Beberapa hari yang lalu saya iseng mengunjungi BLOGdetik, eh ternyata ada lomba blog lagi dari BLOGdetik yang bekerja sama dengan PT. Astra Daihatsu Motor (ADM) bertemakan mobil sahabat petualang. Usut punya usut ternyata PT. Astra Daihatsu Motor usai mengadakan hajatan besar yaitu Terios 7-Wonders dan dalam acara tersebut mengangkat tema yang luar biasa “Sumatra Coffee Paradise”, sungguh tema yang sangat eksotik menurut saya.
Misi utama dari perjalanan ini sungguh mulia karena ingin mengguggah mata dunia akan kekayaan alam Indonesia khususnya pulau Sumatera. Tim 7-Wonders sepanjang perjalanan dari Lampung hingga pulau Sabang mengunjungi tujuh spot produsen kopi sebagai bagian dari eksplorasi kekayaan alam dan budaya Indonesia.
Selain itu petualangan Terios 7-Wonders sendiri merupakan rangkaian uji coba performa Daihatsu Terios dengan beragam medan jalan karena memang sesuai dengan mobil Daihatsu Terios sebagai mobil Sport Utility Vehicle (SUV) sejati sebagaimana yang telah dikampanyekan oleh pihak PT. ADM, Daihatsu Terios, Sahabat Peluang
Perjalanan yang dilakukan selama 15 hari tersebut terangkum di http://www.daihatsu.co.id/terios7wonders/news dan dari situs ini juga saya mendapatkan referensi tulisan ini. Setelah membaca kisah jejak petualangan tim Terios 7-Wonders, menurut saya kisah tersebut sebenarnya sudah tersirat dari kata 7-WONDERS itu sendiri, dimana dari sepatah kata ini terdapat tujuh hal menarik yang dapat diceritakan. Berikut uraian kisah dari kata WONDERS tersebut.
7
Wonderfull
Offering
Nice trip
Delightful
Exotic
Really good jobs
Succes

WONDERFUL
Terios is so wonderful
Petualangan Terios 7-Wonders selama 15 hari tersebut terdiri atas 10 orang dengan jarak tempuh total 3.657 km, dimulai sejak tanggal 10 Oktober hingga 25 Oktober 2012. Tim Terios 7-Wonders berangkat dengan tiga mobil yaitu 2 unit Daihatsu Terios TX-AT  dan 1 unit Terios MT.
Perjalanan dari Lampung hingga Sabang tersebut tentu saja akan melewati berbagai medan, dari sinilah pembuktian ketangguhan Terios akan terungkap. Namun Terios bukan berangkat tanpa bekal. Dilansir dari http://daihatsu.co.id mobil SUV keluaran PT. ADM ini mengusung beberapa keunggulan yang wonderful sebagai berikut :

Kuat dan tangguh. Mobil ini dilengkapi dapur pacu berkode 3SZ-VE 1.500 cc DOHC 16 Valve VVT-i bertenaga 109 ps/6.000 rpm dan torsinya 14,5 Nm/4.000 rpm. Mobil Terios ini benar-benar cocok bagi anda yang memiliki jiwa petualang. 
Suspensi optimal. Suspensi (Depan): MacPherson Struts dengan per keong dan stabilizer. Suspensi (Belakang) : 5 Link Rigid Axle dengan per keong. Melewati berbagai medan tetap terasa nyaman dengan Terios. 
Projector Headlamp (TX). Desain sporty yang memberikan pencahayaan maksimal namun tidak menyilaukan. 
Rear Lamp. Lebih modern dan dinamis, serta meningkatkan visibilitas kendaraan dari belakang. 
New Center Cluster. Sporty dan mewah dengan balutan aksen metal dan chrome. 
AC Double Blower (TX). Kesejukan merata dapat dinikmati di setiap sudut kabin, menjadikan perjalanan Anda kian menyenangkan. 
New Meter Combination. Desain sporty dan mewah namun tetap mudah dibaca. 
7 Seater. Tempat duduk yang nyaman dan lega untuk 7 penumpang. Tentu saja anda dapat mengajak serta keluarga dalam berpetualang. 
Electric Power Steering (EPS). Kemudi menjadi lebih ringan dan hemat bahan bakar karena diatur secara elektrik. Alasan penting memiliki Terios karena harga bahan bakar yang cenderung sering naik. 
TAF (Total Advance Function) Body. Teknologi keselamatan pasif pada konstruksi body mobil yang akan menyerap efek benturan pada saat terjadi tabrakan, sehingga aman bagi pengemudi dan penumpang di dalamnya. 


