber daya alam sehingga mobil compact lebih ramah lingkungan pada tahap produksi.


3.  Mobil kompak yang ramah lingkungan secara keseluruhan ( Analisis Siklus Hidup)


Analisis siklus hidup (life cycle assessment / LCA) merupakan evaluasi dampak lingkungan di seluruh siklus hidup kendaraan mulai dari proses produksi hingga dibuang/daur ulang. Sebagai contoh adalah penggunaan "eco-bag" di supermarket, bukan kantong plastik. Eco-bag ramah lingkungan karena mereka dapat didaur  dan digunakan lagi. Pada tahap produksi, eco-bag menghasilkan emisi CO2 lebih rendah dari kantong plastik, yang dibuat dengan menggunakan minyak bumi. Eco-bag juga menghasilkan lebih sedikit CO2 saat dibakar. Jadi secara keseluruhan eco-bag lebih ramah lingkungan.

Prinsip yang sama dapat diterapkan pada mobil. Dari sudut pandang LCA, bahkan jika kendaraan hibrida hemat bahan bakar, mungkin memiliki dampak lingkungan yang besar secara keseluruhan jika banyak menggunakan sumber daya alam dan energi dalam produksinya. Namun untuk mobil compact justru hemat bahan bakar, emisi CO2 rendah, menggunakan lebih sedikit sumber daya alam ketika diproduksi, dan hal itu menyebabkan lebih sedikit kerusakan lingkungan bila dibuang.

Daihatsu terus berinovasi dengan teknologi baru yang bertujuan untuk penghematan BBM dan kelestarian lingkungan. Beberapa waktu lalu Grup Astra telah memperkenalkan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC), Daihatsu Ayla di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2012. Meski terbilang mobil murah karena akan dilepas dengan rentang harga Rp70-100 juta, ternyata mobil yang didesain oleh Mark Yoshua Widjaja itu disematkan fitur canggih Eco-Driving dan Multi Information Display (MID). Dengan mengaktifkan teknologi Eco-Driving, pola pengendara akan lebih baik untuk efisiensi bahan bakar. Sedangkan MID dapat memberikan informasi jarak rata-rata dan juga dapat mengetahui seberapa efisien penggunaan BBM. Mobil ini mengusung mesin 3 silinder 1.000 cc 1KR-DE yang mampu menghasilkan tenaga hingga 65 Ps pada 6.000 rpm, dengan torsi maksimum 8,7 kgm pada 3.600 rpm. Hebatnya lagi konsumsi BBM Ayla tembus 27,1 KM/Liter saat Eco-Callenge beberapa waktu lalu. Meski regulasi LCGC belum jelas kapan rampungnya namun sudah banyak konsumen yang indent mobil ini.

Daihatsu masih belum berhenti berinovasi, bahkan kini Daihatsu telah menyiapkan teknologi canggih untuk masa depan. Terdapat tiga tahap dalam teklonogi hijau Daihatsu ini.

Teknologi Eco-Idle Daihatsu

Tahap pertama dalam teknologi Daihatsu adalah teknologi  Eco-Idle. Sistem
teknologi eco-idle ini mampu mengatur hidup dan mati mesin secara otomatis dalam keadaan macet untuk mencapai efisiensi konsumsi bahan bakar. Pada tahap ini dengan system i-EGR mampu menghasilkan pembakaran sempurna dan meminimumkan keluaran gas CO2.

Selanjutnya adalah pengembangan teknologi pada tahap kedua dengan menggunakan mesin 2 silinder  turbocharged. Pada tahap kedua ini mesin memiliki komponen yang lebih sedikit, sehingga lebih ringan, dan menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit. Dengan active ignition system  dan berbagai improvement lainnya, efisiensi penggunaan bahan bakar bisa mencapai 30%. Daihatsu ingin menghadirkan kenyamanan dalam berkendara dan efisiensi bahan bakar, meskipun dengan mesin cc rendah melalui sistem turbo yang ada pada tahap ini.

Tahap terakhir adalah Precious Metal Free Liquid Feed Fuel Cell (PMfLFC). Pada tahap ini emisi gas buang CO2 nol, ini merupakan wujud kendaraan yang ramah lingkungan. Bahan pembuatan kendaraan ini menggunakan sumber daya alam yang lebih sedikit, tidak mengandung logam mulia, sehingga biaya yang dikeluarkan lebih rendah. Tahap ini berfokus pada penggunaan bahan bakar cair baru yaitu Hidrazin Hidrat. Zat ini memiliki kepadatan energi yang tinggi dan tidak menghasilkan CO2. Zat ini adalah bahan bakar cair yang tepat untuk mobil ramah lingkungan generasi baru.