Selain mengandalkan ketangguhan ternyata Terios juga didesain sporty, mewah, aman dan nyaman bagi penumpangnya. Dengan kapasitas tujuh penumpang, semakin banyak anggota keluarga yang dapat turut serta berpetualang. Anda pun tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk pembelian bahan bakar, jadi anda dapat berpetualang dengan hemat karena Terios memang hemat BBM. Beragam keunggulan yang dimilikinya, membuat anda memiliki banyak alasan untuk memiliki Terios ini, terutama bagi anda yang berjiwa petualang sejati dan tentunya para off roader. Spesifikasi yang diusung Terios sebagai SUV benar-benar wonderful dan menjadikan Terios sebagai sahabat petualang anda, sungguh pilihan yang perfect. Mampukah Terios melahap alam Sumatra dalam ekspedisinya mengantar tim Terios 7-Wonders?



OFFERING
Team 7-wonders offering a charity
Dalam rangkaian Terios 7-Wonders, selain mengunjungi tujuh spot produsen kopi juga mempersembahkan amal di Bengkulu, Medan dan Aceh. Program ini disinergikan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Ya, selain “bersenang-senang” tim Terios 7-Wonders juga menyenangkan orang lain dengan memberi bantuan di beberapa tempat yang telah direncanakan sebelumnya. 
Program CSR yang pertama dilakukan di Bengkulu, acaranya dipusatkan di main dealer Daihatsu jalan S. Parman. Ada lima posyandu dan UMKM yang menerima bantuan dari tim Terios 7-Wonders. Lima Posyandu yang menerima bantuan adalah Anak Bangsa, Mekar Sari, Damai, Flamboyan dan Candra. Sedangkan UMKM yang mendapat bantuan adalah Tiara, Ikan Pais “Ibu Jumi”, Jepara Maju, Keripik Ikan EZ dan Kopi Bubuk Mandela.
Pemberian bantuan yang kedua berlangsung di Medan, acaranya ditempatkan di dealer Daihatsu, Jalan Sisimangaraja No. 170, Medan. Bantuan diberikan kepada dua Posyandu yaitu Posyandu Kenanga 1 dan Mawar XII. Penerima bantuan selanjutnya yaitu UMKM Wolken (pembuat bantal+guling), Keripik Pisang Bu Nur, Keripik Cap Merak, Berkat Rahmat dan juga Sirup Markisa Brastagi Bee. Bantuan yang diberikan pun tak tanggung-tanggung dan nilainya mencapai lebih dari Rp 200 juta.
Bantuan selanjutnya berupa penyerahan hewan kurban sebanyak tiga ekor sapi yang melambangkan tiga unit Terios yang dikendarai oleh tim Terios 7-Wonders selama perjalanan. Pemberian hewan kurban dilakukan karena pada saat menjelang kepulangan tim Terios 7-Wonders memang mendekati hari raya Idul Adha dan sekaligus sebagai rasa syukur kepada yang maha Esa atas keselamatan dan keberhasilan tim Terios 7-Wonders Sumatera Coffee Paradise.


NICE TRIP
The Terios 7-wonders is Nice Trip
Perjalanan tim Terios 7-Wonders Sumatera Coffee Paradise tidak hanya mengunjungi produsen kopi saja namun juga menyegarkan mata dan lidah dengan menikmati beberapa lokasi wisata sepanjang perjalanan menuju Sabang. Berwisata kuliner pun tak luput dari sergapan tim Terios 7-Wonders
Lokasi wisata pertama yang mereka kunjungi adalah Danau Ranau yang merupakan danau terbesar kedua di Pulau Sumatra yang terbentuk akibat letusan gunung vulkanik. Kopi Luwak khas Liwa juga menemani mereka disini. 
Keindahan alam yang mereka nikmati berikutnya yaitu ketika tim Terios 7-Wonders tiba di Pagaralam. “Usai check in di Villa dan Hotel Gunung Gare, karena hari masih sore (sekitar pukul 15.00 WIB), kami putuskan menikmati keindahan alam Pagaralam sembari berkeliling untuk mecari perkebunan kopi dan juga tempat pengolahannya. Karena menurut berbagai informasi yang diperoleh Pagaralam adalah daerah penghasil kopi terbesar di Sumatera”. 
Trip selanjutnya tim Terios 7-Wonders menuju Bengkulu. Di kota Rafflesia ini mereka mengunjungi obyek wisata sejarah rumah pribadi Ibu Fatmawati Soekarno Putri. Letaknya di jalan Fatmawati Bengkulu. Kemudian mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di sekitar 1940-an. Namun sayang sekali kedua tempat tersebut sudah tutup. Selain itu tim Terios 7-Wonders juga menikmati keindahan pantai Panjang yang letaknya persis di depan hotel mereka. Wisata kuliner juga dilakukan tim Terios 7-Wonders sewaktu di kota ini.  
Di Mandailing Natal santapan wisata yang tim Terios 7-Wonders nikmati adalah Danau Maninjau meski saat itu sedang kabut. Tim Terios 7-Wonders juga menikmati keindahan Ngarai Maninjau yang ada di Bukittinggi. Perjalanan ini mereka lakukan sebelum mengunjungi pengolahan dan perkebunan kopi rakyat di Mandailing Natal.
Setibanya di kota Sabang tim Terios 7-Wonders mereka berwisata kuliner dengan bersantap malam di dekat alun-alun Langsa. Mereka menikmati hidangan sate matang dan martabak Aceh. Mereka juga menikmati indahnya pemandangan kota Takengon dan Danau Laut Tawar sambil menyeruput secangkir kopi panas bersama komunitas jip di Gayo. Saat berada di Takengon mereka menikmati makan malam dengan menu ikan asam pedas khas Takengon dan  ikan tersebut diambil dari Danau Laut Tawar di belakang penginapan mereka. Hmmmm….
Ketika di Aceh tim Terios 7-Wonders juga mengunjungi museum PLTD Kapal Apung yang merupakan kapal pembangkit listrik yang mulanya berada di tengah laut namun akibat terjadinya tsunami kapal tersebut hempas ke daratan dan sekarang menjadi salah satu obyek wisata di Aceh.
Terakhir tim Terios 7-Wonders menikmati kopi Ulee Kareeng baru setelah itu mengunjungi Masjid Raya Aceh dan juga menikmati kuliner Mie Aceh yang disiapkan oleh sahabat daihatsu Alex HM yang juga ketua organda Banda Aceh. 
Selama perjalanan mereka juga menikmati kopi khas daerah yang masuk dalam tujuan Sumatra Coffe Paradise di setiap kali mereka singgah di wilayah tersebut. Mantap dan benar-benar Nice Trip.

DELIGHTFUL
Sisi special perjalanan tim Terios 7-Wonders selanjutnya adalah karena perjalanan ini Delightful. Dalam perjalanan ini tidak hanya berwisata dan uji performa Terios saja, akan tetapi perjalanan ini juga memberikan banyak pengetahuan baik bagi tim Terios 7-Wonders maupun bagi para pembaca yang mengikuti kisah perjalanan tim Terios 7-Wonders Sumatra Coffe Paradise. Pengetahuan tersebut terutama tentang seluk beluk kopi yang mungkin saja banyak orang belum mengetahuinya, termasuk juga saya pribadi. Berikut beberapa ilmu yang bisa didapat dari perjalanan Terios 7-Wonders.

Cara mengolah kopi
Pertama biji kopi digrading dulu jadi 3 bagian sesuai ukuran. Makin besar biji kopi itu berarti makin baik kualitasnya. Kemudian biji kopi yang sudah terpisah sesuai kualitasnya dimasukkan ke mesin oven (sangrai). Lamanya proses sangrai akan mempengaruhi warna kopi. Makin lama disangrai serbuk kopi makin berwarna kehitaman.
Setelah disangrai, biji kopi diangin-anginkan sembari menghilangkan lapisan kulit arinya dalam sebuah wadah besar yang sudah dilubangi. Sambil diaduk-aduk lapisan kulit ari akan turun ke bawah. Setelah bersih biji kopi ini langsung digiling. Serbuk kopi yang sudah jadi siap dikemas untuk dinikmati. 

Cara menyajikan kopi
Cara menyajikan kopi yang paling pas adalah memastikan air yang akan dicampur dengan kopi benar-benar mendidih. Setelah dituang di cangkir dan diaduk, diaduk kemudian biarkan dulu beberapa saat supaya butiran-butiran kasar kopi yang mengapung turun ke dasar cangkir.
Semoga setelah ini tidak ada lagi yang salah dalam penyajian kopi.