Semua tahapan tersebut merupakan wujud komitmen Daihatsu untuk menghadirkan kendaraan yang compact, ramah lingkungan dan dengan harga yang terjangkau. Dengan demikian lahirnya teknologi baru tak perlu mengorbankan masa depan buana nan indah ini.

Daihatsu Cares Looks And Style                                                                             
Berbicara mengenai mesin mobil tak lengkap rasanya jika tak disertai dengan bahasan model bodynya. Merupakan suatu kebiasaan bagi setiap peminat kendaraan melihat dan memilah jenis kendaraan baik dari spesifikasinya maupun dari segi estetika bodynya. Dari uraian di atas dapat kita lihat bahwa kriteria mobil Daihatsu dapat mewakili keinginan para konsumen masa kini yaitu teknologi canggih, ramah lingkungan dan yang paling WOW adalah tidak hanya bodynya saja yang ringan tetapi harganya juga slim. Lalu bagaimana dengan pilihan model yang ditawarkan oleh Daihatsu? Foto-foto di bawah ini dapat menjawabnya!
Daihatsu Move


Daihatsu Mira e:S
Daihatsu Ayla
Daihatsu DX
Daihatsu DR

Foto-foto diatas adalah beberapa contoh model mobil Daihatsu, oke punya khand J

Daihatsu memang tidak melulu memamerkan teknologi canggihnya pada khayalak, dapat kita lihat mobil murah Daihatsu tidak terlihat murahan melainkan terlihat mahal dan elegan tentunya. Sudah mobilnya murah, keren eh ramah lingkungan pula. Potret di atas seakan menyiratkan pesan bahwa menyelamatkan lingkungan pun bisa dilakukan dengan penuh gaya, setuju? Model-model mobil Daihatsu di masa mendatang pastinya lebih oke dan memukau donk J!

Conclusion
Sebuah mobil ramah lingkungan memerlukan mesin ramah lingkungan. Masa depan bumi merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan mobil termasuk Daihatsu. Untuk itu sudah sepatutnya produsen mobil menciptakan teknologi yang selain modern juga akrab terhadap alam raya ini. Sehingga produksi mobil tidak hanya menebalkan kantong perusahaan saja melainkan turut serta menjaga apa yang menjadi masa depan kita bersama yaitu bumi. Semoga kehadiran teknologi hijau Daihatsu yang melalui tiga tahap yaitu teknologi Eco-Idle, mesin 2 silinder  turbocharged dan Precious Metal Free Liquid Feed Fuel Cell (PMfLFC) dapat menjawab kebutuhan yang ada.

DAIHATSU PERJUANGKAN MASA DEPAN BUMI DENGAN TEKNOLOGI HIJAU



Referensi :





Share This Post

Get Updates

Subscribe to our Mailing List. We'll never share your Email address.

12 comments:

  1. info yg sangat bermanfaat gan:)
    kunjung balik ya gan ardirahman.blogdetik.com :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. thx blogwalkingnya, siap meluncur gan :)

      Delete
  2. ajibb...... ajibb......
    untung kemaren ane membatalka diri ikut, he he saingannya keren begini ^_^
    wkwkwk mentang2 temanya teknologi ijo warna fontya juga ikut berubah ha ha, sukses ya sist, udah ane like tuh di detikconnect
    smoga bisa jadi juara,amin amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih gan kunjungan, comment, jempol dan doanya. iya neh ga tau kenapa suka kasi warna font sesuai tema tulisan, hehe

      Delete
  3. Keren nih :) Saya dukung yang ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih gan :)

      salam blogger untukmu ya

      Delete
  4. keren gan pembahasannya...:)
    kunjung balik ya gan ardirahman.blogdetik.com

    ReplyDelete
  5. Selamat ya telah masuk ke tahap Polling. :D
    Ane udah Like Postingan blog punya agan :)
    ditunggu like baliknya ya ;)
    Langsung aja Klik : Teknologi Hijau, jadikan Bumi kembali Berkicau
    Terima Kasih, Salam Kompetisi, dan Semoga Menang ^_^
    Amien...

    [Ayo Kita Dukung Teknologi Hijau Daihatsu demi Kehidupan yang lebih baik di Masa Depan]

    ReplyDelete
  6. aartikel bagus, thanks
    saya baru tahu teknologi Hijau

    ReplyDelete

Recent Articles

Blogroll

Recent News

Tank's for Visited
back to top