Alasan kopi Luwak mahal
Selama ini kopi Luwak terkenal mahal harganya, namun mungkin saja banyak yang tidak tahu alasannya mengapa kopi Luwak harganya selangit. Pengetahuan ini didapatkan oleh tim Terios 7-wonders ketika berada di Liwa yang sedang mengunjungi pemilik kebun kopi bernawa Hidayat yang rumahnya berada di tepi jalan utama Liwa-Ranau. 
Ada 2 jenis Musang yang dimiliki Sangkut yaitu Musang Bulan dengan ciri khas ujung ekornya berwarna putih (lebih agresif dan susah jinak) dengan bulu berwarna kecoklatan serta Musang Pandan yang bulunya berwarna kehitaman. Menurut Sangkut aroma wangi khas yang dikeluarkan Musang Pandan ternyata menghasilkan kopi yang lebih nikmat dari Musang Bulan. Kopi Musang Pandan memiliki penggemar yang lumayan banyak. 
Biasanya sesudah dipetik biji kopi disortir dulu. Pertama-tama dicari yang warnanya merah rata dan bentuknya bulat. Kemudian direndam di ember berisi air. Biji yang terapung disortir. Yang tenggelam dikumpulkan untuk diberikan pada Musang Luwak. Musang Luwak ini nanti hanya memilih biji kopi yang  terbaik untuk makanannya. 
Biji kopi yang dimakan ini selanjutnya terfermentasi dan keluar jadi kotoran berwujud biji kopi. Kotoran ini dikumpulkan dan dipisahkan agar tak lagi berbentuk gumpalan. Setelah itu baru dijemur hingga kering. Barulah biji kopi yang sudah bersih dan kering dibawa ke pabrik pengolahan kopi. Inilah alasannya mengapa Kopi Luwak mahal sekali.  Selain karena proses pembuatannya lumayan ribet, hanya kopi terbaik saja yang dimakan Luwak.
Sekarang sudah tahu kan kenapa kopi Luwak mahal? J

Cara mengetahui kopi yang sudah kering
 “Coba ambil segengam lalu goyang-goyang. Nah, kalau di dalam buah kopi yang sudah dijemur ada bunyinya berarti biji di dalamnya sudah terpisah dengan dagingnya. Baru ini bisa diolah jadi biji kopi”. Demikian yang dikatakan oleh Diok, petani kopi di Pagaralam. Biasanya para petani kopi akan menyimpan buah kopi dalam kondisi masih terbungkus dengan kulitnya. Jika harga kopi lagi kurang baik para petani biasanya menyimpan buah kopi dalam karung-karung besar. Ketika harga membaik barulah diolah menjadi kopi.

Sejarah kopi Arabica di Indonesia
Di Mandailing Natal tepatnya di Desa Simpang Banyak Jae Ulu Pulud banyak terdapat pohon kopi yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Jika menilik sejarah kopi Arabica pertama kali masuk Indonesia pada 1699 oleh Belanda dan ditanam di daerah Mandailing Natal. Dalam sejarah perkopian Indonesia desa yang jadi pusat kopi Arabica pertama kali di tanam adalah Desa Pakantan – Mandailing Natal. Nama Desa Simpang Banyak Jae Ulu Pulud memang tidak disebutkan. Tapi bisa jadi ini juga salah satu pusatnya. Mengingat masih dalam satu wilayah dan juga berada di ketinggian 1.200 m dpl.

EXOTIC
Sumatra Coffee Paradise is so Exotic.
Seperti yang telah saya katakan di awal tulisan ini bahwa misi perjalanan tim Terios 7-wonders menguak kekayan alam Sumatra khususnya kopi benar-benar exotic adanya. Jangankan dunia, saya sendiri begitu takjub ketika membaca perjalanan Sumatra Coffee Paradise ini. Ternyata saya sendiri sebagai warga Indonesia banyak yang belum saya tahu. Kunjungan ke tujuh spot produsen kopi tersebut berhasil menunjukkan keunikan kopi dari masing-masing daerah.

Exotic Liwa
Tujuan pertama tim Terios 7-wonders dalam mengunjungi produsen kopi adalah Liwa-Lampung. Kopi Liwa tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun di mancanegara jenis kopi ini telah harum namanya. Kopi Liwa tersedia dalam dua varian yaitu kopi biasa dan kopi beraroma “Biji kopi yang diolah di sini berasal dari petani kopi di sekitar sini. Selain pengolahan cara lama kami mencoba kopi beraroma. Ada 2 macam yang sudah dikembangkan dan yaitu kopi beraroma ginseng dan kopi berorama pinang,” ujar Khodis seorang penyuluh pertanian yang juga memiliki pabrik pengolahan kopi. Selain itu juga terdapat kopi Luwak yang berlokasi tak jauh dari Danau Ranau. Kopi Luwak ini per kilonya dihargai mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hal yang tak lupa dilakukan oleh tim Terios 7-wonders adalah menikmati kopi khas Liwa.

Exotic Lahat
Spot kedua yang menjadi incaran tim Terios 7-wonders adalah kota tertua di Sumatra, Lahat. Setibanya di Lahat tim Terios 7-wonders bahkan mendapatkan sambutan langung dari Bupati Lahat yaitu H Saifudin Aswari Riva'i SE. Budaya minum kopi di Lahat sendiri sudah berlangsung sejak dahulu. Di kabupaten Lahat banyak terdapat kebun kopi Hanya saja karena pemasarannya dikuasai tengkulak maka harga beli kopi dari petani kerap dipermainkan. Sehingga banyak yang mulai meninggalkan kebun kopi. Makanya perjalanan 7-Wonders Terios – Sumatera Coffeee Paradise diharapkan bisa menggairahkan kembali para petani kopi di Lahat untuk mengolah kebun kopi yang lama ditinggalkan. Sungguh mulia bukan cita-cita dari tim Terios 7-Wonders.

Exotic Pagaralam
Sasaran eksplorasi berikutnya adalah Pagaralam. Menurut informasi pagaralam merupakan daerah penghasil kopi terbesar di Sumatra. Di dekat penginapan tim Terios 7-Wonders juga mudah ditemui kebun kopi namun untuk mesin pengolah biji kopinya berada di daerah pusat kota.
Untuk menemukan kebun kopi di dekat lokasi menginap ternyata tidak sulit. Tapi untuk menemui tempat pengolahan biji kopi, baru bisa di dapatkan di salah satu toko souvenir khas Pagaralam di pusat kota. Sayang karena mesin gilingnya sedang rusak terpaksa proses penggilingan kopi dihentikan.

Sistem pengolahan biji kopi di Pagaralam mirip dengan sentra kopi di Liwa dan Lahat. Perbedaannya adalah cara me-roaster biji kopi. Walaupun di Pagaralam – drum untuk me-roaster biji kopi sama dengan yang di Lahat tetapi untuk memutarnya sudah menggunakan mesin. Sementara untuk proses penggilingannya sama yaitu memakai dua mesin. Pertama biji kopi dihaluskan jadi butiran kasar. Kemudian dipindah ke mesin satunya untuk dibuat makin lembut.

Exotic Empat Lawang
Usai mengunjungi Pagaralam tim Terios 7-Wonders melanjutkan perjalanan ke daerah pemekaran Lahat yaitu Kabupaten Empat Lawang. Ada hal unik di Kabupaten Empat Lawang yaitu menggunakan Biji Kopi sebagai ikon. Kopi merupakan salah satu komoditas andalan daerah ini. Hal unik lainnya  adalah motif biji kopi pada seragam batik yang dipakai oleh pegawai pemerintahan di setiap hari Kamis. Mereka juga memanfaatkan batang dan daun pohon kopi sebagai karya seni.

Kopi di daerah Empat Lawang juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lainnya. Kopi di daerah ini merupakan percampuran antara kopi Arabica dan Robusta. Wujud kopinya berupa kopi Robusta namun aromanya kopi Arabica. Sungguh unik kan?


Exotic Curup-Kepahiang
Daihatsu Terios selanjutnya menyusuri daerah Curup-Kepahiang yang merupakan sentra penghasil kopi di Bengkulu. Ketika di Bengkulu tim Terios 7-Wonders tidak hanya mengeksplor sentra kopi namun juga melakukan kegiatan amal dengan member bantuan kepada lima posyandu dan juga UMKM. Selain itu mereka juga mengunjungi obyek wisata sejarah dan berwisata kuliner khas kota Rafflesia.

Exotic Mandailing Natal
Mandailing Natal adalah tujuan tim Terios 7-Wonders setelah Curup. Mereka menyambangi Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud karena disana banyak kebun kopi yang berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Menurut sejarahnya kopi Arabica masuk ke Indonesia pada tahun 1699 oleh Belanda yang kemudian menanamnya di daerah Mandailing Natal. 

Pohon kopi di daerah ini diwariskan secara turun-temurun. Kopi yang paling banyak tumbuh adalah jenis Arabica, baru kemudian Robusta. Selama perjalanan melewati hutan, tim Terios 7-Wonders juga berkesempatan melihat secara langsung pohon-pohon kopi tersebut.

Exotic Takengon
Finish! Yup, eksplorasi daerah penghasil kopi terkahir yang di kunjungi tim Terios 7-Wonders dalam Sumatra Coffe Paradise adalah Takengon. Masyarakat Takengon memang tidak bisa lepas dari kebun kopi, bahkan rata-rata setiap keluarga memiliki kebun kopi seluas setengah hektar. Di setiap pekarangan penduduk juga tak luput dari tanaman kopi. Daerah ini memang cocok ditanami kopi karena memiliki tanah yang subur dan juga curah hujan yang lumayan tinggi, letaknya sekitar 1.300 mdpl sehingga cocok untuk tanaman kopi jenis Arabica. Masyarakat Gayo (Takengon) juga merupakan bagian sejarah penting dari perkembangan kopi Arabica di Sumatra.

Kopi Gayo merupakan kopi jenis Arabica yang memiliki cita rasa unik. Salah satu pengusaha kopi Gayo bernama Bambang ternyata telah mampu merambah pasar Eropa dan Amerika. Selain kopi Gayo Bleended juga terdapat kopi dari Luwak liar dan sekarang mulai digemari banyak orang. Ada hal unik terkait kopi Gayo menurut Bambang yaitu ketika ditanam di daerah lain ternyata hasilnya berbeda dengan yang di Takengon. Kalau di lokasi asalnya kopi Arabica ini biarpun baru berumur setahun tapi buah yang dihasilkan sangat lebat. Sedangkan jika di tempat lain belum tentu sama.

REALLY GOOD JOBS
Pertanyaan apakah Terios mampu melahap alam Sumatra akan terjawab disini. Selama melakoni perjalanan dari Lampung hingga Sabang Terios telah melewati beranekaragam medan mulai yang mulus hingga terjal. Namun Terios yang memang diciptakan oleh PT. ADM sebagai SUV yang tangguh telah membuktikan kemampuannya dan mengantarkan tim Terios 7-Wonders hingga tujuan terakhir. Its really good jobs. Berikut cuplikan-cuplikan catatan petualangan Terios dalam menakhlukkan lekak-lekuk jalanan Sumatra.

Langkah awal Terios
Perjalanan awal tim Terios 7-Wonders dimulai dari Jakarta menuju Liwa dengan jarak 567 km. “Perjalanan yang akan di dominasi oleh jalan yang berliku dengan tanjakan yang terjal, merupakan tantangan awal yang akan segera dilakoni oleh Daihatsu Terios beserta tim 7-Wonders”.

“Dari kota Lampung tim bergerak menuju Liwa, Lampung Barat. Perjalanan menuju Liwa yang merupakan wilayah pegunungan ditempuh melalui kawasan Bukit Kemuning, dengan ragam jalan yang didominasi oleh tikungan pendek disertai oleh tanjakan terjal. Kondisi jalan inilah yang menuntut tim untuk pandai-pandai melakukan perpindahan transmisi. Beberapa kali shifter matik Terios AT berpindah dari D-3 ke 2. Sementara untuk yang manual dari 4 ke 3”.

Daihatsu Terios Melahap Tanjakan Terjal
Tantangan Terios ketika tim Terios 7-Wonders menuju ke spot produsen Pagaralam. Berikut kutipan-kutipan yang menunjukkan kehebatan Terios melibas jalanan Pagaralam.

“Jalanan menuju kota Pagaralam agak sedikit bergelombang. Sekitar 20 menit keluar dari kota Lahat jalanan mulai berkelok-kelok. Memasuki perbatasan kota Pagaralam, kelokan jalanannya disertai dengan tanjakan terjal”.

“Untuk mengatasi handycap ini, shifter matik Terios pun berpindah-pindah. Ketika tanjakan lumayan terjal agar akselerasi tetap terjaga posisi shifter bergeser ke L. Begitu sudah agak landai bergeser lagi ke 2 , D-3 dan juga D. Walaupun penuh dengan penumpang dan barang bawaan, ternyata ketiga Terios yang terdiri dari 2 tipe matik dan 1 manual berhasil mengatasi tantangan jalanan ini. Asyik!”.

“Tanpa membuang waktu tim segera bergerak. Jalan yang dilalui lumayan kecil dan sedikit light off-road. Untuk mencapai lokasi yang dimaksud tim 7Wonders harus membawa Terios menyeberang sungai kecil. Ground clearence yang tinggi membuat kami yakin tak akan ada masalah melewati sungai kecil itu. Dan ternyata itu benar”. Jalur ini dilalui Terios saat menuju ke tempat seorang pemilik pengolah biji kopi bernama Nando.

Atasi Jalur Sempit dan Berkelok Kelok
Jalur ini harus dilalui Terios ketika menuju kea rah Empat Lawang. “Jalanan ketika keluar dari kota Pagaralam menuju Tebing Tinggi via desa Jarai – Pendopo sebenarnya cukup baik. Hanya saja tidak begitu lebar dan rutenya berkelok-kelok. Butuh kehati-hatian agar tak terjadi kecelakaan”.

Menuju Curup
Performa Terios kembali diuji saat perjalanan dari Desa Talang Padang menuju ke Curup. Inilah cuplikan kondisi perjalanannya, “Jalanan berkelok-kelok naik dan turun membuat kami seolah sedang menari bersama Terios. Jalanannya relatif sepi namun sempit”. 

“Mesin berkapasitas 1.500 cc yang membekali Terios ternyata masih cukup andal. Pun demikian dengan suspensinya. Beberapa kali Terios kejeblos di lubang jalan, namun tak ada masalah berarti. Akselerasi di tanjakan maupun ketika menyalip kendaraan di depannya baik yang memakai girboks matik maupun manual tetap terasa bertenaga.

Tetapi lagi-lagi, pemakai Terios harus jangan segan memindahkan tuas dari D ke D-3 maupun 2. Bahkan di tanjakan yang terjal agar tak ngempos tenaganya perlu dipindah lagi ke posisi L. Tanjakan dan kelok-kelokan ini ternyata terus mewarnai sepanjang jalan sebelum tim 7Wonders memasuki kota Bengkulu”.

Ujian Ketahanan
Jalur dari Bengkulu menuju Bukittinggi adalah lahapan Terios berikutnya. Perjalanan dilakukan melalui Muko-Muko Padang. Dalam perjalanan kali ini fisik dan stamina tim Terios 7-Wonders juga diuji.

 “Selain cuaca panasnya lumayan menyengat berkisar 35 derajat Celcius, tikungan-tikungan yang ada juga lebih tajam. Sementara karakter tanjakan dan turunannya kurang lebih sama dengan jalur sebelumnya”.

Saat di Mandailing Natal
Saat sambaing di Desa Sambang Banyak Jae Ulu Pungud lagi-lagi ketangguhan Terios diuji. Namun selain Terios oke-oke saja, tim Terios 7-Wonders pun malah menikmatinya.

“Dari desa ini kami diajak untuk masuk lagi ke dalam menuju desa paling ujung. Jalan aspal sudah habis dan berganti jalanan makadam dan tanah. Asyiiikk off-road time! Hujan deras yang sempat turun membuat tanah jadi becek. Ini justru yang dinanti dan bikin badan jadi segar lagi”.

“Ground clearence Terios teruji dan tak mudah mentok. Sementara performa girboks matik dan juga mesin 1.500 vvti ok juga. Dipaksa main off-road ternyata oke banget”. 

“Jalanan sepanjang Mandailing Natal – Tarutung kondisinya tak stabil. Sebagian mulus sebagian lagi rusak parah karena perbaikan jalan yang belum juga selesai. Bekas jembatan yang putus karena banjir bandang sudah diperbaiki”. 

“Kerusakan jalan ini membuat perjalanan agak terhambat. Jalanan tanah berbatu lagi-lagi menguji ketangguhan suspensi Terios. Jujur saja kami terkejut dengan ketangguhan suspensi Terios. Selama dalam perjalanan meskipun harus kami “hajar” di jalanan jelek ternyata suspensi Terios masih oke”.

Trek Takengon
Ketika berada di Takengon tim Terios 7-Wonders mencicipi berbagai trek dan tentu saja mereka menikmatinya.

“Menjelang masuk Takengon, komunitas jip dari Gayo sudah menunggu. Mereka siap mengawal 3 Terios mencicipi trek bukit Oregon. Trek light off-road dengan pemandangan yang indah. Kemampuan Terios lagi-lagi diuji di sini. Kenyamanan dan juga ketangguhan kaki-kaki Terios terbukti andal. Melewati trek tanah berbatu dengan beragam kontur tak ada kendala berarti”.

Terios telah membuktikan bahwa ia mampu jadi mobil sahabat petualang yang handal di segala medan. Bagi para petualang sejati, kini anda tak perlu ragu lagi untuk memilihnya sebagai mobil petualang anda yang sekaligus bisa menjadi mobil keluarga juga. Daihatsu Terios multifungsi bukan?

SUCCES
Aplaus meriah patut diberikan kepada Terios dan juga tim Terios 7-Wonders yang terdiri dari Tunggul Birawa (leader), Insuhendang, Bimo S Soeryadi, Ismail Ashland, Aseri, Toni, Arizona Sudiro, Endi Supriatna, Enuh Witarsa, David Setyawan (ADM), Rokky Irvayandi (ADM) karena mereka telah sukses menyelesaikan seluruh etape dalam Sumatra Coffe Paradise ini. Terios telah membuktikan kemampuannya melibas jalanan Sumatra dimulai dari Lampung hingga berakhir di tugu “Nol” Kilometer Indonesia, di tempat inilah pengukuran luas Indonesia dimulai. Total jarak yang berhasil ditempuh tim Terios 7-Wonders adalah 3.657 km selama 15 hari. Tujuh spot produsen kopi yang berhasil mereka singgahi yaitu Liwa (Lampung), Lahat, Pagar Alam, Empat Lawang, Curup –Kepahiang, Mandailing Natal dan yang terkahir Takengon.

Sesampainya di Sabang, tim Terios 7-Wonders mendapat sambutan dari para petinggi PT. ADM antara lain, Amelia Tjandra, Rio Sanggau, Elvina Afny, Guntur Mulja dan beberapa wartawan nasional dari Jakarta. Mereka memberikan ucapan selamat atas keberhasilan tim Terios 7-Wonders menyelesaikan seluruh etape. Berakhirlah perjalanan Sumatra Coffe Paradise ini dan akhirnya plakat Terios 7-Wonders tertanam di area Tugu Nol Kilometer tersebut.

Patut diacungkan jempol untuk Terios, meski medan yang dilalui selama perjalanan terjal dan berliku, nyatanya Terios sukses mencapai finish tanpa kendala berarti. Terios ini sangat direkomendasikan bagi anda semua para petualang sejati karena Terios terbukti mampu mengarungi medan-medan terjal Sumatra. Bagaimana dengan medan yang akan anda lalui? Silahkan miliki Terios dan silahkan buktikan sendiri! Hehehe. Yang jelas Terios adalah SUV yang tangguh dan dapat menjadi mobil sahabat petualang bagi anda. Semoga tulisan di blog ini dapat menjadi informasi dan pertimbangan sebelum anda memutuskan membeli SUV tangguh.
Mobil Petualang Tangguh, ya Daihatsu Terios aja…

30 komentar:

  1. wah serius banget nih kayaknya... berapa hari mb buatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas, alhamdulillah dpt juara 2 :)

      Delete
  2. selamat ya sis, berhasil dapet juara.
    mari kita bertanding kembali di kompetisi berikutnya
    sekali lagi selamat ya
    salam blogger dan salam sukses

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mr.bedel, lets go the next competition ya, semangat selalu. Salam Blogger :)

      Delete
  3. selamat ya.. emang bagus kok tulisannya :)

    ReplyDelete
  4. selamat yah... bagus bener nih tulisannya.. ^^
    salam kenal :)

    ReplyDelete
  5. selamaaattt.. gak heran kalah sama kamu, niat nih bikinnya, aku kurang persiapan.
    salam blogger dari ceritabc.blogspot.com :)

    ReplyDelete
  6. selamat ya telah berhasil mendapatkan hadiah gadget apple dr daihatsu. Memang bagus artikel yang anda berikan. good job. :D

    ReplyDelete
  7. pantes juara 2 orang artikelnya keren seperti ini, deskripsinya gak berbelit belit

    ReplyDelete
  8. @eno Gayatri, Terima kasih banyak ya sist, saya yakin tulisan kita bagus semua kok. Trims dah berkunjung ke mieagoblog, pantang menyerah ea :)

    @kluthukpisang, Terima kasih sist atas pujiannya. trims dah mampir kesini ya, berjuang...berjuang...dan berjuang... ya sist. Salam kenal kembali dan salam sukses ya :)

    @Ryan Agus Laksana, Terima kasih. Sesuatu yg diniati dengan kebaikan berbuah pada kebaikan jg :)
    Saya juga baru belajar ngeBlogg kok mas Ryan. Salam Blogger untukmu :D

    @Januardi, Terima kasih atas pujiannya, terus berusaha & berdoa ya, semoga suatu saat giliran anda :) Salam Blogger

    @Commonwealth Life Perusahaan Asuransi Jiwa Terbaik Indonesia, Terima kasih. Semoga dapat menjadi cambukan semangat buat saya agar lebih baik lagi. Salam Blogger :)

    ReplyDelete
  9. congrat :) SINGkatan keyword yg inspiratif ngga kepikiran sm ak :D

    ReplyDelete
  10. Selamat ya mbak, telah menjadi juara 2.

    Salam kenal dari Blogger Semarang.

    ReplyDelete
  11. @Tri Yuwono. Makasi mas, itu kebetulan lg kreatif aja,hehe
    Thx dah berkunjung, salam Blogger untukmu ya :)

    @Blogger Java. Matur suwun nggih mas. Salam kenal n salam Blogger :D

    ReplyDelete
  12. selamat ya buat kemenanganya ditunggu nih traktiranya :D

    ReplyDelete
  13. Keren banget tulisannya, pantes bisa terpilih menjadi salah satu juara. Tetap semangat ya Bro... :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mas bro, semua yg ikut bagus2 kok karyanya, ya aku LG beruntung aja, hehe
      Susun ya dah mampir n kasi comment, salam blogger untukmu yua ^_^

      Delete
  14. SELAMAT ya mas atas juara dua kontes daihatsu Terios, blognya bagus amat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gubrakkkk...masa cantik2 gini dipanggil mas :(

      Delete
  15. Selamat ya Mba, sudah memenangkan lomba dalam kontes ini. Tulisannya keren.........

    Salam wisata

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya terima kasih. salam blogger n salam wisata :)

      Delete
    2. iya terima kasih. salam blogger n salam wisata :)

      Delete